CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Mengacuhkan


__ADS_3

Sakti keluar dari ruangan karena Ia merasa sangat lapar. Ia ingin memilih makanan di cafenya sendiri untuk mengganjal perutnya. Ia terus berjalan menuju kearah dapur, saat sampai di depan pintu dapur, tiba tiba seseorang memanggilnya.


" Pak Sakti." Panggil seseorang.


Sakti menoleh ke asal suara yang ternyata seorang kasir yang bernama Rika, di tangannya menenteng wadah bekal berwarna merah yang familiar menurutnya.


" Ada apa Rik?" Tanya Sakti.


" Pak ini titipan makan siang dari Nona Alfi, katanya kalau bapak tidak suka di buang saja." Ucap Rika menyodorkan wadahnya kepada Sakti.


Sakti menerima bekalnya sambil mengerutkan keningnya.


" Dimana kamu bertemu istri saya?" Tanya Sakti.


" Tadi Nona Alfi yang ke sini Pak." Sahut Rika.


" Kesini? Kapan Istri saya kesini?" Tanya Sakti.


" Sekitar setengah jam yang lalu Pak, tadi Nona Alfi mau masuk keruangan Bapak, tapi nggak jadi katanya Bapak lagi sibuk sama Diana." Jelas Rika.


" Ok makasih." Ujar Sakti.


" Sama sama Pak, kalau begitu saya kembali bekerja dulu." pamit Rika.


" Silahkan." Sahut Sakti.


Sakti kembali keruangannya dengan membawa bekal makanan yang dikirim oleh Alfi. Ia menatanya di atas meja, setelah itu Ia memakannya sampai habis.


Selesai makan Sakti mencoba menelepon Alfi, panggilan berdering tetapi tidak diangkat oleh Alfi. Sakti mencoba untuk menelepon Mamanya karena takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


" Halo Assalamu'alaikum, ada apa Sak?" Tanya Mama Cintia setelah mengangkat panggilan teleponnya.


" Wa'alaikumsallam, Al dimana Ma? Sakti mencoba meleponnya tapi nggak diangkat." Ujar Sakti.


" Setelah pulang dari cafe, dia masuk kamar dan belum keluar sampai sekarang, mungkin Alfi sedang istirahat, dia juga belum makan siang." Jelas Mama.


" Yaudah Ma sebentar lagi Sakti pulang, Assalamu'alaikum." Ucap Sakti.


" Wa'alaikumsalam." Mama mematikan sambungan teleponnya.


Sakti segera mengambil kunci mobil, Ia berjalan menuju parkiran Cafenya dan masuk kedalam mobil. Ia segera melajukan mobilnya menuju rumah. Tiga puluh menit kemudian mobil Sakti sampai di pelataran rumah. Sakti turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah. Ia segera menaiki tangga menuju kamarnya.


Ceklek...

__ADS_1


Sakti membuka pintu kamarnya, Ia masuk kedalam mencari Istrinya. Ternyata Alfi sedang berdiri di dekat jendela melihat pemandangan luar. Ia sampai tidak menyadari kedatangan suaminya.


" Sayang.." Sakti memeluk pinggang Alfi dari belakang, Ia menempelkan dagunya di pundak Alfi. Sebenarnya Alfi kaget, tapi Ia segera menguasai dirinya.


" Kenapa Hmmm." Ucap Sakti.


Alfi tidak bergeming membuat Sakti heran karena biasanya Alfi selalu menyambutnya.


" Kata Rika kamu tadi ke cafe, kenapa tadi tidak menemuiku?" Tanya Sakti mendusel dusel leher Alfi mbuat Alfi geli. Alfi segera berbalik menatap Sakti membuat Sakti melepaskan pelukannya.


" Karna aku tidak mau mengganggu waktumu." Sahut Alfi segera keluar kamar tanpa menghiraukan Sakti yang masih melongo, karna terheran denan sikap Alfi.


" *A*da apa dengannya? Apa dia sedang pms?" Tanya Sakti dalam hati. Ia segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sampai waktu malam pun tiba, Alfi masih mengacuhkan Sakti membuat Sakti uring uringan. Ia mendekati Alfi yang sedang berbaring di atas ranjang. Sakti memeluk Alfi dari belakang.


" Yank kamu kenapa sih? Aku ada salah apa sama kamu sampai sampai kamu mendiamkan aku seperti ini dari tadi?" Tanya Sakti ingin mendengar jawaban dari bibir Alfi. Karena aaat tadi di meja makan, Alfi melayaninya tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya dan itu membuat Sakti tidak nyaman.


" Yank... jangan gini donk Yank, katakan ada apa? Ayo bicaralah." Ujar Sakti. Alfi tetap tidak bergeming membuat Sakti geram.


" Alfia madan Arviano." Sakti meninggikan suaranya.


" Apa sih berisik." Ucap Alfi menghempaskan tangan Sakti dari perutnya.


" Aku ngantuk mau tidur." Sambungnya. Ia segera menutupi seluruh badannya dengan selimut.


" Halo Diana, ada apa?" Tanya Sakti setelah mengangkat panggilannya.


...............


" Baiklah besok aku akan kesana." Sahut Sakti mematikan sambungan teleponnya.


" Yank besok pagi aku harus ke Bandung, Cafe yang ada disana kebakaran." Ucap Sakti. Alfi tetap tidak bergeming membuat Sakti menghela nafasnya.


Sakti berbaring kembali, Ia mencoba menenangkan pikirannya dengan memeluk Alfi dari belakang. Lama kelamaan akhirnya mereka sama sama terlelap.


Pagi harinya waktu menunjukkan pukul 07.00, Sakti dan Alfi sedang sarapan bersama Mamanya. Seperti biasa, Alfi selalu mengambilkan makanan untuk suaminya, namun kali ini Ia masih bungkam. Setelah dirasa cukup, Ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" Mama lihat dari kemarin kalian diem dieman aja, apa kalian ada masalah?" Tanya Mama Cintia menatap keduanya bergantian.


" Gak tahu Ma, tiba tiba menantu Mama mendadak jadi gak bisa bicara gini, dari kemarin aku tanyain tapi dia nggak mau menjawab, mungkin dia lagi sakit gigi kali Ma." Ujar Sakti melontar candaan yang biasanya langsung di sahut oleh Alfi.


" Benar begitu Fi?" Selidik Mama.

__ADS_1


Alfi hanya mengangguk membuat Sakti kecewa. Alfi kembali menjadi dirinya yang dulu yaitu pendiam.


" Segera periksakan Nak, nanti malah tambah parah." Saran Mama.


" Iya Ma." Jawab Alfi singkat.


Selesai sarapan Sakti pamitan sama Mama dan Alfi hendak berangkat kerja.


" Ma, aku berangkat dulu ya doakan urusannya akan cepat selesai." Ucap Sakti mencium tangan Mamanya.


" Hati hati, semoga semuanya baik baik saja." Ujar Mama.


" Iya Ma." Sahut Sakti.


Sakti beralih kepada Alfi.


" Yank, Mas berangkat dulu ya." Ucap Sakti menyodorkan tangannya, Alfi segera mencium tangan suaminya.


" Senyum donk Yank, Masa' suami mau pergi di cemberutin gitu, kan nggak enak banget lihatnya." Ucap Sakti sambil memberi kode lewat mata, kalau di situ ada Mamanya. Alfi pun menampilkan senyum paksanya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Sakti sambil mencium kening Alfi, lalu Ia segera berjalan keluar menuju mobilnya.


" Wa'alaikumsalam." Jawab Mama.


" Ma aku ke kamar ya." Ucap Alfi setelah kepergian Sakti.


" Silahkan." Sahut Mama Cintia. Alfi bergegas menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, Alfi segera membuka ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari nomer yang tak di kenal.


08×××××××××


Kau sudah dengar sendiri alasan sakti menikahimu. Dia hanya mencintaiku bukan dirimu. Hari ini kami berdua pergi ke Bandung untuk bersenang senang.


Deg....


" Aku yakin kalau ini nomer Diana, tapi apa benar Sakti kesana bukan karna cafenya kebakaran? Aku harus menyelidikinya, kau berusaha merebut milikku Diana, walau aku tidak mencintainya tapi tak kan ku biarkan Sakti jatuh ketangan wanita sepertimu." Monolog Alfi.


Alfi merebahkan tubuhnya diranjang, Ia berpikir tentang apa yang akan terjadi pada pernikahannya. Disaat Ia mulai membuka hati, yang Ia dapat adalah kenyataan yang begitu membuatnya kecewa. Apakah Ia harus memperjuangkan perasaannya, atau mengakhiri sampai disini?....


TBC.....


Kira kira Alfi harus apa ya????

__ADS_1


Jangan lupa like koment dan votenya ya...


Miss U All...


__ADS_2