CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Kekecewaan Sakti


__ADS_3

Sudah sebulan lamanya Alfi memberikan waktu untuk Sakti membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi sepertinya alam tidak mendukungnya, karna Sakti tidak bisa membuktikan segala ucapannya.


Yogi, orang yang menyelidiki tentang identitas Neha pun menemui jalan buntu, karna tidak ada nama Neha di catatan Sipil kota J ataupun Pulau B. Yang lebih mencengangkan lagi, hasil DNA antara Sakti dan Nervan seratus persen cocok, disana tertulis Bahwa Sakti adalah ayah biologis dari Nervan.


Sesuai janji yang Sakti buat, semalam Ia terpaksa menandatangani gugatan perceraian dari Alfi. Ia harus merelakan Istri tercintanya menjadi milik orang lain.


Malam ini adalah acara pertunangan Alfia Madan dan Shiv Khanna. Bukan tanpa alasan Alfi melaksanakan pertunangan sebelum perceraian mereka di setujui Hakim, Alfi hanya tidak mau Sakti terus mengganggunya, terus mendatanginya karena Alfi tidak mau putranya semakin membenci Papa kandungnya, apalagi Sakti kesana selalu membawa Nervan. Nervan selalu merengek meminta ke rumah Aroon karena Ia ingin dekat dengan Abangnya, Sakti tidak tega menolak permintaan Nervan yang selama ini Ia sayangi.


Alfi berpikir sebesar apapun Ia berharap rumah tangga mereka tetap utuh, tapi nyatanya tetap saja hancur. Alfi tidak mau di madu, karna Ia yakin Sakti tidak akan bisa adil dengan keduanya. Alfi tidak mau menyakiti hati wanita lain, apalagi akan melukai hati seorang anak seperti Nervan, Alfi tidak setega itu. Cukup dirinya yang merasakan segala kepedihan dan penderitaan selama ini.


Malam ini semua tamu undangan sudah hadir, acara demi acara pun berjalan dengan lancar, sekarang tiba saatnya prosesi tukar cincin.


Shiv memasangkan cincin pertunangan di jari Alfi, begitupun sebaliknya. Setelah acara tukar cincin selesai, di lanjut acara perjamuan para tamu undangan dan ucapan selamat dari para tamu yang datang.


" Selamat Tuan Shiv, semoga lancar hingga ke pelaminan." Ucap Salah satu rekan kerja Shiv.


" Terima kasih Tuan Putra, silahkan menikmati hidangannya." Sahut Shiv.


" Terima kasih." Sahut Tuan Putra berlalu bergantian dengan tamu lainnya yang ingin mengucapkan selamat.


Sakti berjalan mendekat ke arah Alfi dan Shiv. Hatinya begitu sakit melihat wanita yang Ia cintai akan menjadi milik orang lain. Selangkah demi selangkah Ia mendekati Alfi dan Shiv.


" Aku ucapkan selamat untuk kalian, semiga berbahagia dan langgeng selamanya." Ucap Sakti menyalami Shiv.


" Terima kasih Sak." Sahut Shiv.


" Shiv aku titip Alfi dan Aroon kepadamu, jaga dan sayangi dia seperti aku menyayanginya." Ucap Sakti sedih.

__ADS_1


" Jangan khawatirkan hal itu Bro... Selama ini aku selalu menjaga mereka dengan baik, aku akan selalu membahagiakan keduanya, terima kasih kau telah mengikhlaskan mereka untukku dan terima kasih atas kedatanganmu." Ujar Shiv menepuk pundak Sakti.


Sakti kembali merasa hatinya begitu sakit, melihat pujaan hatinya akan segera bersanding dengan orang lain. Ia berlalu begitu saja tanpa menyalami Alfi.


" Papa... Aroon mau main kesana ya..." Ucap Aroon menghampiri Shiv.


" Iya sayang, hati hati ya... jangan jauh jauh dan ingat jangan nakal ya." Ujar Shiv.


" Siap Pa.." Sahut Aroon berlari menghampiri teman temannya.


Sakti tak kuasa menahan air matanya melihat anak yang selama ini Ia rindukan, justru membenci dan mengabaikannya. Sakti melanjutkan langkahnya keluar gedung. Ia masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju Club malam. Sakti seperti kehilangan arah hidupnya. Ia ingin melupakan segala rasa sakit ini dengan minuman.


Sesampainya di club Sakti segera masuk ke dalam dan memesan wine untuk menghilangkan rasa stresnya. Ia meminum dari satu gelas ke gelas berikutnya. Ini kali pertama Ia menyentuh minuman memabukkan seperti ini, rasanya begitu sengar dan pahit di tenggorokannya.


" Al... Kenapa kamu tidak mempercayaiku? Kenapa kamu memilih untuk meninggalkan aku? Aku begitu mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, ku mohon percayalah padaku, jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku sangat mencintaimu Alfi hanya dirimu... Ini semua gara gara wanita sialan itu... Aku yakin dia pasti merencanakan sesuatu dariku... Aku yakin dia wanita ular yang jahat, dia sudah mengacaukan hidupku, awas saja jika sampai ketahuan kalau kau membohongiku Neha.. Aku akan membunuhmu." Racau Sakti.


Saat melewati jalanan sepi tiba tiba...


Brak...... Brak... Dum....


Pyar......


" Alfi kamu kenapa sayang? Kenapa tiba tiba gelasnya jatuh?" Tanya Shiv mendekati Alfi yang masih mematung di depan meja.


" Jangan bergerak." Ujar Shiv menggendong Alfi agar tidak terkena pecahan gelas.


" Pelayan." Teriak Shiv.

__ADS_1


" Iya Tuan." Sahut pelayan menghampiri Shiv.


" Segera bersihkan agar tidak melukai yang lainnya." Titah Shiv.


" Baik Tuan." Sahut Pelayan.


Saat ini Shiv memang berada di rumahnya, Ia kembali setelah acara selesai tadi. Malam ini Aroon mengajak Alfi untuk menginap di rumah Shiv dan Alfi hanya menurutinya saja.


Awalnya Alfi merasa haus, Ia ke dapur untuk mengambil minum, saat Ia mengambil gelas tiba tiba gelasnya jatuh, entah mengapa perasaannya tidak karuan. Dalam pikirannya Ia terus kepikiran tentang Sakti. Shiv mendudukan Alfi di sofa ruang tamu.


" Ada apa hmm? Kenapa kamu diam saja?" Tanya Shiv menyibak rambut Alfi.


" A... Aku.. Aku merasa perasaanku tidak enak Mas, entah mengapa aku kepikiran Mas Sakti, dan aku merasa dejavu dengan perasaan ini, entah mengapa aku pernah merasakan hal seperti ini tiga tahun yang lalu saat Mas Sakti pergi meninggalkanku Hiks.... Apa terjadi sesuatu dengan Mas Sakti? Apa Mas Sakti baik baik saja Mas." Isak Alfi, Shiv segera menarik Alfi ke dalam pelukannya.


" Tenanglah Alfi! Kita doakan saja semoga Sakti baik baik saja, sekarang istirahatlah, Aroon sudah tidur di kamarnya." Ujar Shiv. Shiv menggendong Alfi menuju kamar Aroon, Ia membaringkan Alfi di sebelah Aroon dengan pelan.


" Tidurlah." Shiv mengelus puncak kepala Alfi.


Setelah itu Shiv keluar kamar dan menutup pintunya, Ia bersandar di balik itu.


"Begitu besar cintamu pada Sakti Al, bahkan sampai sekarang kamu tidak bisa melupakannya, kalau begini aku bisa apa? Saat ini aku pasrahkan saja semuanya pada takdir, jika memang kau bukan jodohku, aku akan ikhlas melepaskanmu kepada Sakti lagi, aku berharap semoga kau selalu bahagia." Gumam Shiv dalam hatinya. Ia segera berlalu dari sana sambil mengusap air matanya. Shiv memang sangat mencintai Alfi tapi Ia tidak mau memaksakan kehendaknya, jika Alfi mau kembali kepada Sakti, maka Ia akan melepasnya.


TBC....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya..


Miss U All

__ADS_1


__ADS_2