CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Terungkap


__ADS_3

Hari hari berlalu setelah kejadian itu, tidak ada masalah lagi dalam rumah tangga Sakti. Diana pun sudah meminta maaf dengan Alfi dan Sakti karna sempat mengacaukan rumah tangga mereka.


Sebagai sesama manusia yang luput dari kata bersalah Sakti dan Alfi memaafkannya dengan syarat tidak mengulangi lagi. Diana masih tetap bekerja di Cafe Sakti seperti biasa dan Alfi tidak mempermasalahkannya. Ia ingin hidup damai tanpa masalah.Tapi sikap Alfi masih dingin kepada Sakti sampai saat ini. Bukan tanpa alasan, Alfi merasa sedang berperang dengan perasaannya sendiri. Ia ingin memastikan bagaimana perasaannya terhadap Sakti.


Hari ini Sakti berada di Cafenya sampai sore untuk mengecek laporan akhir tahun. Sedangkan Alfi sedang duduk diatas ranjang sambil membaca novel online favoritenya yang berjudul " Pria cacat itu suamiku" yang di tulis oleh author yang baru muncul dengan nama pena Swetti.


Sedang asyik asyiknya menyimak cerita tiba tiba dering ponsel berbunyi tanda panggilan masuk. Ia segera mengangkatnya setelah melihat ID pemanggilnya yang tak lain adalah Reno. Alfi segera beranjak dan berdiri menghadap jendela membelakangi pintu.


" Halo kak, gimana kabarnya? Tumben telepon." Ujar Alfi menempelkan ponselnya pada telinganya.


" Kabar Kakak baik, kamu sendiri gimana? Apa kamu baik baik saja? Apa suamimu memperlakukanmu dengan baik selama ini?" Tanya Reno.


" Aku juga baik baik saja Kak, suamiku juga memperlakukan aku dengan baik, dia sangat menyayangiku." Sahut Alfi.


" Alfi jawablah pertanyaanku." Ucap Reno.


" Iya Kak." Sahut Alfi.


" Apa kamu sudah mencintai suamimu itu?" Tanya Reno


" Hm.. Mungkin Kak." Sahut Alfi.


" Kenapa mungkin?" Tanya Reno.


" Aku terkadang bingung dengan perasaanku sendiri Kak, aku memang merasa kalau aku mencintainya tapi jika mengingat semua yang terjadi dengan Mas Davi perasaan itu berubah menjadi rasa kesal dan aku ingin membencinya." Ujar Alfi.


Disinilah kesalahan Alfi di mulai, tanpa sadar Ia sudah membuka aib rumah tangganya sendiri kepada orang lain yang selama ini Ia anggap sebagai Kakaknya sendiri.


" Kenapa dengan Sakti? Apa dia ada hubungannya dengan kematian Davi?" Pancing Reno ingin mendengar kebenaran dari bibir Alfi.


Sedari awal Reno sudah curiga kalau Saktilah yang menyebabkan kecelakaan itu karna yang dia tahu, Alfi sangat mencintai Davi, lalu kenapa Alfi bisa secepat itu menikah dengan Sakti.

__ADS_1


" Iya Kak, Saktilah yang menabrak mas Davi hingga Mas Davi kehilangan nyawanya, dan entah mengapa aku merasa kalau Mas Sakti menikahiku hanya karna janjinya pada Mas Davi yang ingin meembuat aku bahagia dan rasa tanggung jawabnya saja kepadaku." Jelas Alfi.


" Jadi Sakti yang bertanggung jawab atas kematian Davi." Gumam Reno.


" Iya Kak, makanya saat awal perikahan dulu aku begitu membenci Mas Sakti, aku merasa Mas Sakti penyebab semua penderitaan yang aku alami, dari meninggalnya Mas Davi, kepergian Mama Elin dan masih banyak lagi penderitaan yang aku alami, tapi sekarang....."


Prang.......


Makanan yang di bawa Mama Cintia hancur berantakan. Alfi menoleh ke belakang dan....


" Ma.. Mama." Ucap Alfi kaget.


" Ma mama sudah pulang? Kapan Mama pulang? Bukannya Mama Cintia belum pulang dari luar kota ya?" Tanya Alfi gugup. Ia takut Mama Cintia mendengar semuanya.


" Jadi Sakti yang menabrak Davi sampai meninggal?" Tanya Mama Cintia syok.


Jadi ini yang disembunyikan oleh putra dan menantunya. Jadi ini alasan Alfi menolak lamaran dan pernikahan mewah bukan karna statusnya, tetapi karna Alfi membencinya.


Brugh...


Mama Cintia Pingsan tergeletak di lantai.


" Mama..." Teriak Alfi. Ia segera menghampiri mertuanya, beruntung Mama Cintia tidak terkena pecahan beling.


" Ma Mama... Mama bangunlah Ma." Ucap Alfi menepuk pelan pipi Mama Cintia.


" Ma bangunlah Ma, jangan membuatku khawatir seperti ini, maafkan aku Ma, Ma bangunlah." Ucap Alfi menggenggam tangan Mama Cintia. Ia terlihat begitu khawatir melihat kondisi Mama Mertuanya.


" Bi Imah.... Mang Ujang... Tolong." Teriak Alfi.


Mendengar teriakan majikannya Bi Imah dan Mang Ujang segera berlari kekamar Alfi.

__ADS_1


" Ya Allah Nyonya... ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Nyonya Non Alfi?" Pekik Bi Imah setelah sampai di kamar Alfi dan melihat majikannya tergeletak di lantai.


" Mang Ujang tolong cepat bawa Mama kerumah sakit." Titah Alfi begitu panik.


" Baik Non saya akan segera membawa Nyonya ke rumah sakit." Sahut Mang Ujang.


Mereka segera membawa Mama Cintia ke Rumah Sakit terdekat. Bi Imah langsung menghubungi Sakti. Di dalam mobil Alfi terus menangis, Ia terus mengenggam tangan mertuanya. Ia begitu takut dan merasa bersalah jika sampai terjadi sesuatu dengan ibu mertuanya.


Setelah sampai di Rumah Sakit, Mama Cintia segera dibawa ke ruang ICU. Alfi nampak begitu cemas, Ia mondar mandir di depan ruangan. Ia sendirian karna tadi Ia menyuruh bi Imah dan mang Ujang untuk pulang. Ia merasa kasihan karna Bi Imah dan Mang Ujang sudah capek seharian.


Sakti berjalan tergesa mendekati Alfi yang nampak kacau. Ia masih diliputi emosi dan rasa kecewa terhadap Alfi. Setelah mendapat kabar dari bi Imah, Sakti segera membuka rekaman Cctv kamarnya yang langsung terhubung dari ponselnya. Ia kecewa kepada Alfi. Kenapa Alfi membuka luka lamanya dengan bercerita kepada Reno.


" Mas Sakti... Mas... Mama Mas." Ucap Alfi langsung memeluk Sakti, Tapi ada yang aneh karena Sakti tidak membalas pelukannya.


" Puaskah kamu Alfia madan." Ucap Sakti dingin. Alfi mendongak menatap mata Sakti yang diliputi amarah yang terpendam.


" Mas..."


" Sudah puas kamu membuat Mama seperti ini? Ini kan yang kamu mau, kamu menginginkan nyawa Mama sebagai tebusan nyawa suamimu Davi." Ucap Sakti dengan suara meninggi.


" Tidak Mas... Bukan seperti ini, aku tidak sengaja melakukan semua ini Mas, maafkan aku, ini semua salahku." Ujar Alfi luruh kelantai dengan tangisannya yang tersedu sedu.


" Ya.. ini memang salahmu, kau sengaja membuka aib yang selama ini aku tutupi dari Mama kepada orang yang kau bilang kakak sepupu suamimu itu, jika sampai terjadi sesuatu pada Mama, aku tidak akan pernah memaafkanmu." Tegas Sakti segera duduk di kursi tunggu mengabaikan Alfi yang masih duduk dilantai.


Sebenarnya Sakti tidak tega melihat Istrinya terpuruk, tetapi rasa kecewanya begitu mendalam di dalam hatinya.


" Apakah aku sama sekali tidak ada artinya dalam hidupmu Al sampai sampai aib yang wajib kau tutupi, kau umbar pada orang lain. Aku harus membuatmu mengerti akan perasaanmu sendiri. Maaf jika nanti aku terpaksa harus menyakitimu. Aku ingin tahu perasaanmu dengan pasti. Kau selalu menarik ulur perasaanku ini, Aku mau kepastian akan perasaanmu, jika memang perasaanmu masih sama, maka sesuai janjiku dulu, aku akan melepaskanmu." Ujar Sakti dalam hati.


TBC....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

__ADS_1


Miss U All...


__ADS_2