Cinta Meyla

Cinta Meyla
Perubahan Meyla


__ADS_3

Pesta ulang tahu Aira masih berlanjut.. Karna Aira tadi gk mau potong kue dan tiup lilin sebelum datang Meyla..


Sekarang acara tiup lilin dan potong kue ulang tahun sedang berlangsung... Meyla mendampingi Aira di seblah kanan nya. Sementara Andra berada di samping kiri Aira.


Mereka terlihat seperti keluarga yg bahagia. Banyak para tamu yg saling berbisik menanyakan siapa sebenarnya wanita yg ada di samping Aira putri Tuan Andra. Begitulah yg mereka bicarakan sedari tadi..


Setelah acara tiup lilin dan potong kue selseai Aira mengajak Meyla dan Andra untuk duduk di bangku dekat kolam bernang... Aira sama sekali tak mau jauh dari Meyla. Dia duduk di pangkuan Meyla...


"Terima kasih mey. sudah mau datang" Andra membuka suara nya..


" Semua hanya demi Aira" jawab Meyla datar tanpa menoleh ke arah Andra yg ada di samping nya...


Andra merasa sakit melihat ekspresi meyla yg datar.. tak ada lagi senyuman ramah seperti dulu setiap Meyla berbicara dengan Andra.


Meskipun Andra dulu selalu bersikap dingin. Tapi Meyla selalu tersenyum ramah padanya..


Tanpa di sadari Andra merindukan senyuman itu.. Tapi keadaan nya sudah berbeda..


Meyla wanita lemah lembut itu bukan tipe wanita yg suka mengomel.. Jika dia sudah kecewa maka Dia akan lebih memilih diam..


Tiba tiba di saat mereka masih diam dalam fikiran nya masing masing.. Datang rekan bisnis Andra dan menghampiri mereka...

__ADS_1


"maaf Tuan Andra saya sangat penasaran siapa wanita yg di samping Anda ini?" tanya pria itu tersenyum ramah dan penuh rasa hormat..


Andra bingung harus menjawab apa. Tapi tanpa di sangka sebelum Andra menjawab Meyla sudah berkata duluan...


" Saya pengasuh nya Aira pak. Tapi karna Aira dekat dengan saya . Maka Dia memanggil saya Bunda" jawab Meyla sembari tersenyum getir.


" ohhhh. cuma pengasuh ya. saya kira calon ibunya Aira. kalau begitu saya permisi dulu" ucap pria itu berlalu pergi.


Meyla hanya tersenyum getir mengingat kata kata nya barusan. Tapi Dia sudah tk berharap lebih lagi pada Andra.. Dia gak mau kecewa tuk yg ke sekian kali nya.


Andra hanya diam mendengar kata kata Meyla barusan. Dia merasa sakit mendengar Meyla mengatakan itu. Ada apa dengan perasaan nya.. Dia juga bingung..


Andra lebih memilih pergi menemui rekan rekan kerjanya.. daripada Dia terus di dekat Meyla perasaan nya makin tak karuan..


Vikka sedang menikmati minumannya.. Dia gk mau menggangu Meyla dan Aira yg sedang asik bercanda.. Vikka memandangi mereka yg masih asik mengobrol dan bercanda.


" Seperti ibu dan anak kandung. sangat cocok mereka jika di satukan menjadi ibu dan anak beneran" Vikka bicara sendiri.


" Memang mereka cocok sekali jika jadi ibu dan anak beneran" Suara pria yg ikutan nimbrung..


Vikka kaget melihat ada pria blasteran yg muncul di belakang nya.

__ADS_1


"hmmmm. nona bolehkah kita kenalan. namaku Jack Stive." sambil mengulurkan tangan nya dan tersenyum ramah pada Vikka.


"Namaku Vikka Arumi" Vikka sambil menjabat tangan Jack..


"Kamu temenya Meyla?" tanya Jack basa basi


" iya.. Meyla sahabat aku yg udah seperti saudara. oh ya kamu kok tau Meyla?" tanya Vikka penasaran kenapa pria di depan nya ini mengenal Meyla.


" Aku sahabat Andra dari kecil. Dan aku juga tau apa yg udah terjadi sama mereka ber2. Andra sudah cerita" jawab Jack santai.


" Okhh. kamu sahabatnya Tuan Andra" Vikka mangut mangut. karna tak tau apa yg harus di bicarakan lagi..


Jack yg melihat ekspresi Vikka menjadi gemas sendiri.. Baru kali ini Jack mengajak kenalan duluan pada seorang wanita. Biasanya wanita duluan yg ngajak kenalan.. Tapi entah kenapa wajah vikka yg natural membuat Jack penasaran dan ingin mengenal nya..


" Boleh aku minta nomor ponsel mu" Jack ragu ragu sambil menyodorkan ponsel nya pada Vikka.


Vikka cewek solid yg gampang berteman dengan siapa saja langsung mengambil ponsel Jack dan mengetikan nomor ponselnya lalu dia save.


" ini nomor ku" ucap Vikka sambil menyerahkan ponsel milik Jack.


Jack tersenyum senang seperti habis memenangkan lotre hadiah rumah saja. Jack langsung mengambil kembali ponselnya melihat nya sebentar memastikan benar sudah ada nomor gadis di sebelah nya kemudian memasukan ponsel nya ke saku jas mahal nya itu.

__ADS_1


Mereka akhirnya mengobrol dan bercerita dengan di sertai canda tawa.


__ADS_2