Cinta Meyla

Cinta Meyla
Sahabat Durhaka


__ADS_3

Myla dan yg lainnya sedang asyik mengobrol. Tiba tiba pintu Ruangan terbuka dengan kasar. Semua yg ada disana melihat ke arah Lidya dan Dani yg baru datang. Lidya langsung berlari memeluk Meyla.


"Mey kamu gk papa kan? kaki mu gk patah. kepalamu gk bocorkan?" tanya Lidya


pada Meyla


"Ehh. dodol meyla itu keracunan bukan kecelakaaan. Emg ada yg keracunan sampe kaki nya patah. dasar oon" ucap Vikka sambil menoyor kepala sahabatnya itu.


"Hahahaha" sontak semua yg ada disitu tertawa melihat tingkah konyol kedua sahabat itu.


"hehe. lupa aku. saking panik nya aku denger kamu masuk rumah sakit mey" kata Lidya cengengesan.


"makasih ya Lid kamu udah jadi sahabat terbakku" ucap Meyla tulus


"ohh. jadi cuma Lidya ni sahabat kamu" Vikka kesal


"ya nggak dong Vikka sayang. kamu juga sahabat aku yg terbaik. pokonya kalian berdua dech" kata Meyla tersenyum manis


"Udah kalian ini kayak anak kecil aja berantem mulu kalau ketemu" Ibu Rum menengahi


"emang aku masih kecil ibu. mreka berdua aja yg udah tua" kata Lidya tersenyum mengejek


"Enak Aja" kata Vikka dan Meyla serempak


"Aku itu masih muda ya di banding Meyla" kata Vikka membela diri


"Ehhh. enak aja. cuma beda dikit aja sombong banget kalian" ucap Meyla kesal

__ADS_1


" udah deh yg baru keracunan diem aja. jangan marah marah" kata Vikka santai


"oh iya aku hampir lupa. kamu keracunan apa mey? apa kamu minum racun tikus ?" tanya Lidya polos


"Ehhh. tuh mulut ya. emg kamu fikir aku ini tikus got apa pake minum racun tikus segala" kata Meyla kesal


"Emang " jawab Vikka dan Lidya serempak


"wahh. bener bener ya. kalian pulang aja sana. aku gk bakalan bantuin kalian ngerjain tugas lagi" ucap Meyla mengacam


"Ehhh. mey sayang jangan ngambek gitu dong. kalau bantuin org itu kan dapet pehala. Iya gk Lid?" Vikka merayu sambil memegangi tangan Meyla


"Tau. aku si tenang tenang aja toh otaku sama Mey juga hampir sama pinternya. " kata Lidya acuh


"Dasar sahabat durhaka kalian berdua" umpat Vikka


"kamu tuh yg durhaka masa ngatain sahabatnya tikus got " Meyla membela diri


"Enak aja kamu tuh yg mulai" teriak Lidya dengan suara cemprengnya.


"Aduhhh. kalian ini bisa diam tidak? ini tu di rumah sakit. masih aja berantem dari tadi gk malu apa sama pacar kalian" Ibu Rum kesal


"hehehe" mereka malah cengengesan


"emg selalu begini ya bu kalau mereka ketemu?" tanya Jack penasaran


" huh. kalau dirumah lebih parah. kadang perang bantal sampai kamar mereka kayak kapal pecah. kadang juga pada akur. pusing ibu kalau udah pada gk akur kayak gini" Ucap Ibu Rum kesal

__ADS_1


"hahaha. lucu banget ya mereka itu " kata Andra


Akhirnya mereka mengobrol dengan canda tawa. Sampai tak terasa waktu sudah malam. Akhirnya mereka pamit pulang pada Andra dan Meyla.


Kini tinggal Meyla dan Andra yg ada di ruangan itu.


"Mas sebaiknya kamu pulang aja. kasian Aira dirumah pasti nungguin kamu. lagian kamu juga pasti lelah kan" kata Meyla lembut


"Gk papa ko sayang. aku disini aja jagain kamu. lagian Aira kan masih ada pengasuh dan banyak pelayan juga. Dia pasti ngerti" jawab Andra menggenggam tangan Meyla


"ya udah kalau begitu. kamu istirahat aja mas." kata Meyla


"iya. kamu juga istirahat ya. " kata Andra sambil naik ke ranjang Meyla


"Mas kamu mau ngapain?" tanya Meyla gugup


"ya mau tidurlah sayang. inikan ranjang nya besar jadi aku mau tidur disini aja" jawab Andra santai sambil membenarkan posisi tidurnya.


"Mas jangan macem macem ya. udah mas tidur aja di sofa kan bisa. kita ini belum menikah mas" kata Meyla cemas


" sayang aku cuma mau tidur disini. aku gk bakal ngapa ngapain kamu. kalau aku mau juga aku tinggal nikahin kamu aja" jawab Andra santai sambil memejamkan matanya


"mas jangan ambil kesempatan di balik kesempitan ya" Meyla memukul lengan Andra


"awww.. sayang sakit tau. udah kamu tidur aja sekarang. aku gk bakal macem macem sama kamu. cuma satu macem aja" Andra mengoda dengan menaik turunkan alisnya.


"Mas. apaan si. udah akh. Mey mau tidur. awas jangan macem macem. " kata Meyla langsung membalikan tubuhnga memebelakangi Andra.

__ADS_1


Andra tersenyum geli melihat muka merah Meyla. Tak berapa lama terdengar dengkuran halus milik Meyla menandakan kalau Dia sudah terlelap. Andra segera mengambil kesempatan untuk memeluk Meyla dari belakang.


'kamu seperti yg baru pertama kali aja tidur sama pria. sampai segugup itu. kamu kan pernah menikah pasti sudah sering tidur berdua kayak gini ' batin Andra yg mulai memejamkan matanya.


__ADS_2