
Saat Andra membuka ponsel Meyla dan melihat lihat chat nya. Dia langsung berubah kesal. Dia melihat beberapa chat dari senior nya Meyla.
hy mey aku seniormu Bima. boleh kenalan gk?
kebanyakan isi chat nya seperti itu. Tapi tak pernah Meyla balas. Tapi ada satu chat yg Meyla balas sehingga membuat Andra makin kesal.
**pak Zaki
Meyla ini saya dosen Zaki.
Me
iya pak ada apa ya?
pak Zaki
nggk ada apa apa. saya cuma mau nanya tugas dari saya sudah kamu kerjakan?
Me
sudah pak
pak Zaki
baiklah kalau sudah. hmmm. bagaimana kalau besok kita makan siang bareng. sekalian ada yg mau saya sampaikan.
Me
maaf pak. saya tidak bisa pulang kuliah harus bantu Ibu Rum di rumah makan**.
begitu isi chat nya.
"so sweet sekali ya seorang dosen bisa seperhatian ini sama muridnya" Andra menyodorkan ponsel Meyla tepat di depan muka nya.
Deg
'aduhh kenapa aku lupa belum hapus chat dari pak Zaki sii.' batin meyla
"hmmmm. kan cuma nanyain tugas aja Mas. lagian Dia kan cuma dosen aku aja" ucap Meyla menjelaskan
"iya cuma dosen. Tapi Dia itu dosen termuda. Dia sebaya dengaku. dan belum menikah. apa artinya coba pake ngajak makan siang segala. kalau Dia gk punya perasaan apa apa sama kamu" ucap Andra panjang lebar penuh dengan nada cemburu.
__ADS_1
Meyla yg melihat ekspresi Andra malah jadi ingin menggoda si cowok posesif di sampingnya ini.
"Iya juga ya. Pak Zaki kan masih single. Lumayan ganteng juga. kenapa aku gak sadar kalau Dia mungkin suka sama aku" Meyla tersenyum senang
Andra mendengus kesal. Dia langsung menarik tengkuk meyla dan mencium bibir Meyla dengan sangat ganas. Dia mel*mat bibir Meyla dengan segenap perasaannya. Dia mencurahkan segala rasa cemburunya. Meyla hanya diam mengikuti permainan Andra. Bahkan Andra tak membiarkan Dia bernafas. Sampai Meyla tak kuat lagi untuk bernafas Dia mendorong paksa dada bidang Andra.
"Itu hukuman nya karna sudah berani memuji org lain di depanku" ucap Andra mengusap bibir Meyla yg basah
"mas aku kan cuma bercanda. Lagian aku bukan tipe cewek gk setia ya" ucap Meyla masih mengatur nafas nya
"pokonya kamu gak boleh chatan sama si Zaki itu. atau aku akan mengeluarkan nya dari kampus xx. ngerti kamu?" Andra masih dengan nada kesal nya
Meyla yg hati nya selembut kapas mana mungkin membiarkan seseorang harus kehilangan pekerjaannya karna Dia.
"Iya. aku gk akan balas chat nya lagi. kalau perlu aku blokir nomornya" kata Meyla
"bagus mendingan di blokir saja. Ni aku sudah blokir" jawab Andra sambil mengutak ngatik ponsel Meyla
'hey Tuan Andra. jangan seenaknya sendiri. aduhh bisa dapat nilai E aku pelajaran pak Zaki. Tapi gimana lagi. gara gara chat ni. aku sampai
harus berdebat kayak gini' Meyla membatin
"Ni ponsel nya. awas aja kalau masih berani membuat ku kesal. aku nikahin kamu sekarang" Ancam Andra
'untung aja chat dari Vikka gk dibuka' batin meyla
"Ya sudah ayo aku antar pulang sudah sore" kata Andra sambil berdiri dan menggandeng tangan Meyla
Mereka segera menuju mobil dan melajukan mobilnya menuju Rumah Ibu Rum. Di dalam mobil Andra masih memasang wajah kesal nya.
"Mas. masih marah sama mey?" tanya Meyla hati hati
"Kenapa? merasa kalau kamu itu salah?" tanya Andra kesal
'hadehhh. gara gara chat gitu doang marah nya udah kayak mergoki istri selingkuh aja. Ampun deh Tuan Muda Andra. jangan suka berlebihan deh.' Meyla hanya bisa membatin dalam kekesalan nya
"Mas. maafin aku dong. aku kan juga gak selingkuh. masa iya ada dosen ngechat aku gk bales. kan takutnya penting" kata Meyla memasang wajah memelas.
"ya udah aku maafin kamu. Tapi jangan ulangi lagi " jawab Andra luluh juga akhirnya
"iya mas. makasih sayang " kata Meyla memasang wajah seimut mungkin.
__ADS_1
"Udah pinter ngerayu ya" kata Andra mencubit gemas pipi Meyla
"sakit tau mas" Meyla cemberut sambil memegang pipinya.
Andra hanya terkekeh melihat tingkah lucu kekasihnya itu.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan Rumah Ibu Rum. Disana juga terlihat mobil Jack yg terpakir dan ada satu motor ninja yg juga terpakir disana. Meyla dan Andra segera turun dan masuk ke rumah.
Tok tok
"assalamualaikum " ucap Meyla sambil membuka pintu yg ternyata tidak dikunci.
"Waalaikumsalam "jawab mereka yg ada di ruang tamu serempak
"lho. Lidya, Dani kalian ada disini rupanya?" tanya Meyla
"iya mey ada hal penting yg harus kita bicarakan" jawab Lidya riang
"Tau nih. dari tadi aku udah paksa dia buat ngomong tapi tetep mau nungguin kamu" Vikka kesal
"Hahaha. itu artinya Lidya setia kawan. Iya gk Lid" Meyla tertawa
"iya dong" jawab Lidya santai
Meyla pergi ke dapur untuk membawa minum sama cemilan untuk teman mereka mengobrol.
Tak butuh waktu lama Meyla sudah kembali dengan nampan berisi minuman dan kue butan nya kemarin.
"kasian banget kalian gk dikasih minum ya sama yg punya rumah" ucap Meyla seraya meletakan minuman dan kue di atas meja.
"iya mey. emg tega tuh si Vikka." Lidya dengan wajah cemberut
"Apa? kalau mau minum ambil sendiri sana. kayak yg baru pertama kali kesini aja" Vikka sewot
"Hhahaha. udahlah berantem nya nanti dulu. sekarang apa yg mau kamu bicarakan Lid?" tanya Meyla
"kita ke kamar kamu aja ya. biarin para cowok disini aja. Ini masalah cewek" jawab Lidya santai
"Emang apa si yg mau kalian bicarakan?" tanya Dani penasaran
"ada aja. ayo mey. vikka cepetan" ajak Lidya
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga naik ke atas meninggalkan para cowok tampan di ruang tamu .