
Irena yg sudah berada dalam mobil Andra langsung pura pura sadar. Dia takut kalau Andra sampai membawanya ke rumah sakit. kalau dia tidak segera bangun dari pura pura pingsan nya .
"Andra" panggil Irena lirih
"iren kamu sudah sadar. udah kamu diem aja. kita akan segera kerumah sakit" kata Andra menoleh sekilas ke arah Irena.
"gk usah dra. aku mau pulang ke apartemen aja. lagian kemarin aku baru aja cek up" jawab Iren
"Tapi kan ren kamu harus diperiksa. tadi kamu pingsan" kata Andra
"gk papa ko dra. pengidap penyakit sepertiku emang sering pingsan dan mimisan. itu sudah biasa" Iren tersenyum
"baiklah. kalau kamu mau pulang ke apartemen. biar aku antar" jawab Andra
Setelah sampai di depan Apartemen Irena. Andra segera menggendong Irena masuk ke dalam apartemennya.
" kamu istirahat aja ya. aku pulang dulu" kata Andra setelah meletakan tubuh Irena di tempat tidur.
"iya. hmmm. Andra kalau nanti aku butuh sesuatu aku bisa minta bantuan kamu kan?" tanya Irena
"Tentu saja. kau tinggal telpon saja aku" Andra tersenyum
"aku pergi sulu ya." ucap Andra berlalu pergi meninggalkan Irena.
..................
Sementara itu seorang gadis masih duduk di dekat pihon besar yg menghadap ke danau buatan. Dia sedang menangis sesenggukan. Terlihat jelas raut kesedihan dan terluka di wajah nya.
Tiba tiba ponsel nya bergetar tanda ada pesan masuk. Dia segera merogoh tasnya dan mengecek ponsel nya.
__ADS_1
Mbak Irena
bagaimana Meyla apa kamu sudah siap kehilangan Andra tuk selamanya?😆
Meyla tidak membalas pesan nya. Dia kembali memasukan ponsel nya kedalam tas.
'apa mungkin aku harus menyerah saja. aku cape kalau harus terus kecewa. Mas Andra udah gk percaya lagi sama aku. Mungkin mas Andra bukan jodohku' Meyla membatin sambil terus terisak pilu.
Setelah cape menangis Meyla memilih pulang ke rumah. Sesampainya dirumah Meyla segera masuk dengan wajah lesu dan mata yg sembab. hidung memerah karna kelamaan menangis.
Vikka yg ada diruang tamu langsung berdiri dan menghampiri Meyla yg masuk tanpa mengucap salam. Jelas bukan kebiasaan Meyla.
"Mey. kamu kenapa?" tanya Vikka khawatir melihat keadaan Meyla yg mengenaskan.
Meyla hanya menngeleng kan kepalanya.
Setelah mereka duduk Meyla masih diam dan menatap kosong.
"mey cerita dong. ada apa sebenernya?" tanya Vikka penasaran
Meyla hanya memeluk Vikka dan menangis sejadi jadinya. Vikka mengelus punggung Meyla mencoba menenangkan sahabat nya.
"Ceritalah sama aku. ada apa mey. udah jangan nangis lagi" ucap Vikka
Meyla berhenti menangis dan melepaskan pelukan nya. Dia mulai menceritakan semuanya sama Vikka tanpa terlewat satu pun.
"aku sudah menduganya mey. kalau Iren cuma pura pura sakit. " kata Vikka tersenyum
"kenapa kamu bisa menduga seperti itu?" tanya Meyla bingung
__ADS_1
"Meyla sayang. kamu ini terlalu polos. Coba kamu ingat lagi pas Dia pingsan di acara ulang tahun nya. Masa iya ada yg pingsan tapi muka nya gk pucat sama sekali" jelas Vikka
"iya juga ya Vikk. kenapa aku sampai gk sadar" Meyla terlihat berfikir
"itu karna kamu terlalu lembut dan selalu percaya sama org. kamu gk pernah curiga sama siapapun. kamu terlalu polos" kata Vikka seraya mengusap sisa air mata Meyla.
"ya udah sekarang kamu mandi dan istirahat. jangan terlalu difikirkan. kamu jalani aja semuanya seperti air mengalir." kata Vikka bijaksana
"iya. tumben bisa bijak kaya gitu" kata Meyla tersenyum
"iyalah. baru tau kamu kalau aku ini bijak" jawab vikka
"Hahaha" Meyla hanya tertawa sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Vikka hanya tersenyum melihat Meyla sudah bisa tertawa...
Di dalam kamar Meyla segera mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai Dia segera mengambil beberapa buku pelajaran nya. Dia memilih menyibukan diri dengan belajar agar bisa melupakan masalah nya sejenak.
.....................
Di tempat lain Andra baru pulang dari kantor dan masuk ke kamarnya. Dia bergegas mandi dan berganti pakaian. Sekarang Dia sedang duduk berselonjor di tempat tidurnya.
Terlintas si fikiran nya kejadian tadi di taman. Dia menjadi gelisah.
'apa dengan mendiamkan Meyla adalah pilihan yg tepat. Tapi aku hanya ingin Meyla sadar dan gk usah cemburu buta lagi sama Irena. lagian aku udah gk punya perasaan apapun sama Irena. aku hanya kasian aja sama keadaan nya.
Aku bener bener gk nyangka kalu Meyla bisa sekasar itu sama Iren hanya karna Dia cemburu' batin Andra sambil memejam kan matanya.
Karna terlalu lelah dengan kejadian hari ini Akhirnya Andra pun terlelap.
__ADS_1