Cinta Meyla

Cinta Meyla
Pernikahan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Hari yg di nantikan pun telah tiba. Hari ini adalah hari pernikahan Meyla dan Andra. Pernikahan yg sederhana tapi tetap terkesan mewah. Acara dilangsungkan di taman samping rumah Andra. Awalnya Andra ingin mengadakan acara di hotel mewah. Tapi Meyla menolaknya. Dia ingin acara pernikahan yg sederhana dan sakral.


Akhirnya mau tak mau Andra menurutinya lagian Dia juga takut Meyla akan kelelahan kalau acara nya terlalu mewah dan ramai.


Andra sudah duduk di depan penghulu. Papa Meyla pun sudah ada disana. Kini tinggal menunggu pengantin wanitanya.


Tak lama kemudian Meyla datang dengan ditutun oleh Ibu Rum dan Vikka. Meyla dengan baju kebaya putih yg terlihat mewah dan elegan dengan rambut yg di tata rapi, make up yg natural tapi tetap terlihat sangat cantik dan anggun.


Meyla segera duduk di sebelah Andra dengan perasaan gugup. Papa Meyla langsung menjabat tangan Andra yg sudah berkeringat dingin. Dalam satu tarikan nafas Andra berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lancar dan hikmatd.


"SAH" Suara semua org yg telah menjadi saksi pernikahan mereka.


Pa penghulu segera membaca doa. Setelah itu Pa penghulu menyuruh Andra memasangkan cicin pernikahan mereka lalu Meyla meraih tangan Andra dan mencium punggung tangan suaminya itu. Andra pun memcium kening Meyla lama dengan mata terpejam seolah sangat menikmati ciuman itu. Semua yg ada disana langsung riuh bertepuk tangan..


Setelah itu Meyla dan Andra langsung menuju pelaminan dan semua tamu undangan pun bergantian mengucapkan selamat. Kebanyakan tamu adalah kolega kolega bisnis Andra yg tidak semuanya di undang. Hanya petinggi petinggi perusahaan saja yg di undang.


Papa, Mama, dan Raina juga datang. Mereka langsung menghampiri pengantin untuk mengucapkan selamat.


"Selamat ya mey sekarang kalian sudah resmi jadi suami istri. semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah. " ucap Papa seraya memeluk putrinya itu.


"Terimakasih Pa, Ma kak Raina kalian sudah datang ke acara pernikahan Mey" kata Meyla tersenyum haru

__ADS_1


Raina dan ibu hanya tersenyum dipaksakan sambil bersalaman dengan Meyla dan Andra.


Meyla tiba tiba melihat seseorang yg hendak menghampiri mereka. Meyla langsung memeatung dengan jantung yg seakan berhenti berdetak saat melihat org itu mendekat dengan menggandeng istri dan anaknya.


"Mas Darwin" gumam Meyla tanpa sadar saat Darwin dan keluarga nya sudah ada di depan mereka.


"Selamat ya Mey. Akhirnya kamu bisa menikah dengan lelaki yg kamu cintai. Maafkan aku yg dulu sempat membuatmu tersiksa dengan pernikahan kita" kata Darwin Mengulurkan tangan nya


"Terimakasih mas. Untuk semua itu Mey sudah lupakan dan audah memaafkan kamu mas." Ucap Meyla menjabat tangan Darwin dan tersenyum tulus


"Bundaaa. Revan kangen sama Bunda. Kenapa Bunda tak pernah menemui Revan. Apa Bunda gk sayang lagi sama Revan" Teriak Revan yg langsung memeluk kaki Meyla.


Meyla langsung berjongkok mensejajari tubuh kecil Revan. Meyla tersenyum haru dengan mata berkaca kaca. Sungguh Dia sangat merindukan anak angkatnya ini. Tapi selama ini Meyla tak pernah tau dimana Revan berada.


"Tapikan Bundanya Revan itu cuma Bunda Meyla seorang. Mama maya kan cuma merawat Revan aja" jawab Revan polos


Meyla sudah tak bisa menahan tangisnya. Dia langsung memeluk Revan dengan erat. Dia tak tau bagaimana cara menjelaskan pada anak sekecil Revan.


Maya, Andra dan Darwin hanya diam melihat dan mendengar ucapan Revan. Maya hanya menitikan air mata saat mendengar ucapan Revan anaknya sendiri.


"Revan sayang dengerin Bunda. Kamu tau tidak kalau mempunyai lebih dari satu ibu itu sangat menyenangkan. Jadi kamu harus menyayangi Mama Maya seperti Revan menyayangi Bunda. Jika suatu saat kamu sudah dewasa kamu pasti mengerti dengan keadaan ini sayang" kata Meyla lembut sambil mengusap pipi Revan. Air matanya pun sudah mengalir deras di pipi mulusnya.

__ADS_1


"iya Bunda Revan akan menuruti semua perkataan Bunda. Revan sayang sekali sama Bunda" ucap Revan memeluk Meyla dengan erat.


Tangis Meyla pun semakin menjadi. Dia benar benar menyayangi Revan tapi Meyla juga tak bisa egois jika harus memisahkan Revan dari org tuanya.


"Revan ayo kita pulang nak. kasian Bunda pasti lelah dan ingin istirahat " ajak Maya kepada putranya.


"iya Ma. Bunda Revan pulang dulu ya" ucap Revan


"iya sayang. menurut lah pada Papa dan Mama ya" Meyla mencium kedua pipi Revan


"Mey kita pulang dulu ya. sekali lagi selamat atas pernikahan kalian" ucap Maya cipika cipiki dengan Meyla


"makasih mbak. ohh ya kalau boleh tau kalian sekarang tinggal dimana?" tanya Meyla penasaran.


Selama ini Dia selalu mencari informasi tentang keberadaan Revan. Tapi nihil Dia tak pernah tau Revan tinggal dimana.


"kami tinggal di singapura Mey. Mas Darwin kerja di rumah sakit di sana. Jadi kami menetap disana. Ini kita maksudnya ingin berkunjung pada Mama dan Papa ehh ternyata bersamaan dengan pernikahan mu. jadi kita sempatkan kesini dulu" jelas Maya


"ohh begitu baiklah. kalian hati hati ya." ucap Meyla tersenyum


"iya. kami pamit ya assalamualaikum " pamit keduanya

__ADS_1


"Waalaikumsalam " jawab Meyla dan Andra serempak.


__ADS_2