
Semua yg ada di sana hanya diam mendengar ucapan Meyla barusan. Termasuk Gina dan Risa. Tapi tiba tiba salah satu dosen datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini. kenapa kalian berkumpul disini?" tanya dosen tersebut
semuanya hanya diam tak ada yg berani menjawab.
"sudah cepetan bubar ke kelas kalian masing masing" perintah dosen
Mereka semua langsung bubar menuju kelas masing masing. Sementara Meyla pergi ke toilet untuk menumpahkan tangis nya. setelah sampai di toilet Meyla segera masuk dan menangis sejadi jadinya.
Tanpa Meyla sadari Andra sebenarnya tidak jadi pergi ke kantor. Andra merasa akan terjadi sesuatu pada kekasihnya saat dia memaksa mengantar ke kampus nya. Benar saja baru saja Dia mau menyusul Meyla Andra sudah melihat kejadian yg membuat nya geram. Tapi Andra ingin tau apa yg akan dilakukan Meyla saat itu. Jadi dia memilih diam. Setelah semua pergi Andra mengikuti Meyla ke toilet. Hatinya sakit mendengar tangis wanita yg dicintai nya.
Tok tok
Andra mengetuk pintu kamar mandi.
"sebentar" kata Meyla di dalam Dia segera menghapus air matanya dan mencuci muka nya agar terlihat fres.
Saat Meyla keluar Dia tersentak kaget saat melihat siapa yg ada di depan kamar mandi.
Andra langsung memeluk tubuh Meyla dengan erat. Hatinya sakit saat melihat kekasihnya di hina bahkan di tampar oleh org lain.
Meyla tak bisa menahan tangis nya yg kembali pecah di pelukan Andra.
"sudah jangan menangis lagi. mulai saat ini aku janji gak akan ada yg berani mengganggumu lagi." Andra menenangkan kekasihnya
Meyla tak menjawab dia malah makin terisak. sampai dadanya terasa sesak.
"sayang. sudah jangan nangis lagi. Ada aku disini. " Andra mengusap kepala meyla dan mengecupnya.
Meyla mulai tenang. Dia melepaskan pelukan nya dan menghapus sisa air matanya.
__ADS_1
"Mas ngapain disini? bukan nya mas pergi ke kantor tadi?" tanya Meyla yg sudah bisa menghentikan tangisnya
"Aku tau kamu dari berangkat kesini diam saja karna ada yg kamu takutkan. Aku tau menjadi kekasihku tak mudah. Tapi kumohon bertahanlah. aku akan membuat perhitungan pada siapapun yg mengganggu mu" kata Andra
"Aku tau ko. ini resiko punya pacar yg gak sebanding dengan aku." jawab meyla tenang
"Jangan bicara seperti itu lagi. ayo ikut aku" ajak Andra sambil menggandeng tangan Meyla.
Andra membawa Meyla keruangan Dekan. Saat mereka masuk Meyla terkejut melihat Gina dan Risa sudah ada di dalam bersama dosen yg tadi ada di tempat kejadian. Semuanya menunduk hormat saat Andra masuk. Aura Andra berubah jadi dingin dan datar sama persis saat pertama kali bertemu dengan Meyla.
"Silahkan duduk Tuan" kata pak Dekan hormat
Andra duduk di sofa yg ada di ruangan itu.
"sayang sini duduk" kata Andra yg melihat Meyla masih diam mematung.
"Ehh. iya sayang" jawab Meyla yg langsung duduk disamping Andra.
Semua yg ada disana terkejut melihat perlakuan Andra yg hangat dan lembut pada kekasihnya. Gina dan Risa semakin gemetaran menahan takutnya.
Gina dan Risa hanya mengangguk takut tanpa ada sepatah kata pun.
"Saya membiarkan kalian saat kalian dengan sengaja menjebak Meyla dan Vikka dihutan. Saya fikir kalian tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Tapi kali ini saya tidak bisa memberi kalian ampun lagi." kata Andra dingin
"Maafkan saya Tuan" Gina bersuara dengan gemetaran
"Maaf kamu bilang hah. Apa aku pantas memaafkanmu dan temanmu itu. setelah kau dengan lancangnya menampar kekasihku." Bentak Andra yg membuat muka mereka pucat dan air matanya pun sudah membanjiri pipi keduanya.
"Kamu tau Gina Andriawan saya bisa menghancurkan perusahaan papa kamu dalam waktu 1 jam" Ancam Andra
Semua yg ada disana bergidik ngeri dengan ucapan Andra. Dia memang benar benar hebat. banyak perusahan besar yg melakukan kesalahan atau kecurangan pada perusahaan ARC GROUP maka akan hancur dalam sekejap.
__ADS_1
"Ampun Tuan. jangan hancurkan perusahaan papaku. aku janji akan berubah dan tidak akan mengganggu Meyla lagi" Gina bersimpuh di depan Andra dan memegang kaki Andra.
"Lepaskan tangan kotormu itu" Teriak Andra menendang Gina sampai terjengkang.
Meyla yg melihat Gina seperti itu tak tega. Hati lembut yg dimiliki Meyla sehingga Dia tak pernah punya dendam pada siapapun.
"Mas udah maafin aja kasian Gina" kata Meyla lembut
"kamu dengar org yg sudah kamu sakiti kamu bully Dia malah yg membela kamu. Apa kamu gak malu hah?" tanya Andra emosi
Gina bersimpuh dikaki Meyla diikuti dengan Risa mereka menangis sejadi jadinya.
"Mey maafkan aku mey. aku mohon mey jangan sampai perusahaan papaku hancur" ucap Gina
"iya mey aku juga minta maaf sama kamu" Risa menimpali
Meyla yg selalu gak tegaan langsung menyuruh mereka bangun.
"Bangunlah jangan begini. aku sudah memaafkan kalian. asal kalian benar benar mau berubah dan jangan melakukan hal sperti itu lagi pada siapapun" kata Meyla lembut sambil membantu keduanya untuk bangun.
"iya mey kita janji gak akan mengganggu siapa pun lagi" jawab Gina memeluk Meyla di ikuti Risa. Akhirnya mereka saling berpelukan.
"Saya masih memberi kalian toleransi. karna Meyla mau memafkan kalian." Ucap Andra dingin
"terimakasih Tuan" jawab mereka serempak.
"ayo sayang kita keluar dari sini" ajak Andra sambil berdiri dan merangkul pinggang kekasihnya lalu pergi dari ruangan Dekan.
Saat mereka berjalan di lobi kampus mereka mendengar bisikan para Mahasiswa.
"Hari ini ada tragedi di ruangan dekan. Baru kali ini Gina dan Risa di panggil keruangan Dekan" ucap salah satu siswi
__ADS_1
"iya. gak nyangka kalau Meyla yg pinter itu bisa jadi pacar nya pemilik kampus ini. Gina dan Risa pasti nyesel udah negebully Meyla" jawab siswi lainnya
Tragedi di ruang Dekan menjadi gosip panas di kampus xx. semua pada memuji Meyla yg bisa meluluhkan hati Andra yg terkenal dingin dan kejam itu.