
Tak lama kemudian datang dokter bersama papa. Sang dokter langsung memeriksa keadaan Meyla. Tubuh Meyla juga menjadi panas.
"bagaimana keadaan nya Dok?" tanya Andra cemas
"Dia mengalami syok berat jiwa nya terguncang. sehingga tubuh nya pun menjadi demam saya sudah suntikan obat penurun demam. Semoga saja besok sudah bisa sadar" jelas dokter
"Besok dok. kenapa lama sekali?" tanya Andra makin panik
"iya. Karna saat ini jiwanya mengalami syok berat. itupun kalau obat yg saya berikan bisa di terima tubuhnya. Kalau tubuh nya menolak maka tidak bisa sadar besok. Apakah kalian tidak tau kalau Dia mengalami jantung yg lemah. sehingga kalau Dia syok bisa langsung pingsan bahkan tidak sadar dalam satu hari." jelas dokter lagi membuat semuanya terkejut kecuali mama dan Raina.
"apa dok?. kenapa bisa begitu?" tanya Andra
"penyakit seperti ini biasa nya si penderita selalu mendapat guncangan dalam dirinya. Kurang nya perhatian membuatnya frustasi dan depresi sehingga Dia mengalami jantung lemah karna banyak nya tekanan fikiran " jelas dokter lagi
Andra langsung lemas mendengarnya. Dia tak menyangka kehidupan wanita yg dicintai nya begitu menderita.
"Apa masih bisa di sembuhkan dok?" tanya Andra lagi
"Tentu saja. dengan sering chek up dan juga harus dijaga emosinya agar Dia tak mengalami kejadian kejadian yg membuat nya syok" jelas dokter
"baik dok. setelah Meyla sadar saya akan membawa nya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi" kata Andra tersenyum merasa mendapat pencerahan.
"Baik. itu lebih bagus kalau begitu saya pamit dulu. permisi " kata dokter berlalu pergi
Andra langsung masuk dan duduk di pinggir tempat tidur tanganya masih menggenggam tangan Meyla yg terasa dingin. Andra mencium kening Meyla.
"Panas nya sudah mulai turun. Sayang cepat bangung" kata Andra mengelus pipi Meyla yg pucat.
__ADS_1
Andra merasa hatinya ikutan sakit melihat belahan jiwa nya terbaring lemah dan kenyataan pahit yg Dia terima.
"sayang aku mencintaimu. segeralah bangun sayang" ucap Andra lagi mencium tangan Meyla tak terasa air matanya pun ikut menetes di tangan Meyla.
"Maaf Tuan. apakah kita menginap saja?" tanya mang Diman yg baru masuk setelah mendengar Meyla pingsan.
"iya kita akan menginap dulu sampai Meyla sadar" jelas Andra
"baik kalau begitu saya permisi. semoga nona cepat sadar" ucap mang Diman sopan
"iya terimakasih mang" jawab Andra
Mang Diman pun berlalu pergi.
Rania dan mama masuk ke kamar Meyla.
"Tuan Andra sebaiknya kita makan dulu. ini sudah waktunya makan malam. " Raina dengan senyum manisnya
"Tuan anda harus makan. kalau anda ikutan sakit nanti siapa yg jagain Meyla" ucap mama
"baiklah " ucap Andra seraya berdiri.
"sayang aku keluar dulu ya. nanti aku kembali lagi kesini. Cepatlah bangun aku merindukan mu" ucap Andra mencium kening, pipi, lalu bibirnya.
Mama dan Raina melihat itu semua merasa iri apalagi Raina.
'kenapa lo selalu beruntung. Lo sekarang mendapat kasih sayang dan cinta dari cowok ganteng and tajir kaya Andra. Liat aja gue gak akan biarkan lo bahagia di atas penderitaan gue Meyla' batin Raina
__ADS_1
Sekarang mereka sedang berada di meja makan mereka makan dengan suasana hening. Hanya dentuman sendok dan piring yg terdengar .
Andra sangat malas bicara. Dia merasa kecewa dengan perlakuan keluarga Bramarta pada kekasihnya itu.
"Tuan Andra saya selaku kepala keluarga meminta maaf atas semua ketidak nyamanan ini" Papa buka suara
"hmmm" jawab Andra datar
"Tuan apakah anda masih mau menikahi Mey setelah tahu semuanya?" tanya Raina penasaran
Andra melirik nya tajam dan tersenyum sinis.
"Tentu saja. saya sangat mencintai Meyla " jawab Andra tenang
"kalau begitu saya permisi dulu " kata Andra lagi seraya berdiri dan berlalu meninggalkan meja makan.
Andra masuk ke kamar Meyla lalu naik keranjang dan berbaring di sebelah Meyla. Andra memeluk tubuh Meyla dan mulai memejamkan matanya karna terasa sangat lelah.
..........................
Keesokan harinya Meyla mengerjapkan matanya. Dia melihat ke sekitar dan melihat Andra yg masih tidur pulas dengan tangan masih memluk perut Meyla.
Meyla kembali menitikan air mata saat mengingat kejadian kemarin. Meyla mengelus kepala Andra.
Andra yg merasa ada yg mengganggu tidur nya langsung membuka mata. Dia tersenyum melihat Meyla sudah membuka matanya.
"sayang kamu sudah sadar?" tanya Andra mengelus pipi Meyla.
__ADS_1
Meyla hanya mengangguk sambil berurai air mata yg tak bisa berhenti.
"Sayang jangan nangis lagi. kamu baru saja sadar. sudah jangan memikirkan apapun dulu" ucap Andra memeluk Meyla makin erat.