
Hari berganti Minggu. minggu berganti bulan.
Tak terasa Meyla sudah hampir 2 tahun tinggal di kota A. bahkan sempai sekarang pun tak pernah ada keluarganya yg menghubungi nya.
Kecewa. Sedih. pasti Meyla rasakan. Tapi semuanya bisa terlupakan karna kehadiran org org baru yg menyayangi Meyla. Apalagi kekasihnya itu selalu memanjakan dan menyayangi Meyla. walau pun sifat posesif nya gak bisa hilang. Tapi justru Meyla menyukai sifat nya itu. karna dengan begitu Meyla tahu seberapa besar Cintanya Andra pada Meyla.
.....................
Disebuah ruangan seorang pria tampan dengan pakaian dokter nya sedang merenung. Terlihat jelas Dia sedang sangat gelisah.
"lebih baik aku jujur sekarang daripada aku terus terusan gk tenang kayak gini. Biarin aja aku dikeluarkan dari Rumah sakit ini. Aku udah gk tahan harus terus berbohong." Riza berbicara sendiri
Akhirnya Dia pergi keluar ruangan nya untuk makan siang karna sudah waktunya makan siang. Diperjalanan Riza hanya melamun.
'aku harus kasih tau semuanya ke mereka. Irena sudah terlalu lama membohongi mereka 'batin Riza
Tiba tiba di depan mobilnya ada seorang gadis yg sedang memeluk buku pelajaran nya menyebrang tepat di depan mobil Riza.
Riza yg sedang tidak fokus tersentak kaget. untung saja Dia dengan sigap menginjak rem mobil. Sehingga mobil berhenti setengah meter dari gadis itu.
"Aaaaaa" teriak gadis itu menutup matanya dan menjatuhkan semua buku yg dipegang nya.
Riza segera keluar dari mobil dan menghampiri gadis itu.
"kamu tidak papa?" tanya Riza
Gadis itu membuka matanya Dia melihat ke sekitar. Ternyata mobil nya tidak sampai ke tubuh nya. Dia bernafas lega.
"kamu tidak papa?" tanya Riza lagi
__ADS_1
"Ehh iya aku gk papa ko." jawab nya sambil memunguti buku yg berserakan.
Riza membantu gadis itu mengambil bukunya. Tapi saat Riza memberikan bukunya pada gadis itu. Dia baru melihat jelas gadis yg hampir ditabraknya.
"Lho. bukan nya kamu temennya Irena ya?" tanya Riza
Gadis itu seperti berfikir mengingat ngingat.
"ohhh. ya aku ingat. kamu dokter yg menangani Mbak Irena ." jawab nya tersenyum
"iya. oh ya kenalakan nama saya Riza. waktu itu belum sempat kenalan" Riza mengulurkan tangan nya
"aku Meyla" Meyla menjabat tangan Riza
"kalau begitu. bagaimana kalau aku traktir kamu makan siang. sebagai permintaan maafku karna hampir melukaimu" ajak Riza tersenyum ramah
" hmmmm. tidak usah. nanti malah merepotkan. lagian aku gk papa ko" kata Meyla lembut
"hmmm. Baiklah. mau makan dimana?" Meyla gk tega juga lihat muka memelasnya Riza
"di restoran xx aja. ayo masuk" kata Riza senang sambil membukakan pintu mobil nya.
Meyla dan Riza sudah sampai de depan restoran. mereka segera turun dan memlih meja dan segera memesan makanan. Tak berapa lama makanan datang mereka langsung melahapnya hingga tak butuh waktu lama makanannya sudah habis tak tersisa.
'apa ini saatnya aku untuk jujur ya. setidak nya Meyla ini lembut. Gak akan emosian kayak Tuan Andra' batin Riza
"Mey ada yg mau aku bicarakan tentang Iren" kata Riza hati hati
"mau bicara apa? bicara saja" Meyla membenarkan posisi duduknya
__ADS_1
"hmmm. sebenarnya Irena itu......" Riza gugup
" Mbak iren kenapa ?" tanya Meyla penasaran
"sebenarnya Irena itu hanya......... pura pura sakit" kata Riza ragu dan gugup
"hah? maksud dokter apa?" tanya Meyla terkejut
Akhirnya Riza pun menceritakan semuanya.
"jadi malsud dokter. mbak Iren sengaja pura pura sakit cuma mau mendapatkan Mas Andra kembali?" tanya Meyla masih tak percaya
"Iya mey. maafkan aku karna juga ikut berbohong. Dulu pas Irena dan Tuan Andra masih pacaran. Hubungan nya putus karna Tuan Andra dijodohkan dengan Tiara. Irena sangat frustasi waktu itu. Saat mendengar Tiara meninggal karna kecelakaan Irena jadi semangat lagi untuk memiliki Tuan Andra lagi. Tapi saat Dia mendengar bahwa Tuan Andra sudah bersamamu. Dia jadi memiliki ide buruk ini. Dia minta bantuanku untuk meyakinkan kalian kalau Dia sakit. Aku tak bisa menolak karna keadaan Irena yg masih belum setabil dari frustasi nya. Tapi aku gk nyangka kalau Irena ternyata seobsesi itu sama Tuan Andra. aku rasa Irena hanya terobsesi bukan cinta padanya. Jadi aku memutuskan untuk memeberi tahu kalian. Maafkan aku mey" jelas Riza panjang lebar
Meyla terkejut mendengar ucapan Riza. untuk bebrapa saat Dia hanya diam mencerna semua kata kata Riza.
"awalnya aku takut membocorkan ini semua. karna aku sekarang bekerja di Rumah Sakit milik keluarga Raditya. jika Tuan Andra tau maka aku akan dipecat. dan aku juga gak akan punya pekerjaan lagi karna sudah melanggar sumpah seorang dokter. maaf kan aku mey" ucap Riza menunduk
"hmmm. iya aku ngerti ko posisi kamu waktu itu. dan aku juga akan bilang sama Mas Andra agar tidak memecatmu. Tapi kamu jangan bilang dulu tentang semua ini pada Mas Andra ya." kata Meyla tersenyum
"kenapa mey?" tanya Riza
"aku ingin melihat sampai mana mbak Iren kuat untuk berpura pura sakit dan aku juga akan lebih waspada lagi " jawab Meyla tersenyum
"Mey aku benar benar salut sama kamu. kamu emg berhati lembut. pantas saja Tuan Andra sampai tergila gila padamu. Terimakasih ya mey sudah mau memaafkan kesalahan ku." kata Riza
"iya. aku maafin kamu. tapi jangan kamu ulangi ya. mulai sekarang kita berteman" kata Meyla mengulurkan tangan nya
"Iya kita teman" Riza menjabat tangan Meyla dan tersenyum senang.
__ADS_1
...........................
Di tempat lain Andra yg sedang sibuk dengan laptop nya. Tiba tiba ponsel nya bergetar. Dia segera mengambil dan membuka chat di ponselnya itu. Saat membuka chat itu air muka Andra tiba tiba berubah emosi. Dia langsung keluar dengan tergesa gesa. Setelah sampai di parkiran Andra langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan tingi.