
Aira sedang asyik bermain dengan Papinya di tempat tidur.. Sementara Meyla masih diam merenung di balkon kamar. Tangan nya memegang pegangan pagar besi di balkon kamar yg langsung menuju ke arah taman. Pemandangan bungan di taman terlihat sangat indah jika dilihat dari atas. Tapi Meyla sama sekali tak memandangi pemandangan itu. Tatapan nya kosong fikiran nya melayang entah kemana.
Tiba tiba ponsel nya berdering. Meyla langsung mengambil ponsel nya yg di letakan di meja kecil yg ada di balkon itu.
"Hallo assalamualaikum Ma" sapa Meyla
"Kamu udah ketemu sama kaka kamu?" tanya Mama langsung tanpa menjawab salam Meyla.
Meyla menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya.
"iya Ma. kaka ada di rumah Mas Andra sekarang " jawab Meyla lemah
"Bagus.. kamu harus izinin Dia tinggal disana. Setidaknya kamu masih bisa balas budi karna selama ini kami mengurusmu dan membesarkan mu..." ucap Mama ketus
"iya Ma" jawa Meyla pasrah
Tut Tut tut
Sambungan telpon telah di matikan oleh Mama Meyla. Meyla hanya memandang Ponsel nya dengan sedih.. Mama nya menelpon Dia hanya untuk Kak Raina bukan untuknya.
Meyla menghembuskan nafas kasar.. Dia berjalan menuju ke dalam kamar. Meyla melihat Andra dan Aira tengah tertidur pulas. Meyla menyelimuti keduanya lalu Dia berjalan pergi menuju kamar Raina.
Tok tok tok
"kak aku boleh masuk?" kata Meyla setelah mengetuk pintu kamar Raina
"Masuk aja Mey .. gak di kunci ko" teriak Raina dari dalam.
Meyla pun membuka pintu dan berjalan masuk mendekati Raina yg sedang memainkan ponsel sambil duduk berselonjor di tempat tidur. Meyla pun duduk di pinggir tempat tidur.
"kak. lebih baik nanti kakak langsung minta izin buat tinggal disini sama Mas Andra ya" kata Meyla
__ADS_1
"oke.. aku nanti langsung minta izin " jawab Raina tersenyum riang
"ya udah sekarang Kaka tunggu dulu aja di ruang keluarga ya. Nanti aku ajak mas Andra kesana" Meyla beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi ke kamarnya.
Saat Meyla masuk kemar Dia masih dengan kondisi melamun. Tatapan nya kosong. Entah kenapa Dia merasa bahwa kaka nya akan berbuat sesuatu. Meyla menjadi was was sendiri.
"Sayang.."panggil Andra yg sedang duduk di sofa
"Astagfirullah.. kamu ngagetin aja mas" Meyla mengusap ngusap dadanya karna kaget
"kamu yg dari tadi melamun terus. Emang kamu melamunkan apa hmm?" tanya Andra yg langsung berdiri dan berjalan ke arah Meyla
"gk ko mas. Aku kesini mau ajak kamu ke bawah. Kak Raina ada di bawah" kata Meyla
"ohhh. jadi dari tadi kamu lagi mikirin tentang kakamu itu. Udah sayang kamu gk usah mikirin itu.. Ayo kita temuin kaka mu" ajak Andra yg merangkul pinggang Meyla dan berjalan ke luar kamar.
Sesampainya di ruang keluarga ternyata Raina sudah menunggu nya. Raina tersenyum manis ke arah Andra. Tapi Andra hanya cuek. Andra duduk di sofa depan Raina diikuti Meyla yg duduk di samping nya.
"Langsung saja. Ada apa kamu datang kesini?" Kata Andra to the point
"Baiklah.. saya izinkan kamu tinggal disini. Tapi untuk bekerja kamu tetap harus melakukan proses pada umumnya karyawan yg lain" ucap Andra datar
"oke. Terimakasih Andra" kata Raina tersenyum puas
"ingat selama kamu tinggal di rumah ini kamu jangan berbuat macam macam" Andra memberi peringatan dengan ekspresi datar nya.
"i..iya" Raina gugup melihat tatapan tajam Andra.
Ting tong
Terdengar suara bel rumah.. Meyla langsung berdiri dan berjalan menuju pintu utama. Andra pun mengikuti Dia malas jika harus berduaan dengan Raina.
__ADS_1
"Assalamualaikum " ucap Seseorang di luar sana.
"Waalaikumsalam " Meyla membuka pintu dan langsung mendapat pelukan dari kedua sahabatnya itu.
"Kangen banget.. kamu mey" kata Vikka
"Aku juga kangen kamu Meyla" kata Lidya
"Ya ampun kalian bikin kaget aja... Udah ayo masuk.." Meyla melepas pelukan nya dan mengajak kedua temannya masuk.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.. Raina yg mendengar ribut ribut pun langsung menghampiri mereka. Vikka dan Lidya menatap Raina dengan wajah bertanya tanya. Meyla yg tahu tatapan Sahabatnya itu langsung mengenalkan Raina.
"kenalin Lid. Vikk. ini Kak Raina kaka ku" Meyla memperkenalkan
"ohh.. aku Vikka" Vikka berjabat tangan dengan Raina
"Lidya " Lidya juga menjabat tangan Raina
"Raina" ucap Raina.
Setelah selesai berkenalan Raina lebih memilih pergi ke kamarnya. Sementara Meyla dan yg lain nya sedang mengobrol diruang tamu.
"Mey kenapa kaka mu itu tinggal disini?" tanya Vikka
"Dia mau cari kerja disini. Katanya di perusahaan Papa Kak Raina gk cocok" jelas Meyla
"kamu gak curiga gitu? Tiba tiba kaka tiri kamu itu baik dan minta tinggal disini" kata Lidya
"Hahaha. kalian ini selalu saja tau apa yg aku rasakan" Meyla tertawa hambar
"udah deh.. kita tau ko gimana sikap kakamu itu padamu " Vikka menimpali
__ADS_1
"udahlah gk usah difikirin.. " ucap Meyla yg langsung pergi ke taman untuk menemui para lelaki yg sedang ngopi di taman.
Setelah mengajak para lelaki untuk makan siang bersama. Mereka pun menuju meja makan dan makan siang bersama.