
Andra dan Meyla baru saja sampai di kafe xx. Mereka langsung masuk ke ruang VIP yg sudah dipesan Andra untuk teman temannya.
Saat mereka masuk semuanya menyambut dengan senyuman bahagia. Apalagi melihat Andra yg menggandeng tangan Meyla dengan mesra. Itu membuat mereka merasa rencana mereka berhasil.
"Cielehh. kayak nya ada yg habis CLBK ni" Lidya tertawa mengejek
plakk
Meyla langsung memukul lengan Lidya.
"sakit mey. kamu tu bener bener ya" Lidya Cemberut
"Hahaha" vikka malah tertawa
"apa ketawa. ada yg lucu?" tanya Meyla kesal
"gk ada yg lucu say. cuma seneng aja kalian bisa balikan lagi" jawab Vikka santai
"Ehh... ehh... tunggu bentar ini ada yg baru di tangan Meyla " kata Lidya sambil menarik tangan kiri Meyla dan mengamatinya
"wahh. kayanya bentar lagi dapet undangan kita Vikk" Lidya menggoda dengan menaik turunkan alisnya.
"beneran mey?" tanya Vikka antusias
"Doakan saja. semoga semua nya lancar" jawab Andra santai
Meyla hanya tersenyum malu malu.
"wahh. selamat ya mey. akhirnya kamu bakal punya suami yg kamu cintai say" Vikka beranjak dari duduk nya dan memeluk Meyla di ikuti Lidya. Mereka bertiga saling berpelukan.
"udah dech. kita pulang aja udah mau sore juga " ajak Jack
"oke. kita pulang. hey cempreng kamu mau nginap dirumahku gk. kita rayain hari bahagia ini" ajak Vikka
__ADS_1
"oke. kita seru seruan malam ini. Drakor siapkan vikk" jawab Lidya antusias
"siap " jawab Meyla yg menggandeng kedua temannya berlalu pergi keluar kafe.
Andra dan Jack hanya bisa geleng geleng kepala.
"selamat bro lo udah bisa dapetin Meyla lagi. okh ya kapan lo rencana menikah?" tanya Jack sambil berjalan keluar kafe
"bulan depan." jawab Andra santai
"berarti lo juga harus bertemu keluarga nya dulu dong. minta restu gitu" kata Jack
"iya juga ya. ko gue sampe lupa. ya udah nanti gue bakal tanya ke Meyla kapan Dia bisa bawa gue ke keluarga nya" jawab Andra
Jack hanya mengangguk dan terus berjalan menuju mobil mereka yg sudah ada cewek cewek yg menunggu. Lidya dan Dani sudah duluan pergi tadi.
"ayo sayang" ajak Andra sambil membuka pintu mobil untuk Meyla.
Meyla hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil Andra. Andra pun masuk dan langsung melajukan mobil nya diikuti mobil Jack di belakang.
"hmmm. kalau gitu aku mau bikin kue ya. buat temen kita begadang nanti" ucap Meyla setelah ikut bergabung di ruang tamu.
"oke. aku bantu mey. aku juga pengen bisa bikin kue kayak kamu" ucap Lidya antusias.
"ya udah ayo. kita ke dapur. bahan nya masih ada kayanya." Meyla beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju dapur diikuti Lidya.
"kamu gak mau bantuin mey be?" tanya Jack yg meliahat Vikka malah asyik main ponsel.
"males. pasti nanti di marahin ini salah itu salah. Lidya kan gk pernah bantuin. Jadi gk tau kalo mey bikin kue itu gk boleh gagal. harus sempurna" kata Vikka menekan kata 'sempurna'
"ohhh. gitu ya vikk" Dani menimpali
"hemmm" jawab Vikka.
__ADS_1
Andra yg penasaran langsung pergi menuju dapur. Disana meyla telah menggunakan apron dan sedang mengaduk terigu. Sedangkan Lidya sedang mengocok telur pakai mixer.
"Harus rata ya. harus sampai mengembang pokonya. awas kalo gagal" Meyla menceramahi
"iya mey.. iya. bawel banget" Lidya kesal
"heh. bukan bawel kalo mau bisa harus turuti semua kata aku. Biar nanti kamu bisa buat untuk suamimu " jelas Meyla
"iya dehh. aku serius mau bisa" jawab Vikka
"iya harus serius kalau emg mau bisa. jangan kaya si Vikka di bilangin dikit ngomel. " Kata Meyla kesal
"Hahaha. namanya juga nek lampir " Lidya tertawa
"Hahaha. bener juga kamu" Meyla ikutan tertawa
"Ehem.. Ehem" Andra yg dari tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa tersenyum.
Meyla dan Lidya langsung menoleh. Terlihat Andra sedang berdiri menyender di diding dapur.
"Mas ko disini. sana tunggu aja di ruang tamu" kata Meyla lembut
"aku pengen liat kamu bikin kue." Andra berjalan mendekati Meyla
Andra langsung memeluk Meyla dari belakang.
"Ehem. ada org ya disini" kata Lidya sewot
"Mas lepasin malu sama Lidya" Meyla mencoba melepaskan pelukan Andra
"Sebentar saja sayang. " kata Andra mempererat pelukannya.
Meyla hanya pasrah kalo Andra sudah begini pasti menolak pun sia sia.
__ADS_1
Lidya hanya senyum senyum sendiri melihat Andra sama Meyla.
'Dasar Bucin' teriak Lidya dalam hati. Lidya masih melanjutkan kegiatan nya.