Cinta Meyla

Cinta Meyla
Cinta Segitiga


__ADS_3

Meyla mengerjapkan matanya Dia melihat ke sekeliling nya. Mata Meyle melihat Andra yg masih memejamkan mata. Dia menatap lekat wajah tampan kekasihnya itu. Sungguh beruntung dirinya mendapatkan Andra di hidup nya. Tapi Meyla juga merasa tidak pantas untuk mendampingi Andra yg terlalu sempurna mengingat Dia memiliki penyakit yg pasti akan menyusahkan Andra.


"maafkan aku mas karna selalu menyusahkan mu. Aku mencintaimu sungguh sangat mencintaimu. Tapi aku merasa tidak pantas mendampingimu. Aku takut hanya akan membuatmu malu" Meyla berkata sambil mengusap pipi Andra Dia juga menyentuh hidung mancungnya. Air mata nya sudah mengalir deras di pipi nya.


Tanpa Meyla ketahui Andra sudah bangun dari tadi tapi Dia tetap pura pura tidur. Hatinya sangat sakit mendengar semua penuturan Meyla.


Andra langsung memegang tangan Meyla yg menyentuh wajah nya. Andra langsung duduk dan memeluk tubuh Meyla dengan erat.


"Mas maaf aku mengganggu tidurmu" ucap Meyla di dalam pelukan Andra.


"sayang aku mau kamu jangan bicara seperti itu lagi" Andra memegang wajah Meyla dan mencium kening, pipi, mata lalu bibir Meyla.


Andra meluamat halus bibir Meyla tangan nya menahan tengkuk Meyla dan memeperdalam ciumannya. Cukup lama keduanya menikmati ciuman itu sampai mereka berdua kehabisan nafas. Akhirnya Andra menyudahi ciuman panas itu. Dia takut tidak bisa menahan diri karna nafsu nya sangat kuat untuk memakan Meyla.


"Sayang"pangil Meyla sambil menyenderkan kepalanya di bahu Andra


"Hmm?" jawab Andra mengusap kepala Meyla


"aku mau pulang hari ini" kata Meyla ragu


"sayang keadaan mu belum stabil. Biar kita tanya dulu kondisimu pada dokter " jawab Andra mengecup puncak kepala Meyla.


"Tapi aku sudah baikan ko" jawab Meyla sedikit memaksa


"sayang jangan membantah aku ya. pokonya kamu dengarkan semua kata dokter" Andra menyematkan jari jarinya dengan tangan Meyla.


Tepat saat Andra selesai bicara pintu ruangan VIP khusus untuk keluarga Raditya jika ada yg sakit itu terbuka. Ternyata seorang dokter . Dokter pun langsung memeriksa Meyla. Dia tersenyum melihat Andra yg sama sekali tidak turun dari tempat tidur. Dia bahkan tak melepaskan genggaman tangan nya.


"mas lepasin dong malu ada dokter disini" bisik Meyla merasa risih dengan tatapan dokter yg terus tersenyum.


Andra tak bergeming Dia malah asyik memainkan ponselnya. Meyla mendengus kesal dengan tingkah Andra.


"Baik Nona keadaan anda sudah stabil. Tolong di perhatikan pola makan nya. Jangan terlalu lelah, jangan banyak fikiran dan jangan kurang tidur. " ucap dokter menjelaskan

__ADS_1


"apa saya boleh pulang hari ini dok?" tanya Meyla tersenyum. Andra melirik nya dengan tajam melihat kekasihnya tersenyum pada dokter muda itu.


"Maaf Nona tidak bisa. anda harus dirawat dulu untuk masa pemulihan. Paling bisa pulang lusa" jawab Dokter tersenyum manis


"aduhh dok jangan lusa. besok aja gimana? saya udah bosen tiduran terus. lagian saya juga udah gk papa" Meyla memaksa


"Sayang.... turuti semua kata dokter. oke dokter silahkan pergi kalau sudah memeriksa nya" kata Andra dingin


"baik Tuan. saya permisi" Dokter mengangguk dan berlalu pergi.


"Sayang " panggil Meyla manja


"apa?" tanya Andra ketus sudah tau apa yg akan diminta oleh kekasihnya kalau sudah manja seperti ini


"aku boleh nanya sesuatu sama kamu. tapi kamu janji jangan marah " kata Meyla


"tanyakan saja" jawab Andra santai


"Riza sudah kupecat" jawab Andra ketus


"sayang.... ko kamu tega banget si. Dia itu gk salah " Meyla menyenderkan kepala nya di dada bidang Andra


"kamu bilang apa? gk salah ? Dia itu yg bantu Irena buat bohongin kita semua. kamu masih membelanya. Apa kau menyukainya sampai membela Dia?" Andra emosi dan sedikit menaikan nada suara nya.


Meyla langsung mengangkat wajah nya dan membenarkan posisi duduk nya sehingga Dia sekarang duduk menghadap pada Andra


"Mas bukan gitu. Tapi dokter Riza itu cuma terpaksa melakukan itu karna Dia sangat mencintai Mbak Irena " kata Meyla menjelaskan


"aku tau kalau Dia suka sama Iren" jawab Andra datar


"kamu tau?"Meyla mengulangi ucapan Andra tapi dengan nada bertanya..


Andra menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan mata terpejam. Meyla hanya memerhatikan wajah Andra dan menunggu Andra berkata..

__ADS_1


"Sebenarnya dulu kita ber4 adalah sahabat. Aku, Jack, Riza dan Iren. Tapi semuanya berakhir ketika aku dan Riza sama sama menyukai Iren. Aku yg selalu tidak mau di kalahkan oleh siapapun segera menembak Iren untuk menjadi kekasihku. Dan ternyata Iren juga sama menyukai ku hingga kita menjadi sepasang kekasih. Aku sebenarnya tau bahwa Riza sangat kecewa dan sakit hati waktu itu. Tapi aku juga terlalu mencintai Iren waktu itu hingga aku


tak memperdulikan lagi persahabatan kita." Andra menarik nafas lalu melanjutkan cerita nya.


"Hingga suatu saat Riza nekat ingin menyatakan cintanya pada Iren namun sebelum Riza sempat menemui Irena dan menyatakan cintanya aku sudah duluan menghajarnya habis habisan. Sampai Dia dilarikan kerumah sakit Jack yg mencoba menghalau pun kena pukul sama aku. Waktu itu aku benar benar murka. Hingga sejak saat itu persahabatan kita hancur. Riza juga pindah kuliah keluar negri dan kami tak pernah berkomunikasi lagi. sampai kita di pertemukan di acara ulang tahun Iren. Aku juga sedikit terkejut saat Dia bilang 'ohh. ini Tuan Andra yg sering diceritakan oleh Irena'. Aku juga bingung mendengar ucapan Riza yg seolah tidak mengenalku." Kata Andra panjang lebar


"hmmm. berarti kalian itu harusnya saling minta maaf dan memaafkan. Toh sekarang mbak Irena juga tidak kalian miliki. Kenapa sampai harus bermusuhan " Meyla menasehati


Andra terlihat berfikir dan mencerna semua kata kata Meyla. Dia menghembuskan nafas kasarnya.


"yah. aku akan mencoba untuk berdamai dengan nya. " ucap Andra memandang langit langit ruangan .


"itu bagus... persahabatan itu tidak boleh hancur karna cinta segitiga seperti ini. Kalian ini sudah dewasa selesaikan lah masalah kalian dengan baik baik bukan dengan kekerasan" Meyla menasehati Andra


"iya sayang. kamu benar aku harus menyelesaikan semua ini" ucap Andra tersenyum


"kalau begitu sekarang kamu pergi dan temui dokter Riza minta maaflah. lebih cepat lebih baik " kata Meyla


"Tidak sekarang sayang. nanti siapa yg jagain kamu disini?" kata Andra khawatir


"sayang aku udah chat Vikka sama Lidya mereka akan kesini sebentar lagi. Jadi


kamu tak perlu menghawatirkan aku. Pergilah sudah saatnya kalian berdamai" kata Meyla lembut


"hmmm. baiklah sayangku. Aku akan pergi menemui Riza. Tapi ingat kalau ada apa apa kamu langsung hubungi aku ya" ucap Andra lalu mencium kening Meyla


"Iya mas. aku akan hubungi kamu jika ada apa apa" jawab Meyla tersenyum manis


"aku pergi dulu ya sayang... Assalamualaikum" ucap Andra


"waalaikumsalam. hati hati ya" Meyla meraih tangan Andra dan mengecupnya.


Andra langsung berlalu pergi meninggalkan Meyla yg tersenyum cerah.

__ADS_1


__ADS_2