Cinta Meyla

Cinta Meyla
Chapter 1


__ADS_3

Andra yg baru selesai mandi dan bersiap siap. Dia hari ini akan mengantarkan Aira ke sekolahnya. Andra langsung turun untuk sarapan. Terlihat dari sana Meyla yg sedang bercanda dengan putri kecilnya. Andra langsung menghampiri mereka dan mencium puncak kepala keduanya secara bergantian.


"Mas sarapan dulu sebelum mengantar Aira" kata Meyla yg langsung mengambilkan sarapan untuk suaminya.


"Terimakasih Bunda" ucap Andra menerima piring yg sudah terisi sarapan yg disodorkan Meyla.


Tak butuh lama mereka sudah selesai dengan sarapan nya. Kini mereka sedang berjalan menuju ke teras depan rumah. Meyla sudah menyiapkan bekal untuk putrinya. Dia juga terlihat merapikan baju seragam Aira.


"Sekolah yg benar ya sayang nya Bunda" Meyla mencium kedua pipi Aira


"iya Bunda Aira pergi dulu ya . Assalamualaikum " Aira memcium punggung tangan Meyla.


"Bunda kita pergi dulu ya. Assalamualaikum " pamit Andra. Meyla langsung mencium tangan suaminya dan Andra tak lupa mencium kening Meyla.


"Waalaikumsalam " ucap Meyla


Meyla langsung masuk ke dalam duduk di sofa ruang keluarga. Dia menyalakan Tv tapi tidak ada acara yg menarik. Akhirnya Meyla memutuskan untuk membuat kue untuk cemilan nanti siang.


Meyla kini sudah beraada di dapur Dia sedang menyiapkan bahan bahan untuk membuat kue. Meyla sibuk dengan kegiatan nya sendiri. Tadi sudah ada pelayan yg menawarkan diri untuk membantu Meyla. Tapi Meyla menolak nya. Dia hanya ingin mengisi kejenuhan nya di rumah sebesar ini.


Andra yg baru pulang mengantar Aira ke sekolah nya langsung masuk ke kamar nya yg ada di atas. Tapi saat Dia membuka pintu Andra tak menemukan sosok Meyla disana.

__ADS_1


" Sayang.. " teriak Andra tapi tak kunjung ada jawaban.


Alhirnya Andra turun ke bawah dan menanyakan keberadaan Meyla pada pelayan rumah nya dan pelayan memberi tahu Andra bahwa Meyla sedang membuat kue di dapur. Andra langsung bergegas ke dapur untuk menemui istrinya.


"Sayang kamu sedang apa disini?" tanya Andra yg langsung memeluk Meyla dari belakang membuat Meyla tersentak kaget.


"ihhh. Mas kamu ini ngagetin aja" Meyla mengusap ngusap dada nya karna terkejut.


"Maaf sayang. Abis aku cariin ke kamar kamu gk ada. Ehhh taunya disini " kata Andra masih memeluk Meyla


"aku bosan mas. Jadi aku mau buat kue aja daripada jenuh gk ngapa ngapain" jelas Meyla yg masih memegang mixer untuk mengocok adonan kue.


"Kamu boleh buat apa aja yg kamu mau dirumah ini. Tapi ingat kamu gk boleh sampe kelelahan ya" kata Andra perhatian sambil mencum pipi Meyla


"Tidak boleh. kamu mau apa aku bisa belikan apapun yg kamu mau. Tak perlu bekerja" ucap Andra tegas


"Tapi kan mas aku bosen dirumah" Meyla memelas


"Sekali tidak ya tidak. mau membentah" Andra meninggikan suaranya dan langsung pergi sebelum amarah nya meledak. Dia paling tidak suka dibantah oleh siapapun.


Meyla yg melihat Andra pergi dengan wajah kesal nya hanya bisa menghela nafas. Dia melanjutkan aktifitas nya. Kurang lebih satu jam kini Meyla sudah selesai dengan kegiatan nya. Dia langsung menuju sofa ruang keluarga menghampiri Andra yg terlihat masih kesal. Meyla duduk di sebelah Andra.

__ADS_1


Andra hanya cuek Dia masih kesal dengan istrinya. Meyla meraih tangan Andra dan mencium nya.


"Mas marah sama mey?" tanya Meyla ragu


Andra memalingkan wajahnya tanpa menjawab pertanyaan Meyla. Sudah tau pake nanya lagi pikirnya.


"sayang maafin aku ya. jangan diem aja kaya gini" ucap Meyla memelas


"Aku cuma gk suka dibantah ya. kamu taukan keadaan kamu gimana sekarang. Aku gk mau kamu kelelahan kalau kamu harus bekerja " ucap Andra sedikit melemah


"iya sayang aku tau. aku minta maaf karna sudah membantah mu" ucap Meyla menyesal.


Andra langsung memeluk tubuh Meyla


"iya aku maafkan kamu. Tapi kamu harus dihukum" Bisik Andra ditelinga Meyla dengan senyuman nakal nya.


"Hukuman apa?" tanya Meyla polos


"Hukuman nya dikamar ayo" ajak Andra langsung menarik lembut tangan Meyla dan menuntun nya ke kamar mereka dilantai atas.


Meyla sudah tau apa hukuman yg akan diberikan suaminya itu jika sudah berurusan dengan kamar. Mau tak mau Meyla harus menuruti keinginan suaminya. Dia juga takut dosa jika menolak.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN.


HARGAILAH KARYA AUTHOR YA READERS


__ADS_2