
"Hallo Tuan" sapa anak buah Andra di sebrang sana
"Cari orang yg sudah menculik anak saya. Saya akan mengirimkan nomor yg telah menghubungi istri saya. Lacak nomor nya sampai ketemu" kaat Andra tegas
"Baik Tuan"
Andra langsung memutuskan sambungan telpon nya.
Andra langsung pergi menuju kamar nya Dia ingin melihat keadaan istrinya. Saat Andra masuk Dia melihat Meyla masih menangis sambil melihat foto Aira di ponselnya.
"Sayang udah dong jangan nangis terus " Andra menghampiri Meyla dan mencium keningnya.
"Mas Aira udah ketemu belum?" tanya Meyla disela tangis nya
"Kamu tenang aja sayang. Aku udah suruh anak buahku biar cari Aira" kata Andra sambil duduk di pinggir tempat tidur tepat disamping Meyla.
"Mas aku takut Aira kenapa napa" Meyla memeluk Andra sambil menangis
"Sayang sudah dong.. jangan kaya gini " Andra mengelus kepala Meyla.
Andra merasa geram dan sakit hatinya melihat keadaan istri nya seperti ini. Terlebih anak nya belum ketemu. Andra berjanji akan membunuh siapapun yg menculik anak nya.
"kamu tidur dulu ya sayang. Kamu harus istirahat " kata Andra lembut
"aku gak bisa tidur kalau Aira belum ketemu" Meyla menatap Andra dengan mata sembab dan basah dengan air mata.
"Sayang sudah ya jangan nangis lagi" Andra menghapus air mata Istrinya.
Andra membaringkan tubuh Meyla lalu Dia naik ke atas tempat tidur. Andra menyelimuti tubuh Meyla dan Dia pun ikut berbaring sambil memeluk Istrinya dan mencium pipi nya.
Meyla yg memang sudah lelah pun akhirnya terlelap dipelukan suaminya. Andra tersenyum melihat istrinya terlelap. Andra mencium kening istrinya lalu beranjak dari tempat tidur. Andra berjalan keluar kamar untuk menelpon anak buah nya.
"Hallo bagaimana hasilnya?" tanya Andra saat telepon telah tersambung
"Tuan ternyata yg menculik nona kecil adalah mantan pacar anda. Saya sudah menemukan lokasinya nanti saya share lok "
Andra langsung menutup sambungan telpon. Tak lama kemudian ponsel Andra bergetar. Setelah membaca pesan yg dikirim anak buahnya. Andra langsung bergegas pergi, tak lupa Dia juga menghubungi Jack untuk mengikuti nya ke tempat tujuan.
..............
Di tempat lain Irena sedang tertawa bahagia membayangkan wajah Meyla yg panik.
"Seneng banget lo" kata seorang wanita yg menemaninya
__ADS_1
"iyalah gue seneng akhirnya bisa membalaskan kejahatan Meyla" Irena tertawa senang
"Hahaha. dasar lo.. Diakan gk membuat kejahatan apapun. " wanita itu tertawa senang
" Terus apa yg Dia lakukan merebut cowo gue. Itu lebih dari kejahatan tau gak lo"
"Hahaha" mereka pun tertawa bahagia.
Brakk
Mereka terlonjak kaget mendengar pintu di dobrak dari luar. Mereka langsung mematung saat melihat Andra dan Jack yg sudah berdiri dengan wajah memerah menahan amarah.
"Mana anakku" teriak Andra penuh emosi
"Ka..kamu ngapain disini?" Irena gugup
"Katakan dimana anak ku" Andra mencekran kuat dagunya
"Anakmu ada disana Andra" Irena menunjuk ke arah kamar
Andra langsung menghempaskan tubuh Irena dan berjalan menuju kamar yg ditunjukan Irena.
Sementara itu wanita yg bersama Irena malah mengirimkan pesan pada Meyla dan memberi tahunya tempat lokasi mereka sekarang.
Andra dan Jack langsung kembali masuk dan menghampiri Irena.Andra langsung menampar wajah Irena sampai Irena tersungkur. Darah segar mengalir di sudut bibirbya.
"Apa maksud lo melakukan ini Hah?" bentak Andra penuh emosi
"Karna gue gak suka liat lo bahagia sama istri sialan lo itu. Sudah cukup Tiara yg dulu merebut lo dari gue. Sudah cukup gue mengalah dan merelakan Lo bahagia sama Tiara dulu" Irena ikutan emosi
Plakk
Satu tamparan kembali mendarat dipipi Irena. Andra benar benar murka dengan kelakukan Irena.
"Jack mana pistol gue" Andra menengadahkan tangan nya ke arah Jack.
Jack langsung memberikan apa yg diminta Andra. Dengan cekatan Andra langsung mengambil nya dan menembakan ke arah lain.
Dor
suara tembakan menggema diruangan itu. Irena makin beringsut takut. Andra mengarahkan pistol ke arah Irena. Saat Andra akan melesatkan tembakan ke arah Irena tiba tiba pintu terbuka.
"SETOP" Meyla masuk dan menghampiri Irena.
__ADS_1
"Meyla.. ngapain kamu kesini?" tanya Andra kaget
"Aku mohon jangan kalian bunuh Irena" Kata Meyla menatap Andra
Tiba tiba muncul seseorang dari kamar tempat tadi Irena menyekap Aira. Meyla langsung kaget melihatnya.
"Kaka" Meyla terkejut
"Hahaha.. Meyla... Meyla.. Lo emang bodoh" Raina tertawa
"Apa maksud kaka? kenapa kaka melakukan ini?" tanya Meyla bingung
"karna lo selalu mendapatkan apa yg lo mau.. Lo dapat lelaki tampan dan kaya. Lo juga di sayang Papa padahal lo cuma anak pungut " Raina meninggikan nada suaranya
"Kak sadarlah.. Ini semua salah.. kaka telah melakukan tindakan kriminal. Apa kaka gk kasihan sama Papa dan Mama kalau tau kaka melakukan ini?" Meyla mencoba menyadarkan Raina yg sudah diselimuti dendam.
"Lo fikir gue gak sadar melakukan ini Hah? Gue cuma mau lo menderita" teriak Raina penuh Emosi
"Kak. Apa selama ini Mey kurang menderita di mata kaka? " tanya Meyla dengan suara parau menahan tangis
"Hahaha... Meyla... gue mau lo lebih menderita dari itu. Gue gk akan biarin lo bahagia. " Raina tertawa mengerikan
"Baiklah kak. Tapi jangan kaka libatkan Aira. Dia masih kecil dan gk tau apa apa. Kalau kaka mau menyakiti Mey langsung sama Mey kak jangan sama orang lain" Tangis Meyla pun pecah..
Sakit rasanya seorang yg sudah di anggap kaka nya sendiri malah menginginkan dirinya menderita.
"Gue cuma mau lo mati.. Lo pergi dari kehidupan gue untuk selamanya" teriak Raina penuh emosi
"Diam lo setan" bentak Andra pada Raina.
Andra tak tega melihat istrinya dianiaya sperti itu. Apalagi perkataan Raina kepada Meyla membuat Andra makin emosi.
Raina langsung menyandra Meyla dengan pisau yg di arahkan ke leher Meyla. Semua yg ada disana terkejut termasuk Irena.
"Diam lo semua... atau gue akan bunuh Meyla" Raina mengancam
"kak jangan kaya gini kak. Sadarlah kak istigfar.. " Meyla berkata sambil menangis
"Lepasin istri gue sialan" Andra mengarahkan pistol nya ke Raina
"Jangan... Jangan mas... jangan tembak Kak Raina" teriak Meyla menangis terisak
Tiba tiba terdengar suara mobil polisi di luar. Mereka langsung diam dan menengok ke luar. Tak lama kemudian polisi datang dan langsung menangkap Irena. Raina yg hendak kabur pun langsung ditembak kaki nya oleh polisi sehingga tak bisa lagi melarikan diri.
__ADS_1
Andra langsung memeluk Meyla yg tubuhnya sudah bergetar hebat.. Meyla pun melemah dan akhirnya tak sadarkan diri.