
Riza memutuskan untuk pergi dari taman dan menuju mobilnya. Setelah masuk mobil Dia segera malajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia menuju ke suatu tempat. Tapi bukan apartemen tempatnya tinggal.
Setelah sampai di gedung tinggi Riza segera masuk dan menemui resepsionis..
"maaf saya mencari CEO kantor ini. apakah saya bisa menemuinya?" tanya Riza pada resepsionis
"Maaf Tuan harus membuat janji dulu dan sekarang CEO kami sedang ada miting diluar dan belum kembali. " ucap Resepsionis ramah
"baiklah kalau begitu saya menunggu saja di sini" jawab Riza sambil berlalu pergi dan duduk di kursi tunggu.
Riza menunggu sambil memainkan ponselnya.
Tiba tiba seseorang menghampiri nya.
"ada apa kau mencariku?" tanya Andra yg sudah tau dari resepsionis jika ada yg mencarinya..
"Ada yg ingin aku bicarakan denganmu. penting." jawab Riza tersenyum
"baiklah ayo ikut ke ruangan ku" ajak Andra sambil berjalan menuju lif khusus CEO.
Ting
Pintu lif terbuka Andra dan Riza segera keluar dan berjalan menuju ruangan Andra. Mereka masuk dan Andra segera duduk di kursi kebesaran nya sementara Riza duduk di kursi yg berhadapan dengan Andra.
"langsung saja apa yg ingin kau bicarakan?" tanya Andra dingin
"Saya ingin menjelaskan tentang keadaan Irena sebenarnya." jawab Riza
"Maksudmu?" tanya Andra mengerutkan dahinya.
Riza pun menceritakan semuanya tanpa terlewat satupun.
Barkkk
Andra menggebrak meja emosi.
"kenapa kau tidak memeberi tahuku dari awal hah?" tanya Andra emosi.
"Maaf Tuan saya takut untuk jujur dan saya juga dilarang oleh Meyla. karna Dia bilang Dialah yg akan memeberi tahu semuanya. Tapi ternyata Tuan tidak percaya dengan nya." jelas Riza
__ADS_1
"kalau begitu segera bereskan barangmu dan berhenti di Rumah sakit xx milik keluarga Raditya. " ucap Andra datar
"baik Tuan. saya sudah siap menerima konsekuensi nya. saya permisi dulu " Riza sambil berlalu pergi.
Di dalam ruangan Andra sedang emosi Dia membanting apa saja yg ada disana. Dia sangat marah dengan kebodohannya selama ini. Andra meniju dinding beberapa kali sampai tangan nya membiru. Dia mengacak rambutnya frustasi.
"aku harus menemui Meyla sekarang. aku harus minta maaf sama Dia" Andra berbicara sendiri
Andra berlalu pergi keluar dengan penampilan yg sangat kusut. Semua karyawan menatap aneh kepadanya. Tidak seperti biasa nya penampilan Andra sampai acak acakan seperti itu. Tapi Andra tidak menghiraukan itu semua yg ada di fikiran nya hanya ingin segera menemui Meyla yg 3 bulan ini tidak Dia temui
sama sekali.
Sesampainya di sepan rumah Ibu Rum Andra segera turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke rumah Ibu Rum.
Tok tok tok
"assalamualaikum " ucap Andra sambil mengetuk pintu berulang kali.
"waalaikumsalam " jawab yg di dalam sembari membuka pintu.
Vikka muncul dengan muka kaget.
"vikk aku mau ketemu Meyla" jawab Andra dengan muka memelas
"Meyla gk ada disini. Dia lagi bantuin ibu di rumah makan" jawab Vikka jujur
"oke. kalau gitu aku akan kesana sekarang" ucap Andra sambil berbalik ingin pergi tapi keburu di cegah oleh vikka
"sebaiknya jangan temui mey lagi. Dia sudah berusaha keras untuk melupakan mu. Dia sudah sangat terluka oleh mu" kata Vikka
"Tapi vikk. aku kesini mau minta maaf sama meyla. aku mohon izinkan aku bertemu dengan nya" Andra memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Meyla sudah terlalu menderita selama ini. kamu jangan membuatnya makin menderita lagi. selama ini Dia bahkan lebih banyak belajar dan mengurung diri di kamar. Dia juga sudah mendapat tawaran beasiswa di luar negri dan aku akan menyuruhnya pergi agar Dia bisa melupakanmu" ucap Vikka panjang lebar
Andra terkejut mendengar penuturan dari Vikka. Dia langsung tertunduk sedih.
"maafkan aku Vikk. tapi aku mohon izinkan aku bertemu dengan Meyla sebelum Dia benar benar pergi jauh." ucap Andra pelan
"oke aku bakal izinin kamu ketemu Mey nanti pas waktu wisuda kita" kata Vikka yg tak tega melihat Andra memohon seperti itu.
__ADS_1
Andra langsung mendongak dan tersenyum.
"terimakasih banyak Vikk" kata Andra.
Vikka hanya mengangguk.
'aku cuma bisa bantuin ini mey. keputusan semuanya aku serahkan padamu' Vikka berbicara dalam hati.
Andra pun berlalu pergi meninggalkan Rumah Ibu Rum. Dia menuju sebuah club yg sudah lama tidak Dia kunjungi.
Sesampainya Dia ditempat tujuan. Andra langsung masuk dan duduk di kursi yg ada disana. Andra meneguk minuman beralkohol dengan kasar nya. Dia menghabiskan beberapa botol. Kini Andra telah mabuk berat.
"Meyla aku minta maaf. maafkan aku mey. jangan pergi" Andra meracau dengan kepala di sandarkan di meja.
"Bro lo kenapa sampai mabuk berat kaya gini. banyak masalah?" seorang pria yg tiba tiba duduk di depan Andra
"Diam lo berengsek.." bentak Andra yg masih mabuk
"wahh. lo bener bener mabuk berat ni. " ucap pria itu
Pria itu merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya lalu Dia menelpon seseorang.
Tut tut tut
"Hallo jack. Andra mabuk berat ni. lo jemput Dia sekarang" kata pria itu
"hah. Andra di club sekarang?. oke gue kesana sekarang" jawab Jack lansung menutup telpon nya.
Tak berapa lama Jack pun datang dan langsung menghampiri Andra yg masih meracau tidak jelas.
"putra Andra kenapa bisa kaya gini?" tanya Jack pada putra
"gue gk tau. Tadi pas gue baru masuk gue udah liat Dia kayak gini. Tadi Dia cuma menyebut nama mey.... mey.... siapa gitu" jawab putra jujur
"Meyla maksud lo. Dia tuh pacar baru Andra. mungkin ada masalah sama pacar nya.. sekarang lo bantuin gue bawa Dia kemobil" perintah Jack.
Jack dan Putra langsung memapah Andra ke mobil dan memasukan tubuh Andra ke mobilnya Jack.
"nyusahin aja lo" umpat Jack sambil menutup pintu mobil.
__ADS_1
"gue pergi dulu ya. mobil Andra biar nanti gue suruh org buat ambil kesini" kata Jack yg langsung masuk ke mobil nya dan melajukan mobilnya menuju apartemen nya.