
Waktu cepat berlalu hari ini adalah hari wikend. Dimana Andra mengajak Meyla serta Aira pergi jalan. Meyla yg telah diberi kabar segera siap siap perasaan nya sangat bahagia karna semenjak pergi kemping Dia belum bertemu Aira lagi karna dia disibukan oleh tugas kampus yg segunung.
Tok tok
"assalamualaikum Bundaaa" teriak Aira bersemangat
"Waalaikumsalam " jawab Meyla seraya membuka pintu.
Aira langsung lari memeluk Meyla dengan erat.
"Bunda Aira kangen" ucapnya
"Bunda juga kangen sekali sama Aira yg cantik ini. Maafin Bunda ya sekarang jarang menemui Aira. Bunda banyak tugas kampus. " kata Meyla sambil berjongkok mensejajari tubuh mungil Aira. Meyla mencium kedua pipi Aira dan menoel hidung mancung nya.
"Ehemm. papi kayak nya di lupain ni" ucap Andra dengan nada cemburu
"Ehhh. ada papi nya Aira ya. ko sampai lupa saking kangen nya sama Aira. hehe" kata Meyla cengengesan.
"Berani ya sekarang godain aku. mau aku cium disini" Andra berbisik di telinga Meyla membuat Dia merinding ngeri.
"Apaan si" Meyla malu
"Mey. siapa yg datang?" tanya Vikka yg tiba tiba datang dibelakang Meyla.
"ehhh. ini vik ada mas Andra sama Aira" jawab Meyla santai
"Wahhh. ini yg namanya Aira. cantik sekali gemes deh. kenalin nama tante Vikka" kata Vikka seraya mencubit gemas pipi chabi Aira
"Aku Aira tante Vikka. tante temennya Bunda?" tanya Aira sambil mencium tangan Vikka.
"Iya. bahkan bukan hanya teman. Tapi kita itu saudara. iya kan Bunda Meyla" Vikka merangkul bahu Meyla sambil menaik turunkan alis nya menggoda sahabatnya.
__ADS_1
"Apaan si. emang aku Bunda kamu gitu." jawab Meyla kesal
"hahaha" Vikka hanya tertawa bersama Andra.
"oh ya kalian mau kemana?" tanya Vikka yg sudah berhenti tertawa
"kita mau jalan jalan aja" jawab Andra santai
"ohh. ya bener tuh Mey harus refreshing biar gk botak tuh kepala belajar mulu siang malam" jawab Vikka senang
"Ehhh. tuh mulut ya. aku kan rajin gak kayak kamu pemalas. Liat aja aku bakal bisa wisuda bareng sama kamu biarpun aku beda 1 semester. Tapi aku bakal bisa menyeimbangi kamu."jawab Meyla mengejek
"iya deh iya. namanya juga murid teladan" kata Vikka kesal
"emang. udah ahh aku pergi dulu ya. assalamualaikum " ucap Meyla
"Waalaikumsalam. hati hati ya. selamat bersenang senang" jawab Vikka riang
Meyla dan Andra akhirnya masuk ke dalam mobil Aira seperti biasa duduk di pangkuan Meyla sambil terus mengoceh.
"iya mas terserah kamu saja." jawab Meyla tersenyum. padahal ada rasa kecewa dihatinya. Tapi Dia mencoba mengerti.
Sesampainya di depan Apartemen milik Irena ternyata Irena sudah menunggu di pinggir jalan dengan senyum ceria nya. Andra langsung menyuruh Irena masuk ke dalam mobil nya.
"wah. ini ya yg namanya Aira. cantik sekali" puji Irena pada Aira
"iya tante. nama tante siapa?" tanya Aira lucu
"nama tante Irena. panggil saja tante Iren ya manis" jawab Irena riang
"iya tante iren" kata Aira tersenyum
__ADS_1
"kita mau kemana nih dra?" tanya Irena
"gak tau. kita mau kemana sayang?" tanya Andra lembut pada Meyla.
"Terserah mas saja. Aira mau kemana?" Meyla bertanya pada Aira
"Kita ke taman bermain aja pi. Aira mau kesana" jawab Aira riang
"oke" jawab Andra tersenyum manis
Irena yg duduk dibelakang merasa geram melihat keharmonisan hubungan mereka.
'Sudah seperti keluarga saja. bersenang senanglah dulu Meyla. sebelum aku merebut semuanya yg harusnya jadi milikku.' batin Irena emosi
Tak berapa lama mobil yg mereka tumpangi sudah sampai di taman bermain. Aira tampak bersemangat dan ceria. Dia menaiki beberapa wahana permainan. membeli mainan dan juga membeli eskrim kesukaannya. Dia selalu berjalan kesana kemari menarik narik tangan Meyla agar mengikuti nya.
Irena yg kesal karna dari tadi merasa diabaikan. Dia langsung merogoh tasnya dia mengambil botol kecil yg berisi cairan pewarna merah persis seperti darah. Irena meneteskan cairan itu tepat dekat dengan lubang hidung nya. Jadi terlihat seperti mimisan. Dia langsung menghampiri Andra dan Meyla.
"Andra apa kita gk istirahat dulu aku lelah sekali" ucap Irena sengaja pura pura tidak tahu tentang hidungnya yg sudah seperti mimisan.
"ya ampun Irena kamu mimisan lagi. ayo kita duduk istirahat dulu. Aira kamu sama Bunda dulu ya" Andra panik sambil menunutun Irena untuk duduk di bangku yg tak jauh dari sana.
"Iren kamu itu seharusnya gk usah ikut kita. jadi kamu kelelahan kan" kata Andra setelah mereka duduk
"gak papa ko Andra. aku seneng di saat terakhir ku. aku masih bisa bahagia dan mengenal putri kecilmu yg lucu itu" jawab Irena tersenyum senang
"jangan berbicara seperti itu. aku yakin ko kamu akan bisa sembuh" Andra sambil membersihkan noda merah di hidung Irena dengan tisu.
"makasih ya Andra kamu sudah mau jadi temanku. Disaat aku yg hampir sekarat ini" ucap Irena pura pura sedih
"jangan bicara seperti itu lagi. kamu akan selalu menjadi temanku. Apapun yg terjadi padamu" kata Andra lembut
__ADS_1
Irena hanya tersenyum puas melihat perhatian Andra padanya.
Meyla dari kejauhan yg melihat ke arah Andra dan Irena. Ada perasaan sakit dihatinya. Dia juga melihat ekspresi Irena yg seperti sengaja memanfaatkan keadaan. Tapi Meyla tidak mau suudzon sama Irena. Meskipun di hatinya ada rasa kecewa dan sakitt. Tapi Dia masih mencoba untuk mengerti semuanya.