Cinta Meyla

Cinta Meyla
Aku Butuh Waktu


__ADS_3

Irena yg baru sampai di kota B. Dia segera mencari penginapan. Saat sedang berjalan menuju hotel. Irena tidak fokus pada jalanan di depan hingga Dia menabrak seseorang yg ada di depan nya


Brukkk


"maaf. saya tidak sengaja" kata Irena sambil membantu org itu berdiri.


"tidak papa. saya juga sedang tidak fokus" jawab org itu tersenyum


"ohh. ya aku Irena. kamu siapa?" tanya Irena mengulurkan tangan nya


"aku Raina " Raina menjabat tangan Irena.


"ohh. baiklah. aku baru sampai di kota B. bolehlah aku meminta nomor ponselmu. Aku tidak punya teman disini" kata Irena


"Tentu saja. ini kartu namaku" jawab Raina sambil memberikan kartu nama nya.


"Terimakasih banyak. senang bertemu dengan mu Raina" ucap Irena sambil menerima kartu nama Raina.


"iya. kalau begitu aku mau pergi dulu ya. sampai jumpa lagi" Raina berlalu sambil melambaikan tangan nya.


"sampai jumpa" jawab Irena juga melambaikan tangan nya.

__ADS_1


Irena pun masuk ke lobi hotel dan memesan satu kamar untuk Dia menginap disini. Dia senang karna baru pertama kali ke kota B Dia sudah punya kenalan yg nanti bisa Dia mintai bantuan.


......................


Andra dan Meyla masih duduk di ruang tamu. keduanya masih saling membisu. Sampai akhirnya Meyla beranjak dari duduk nya dan berjalan ke kamarnya di lantai atas.


Andra hanya diam melihat punggung Meyla yg semakin menjauh. Hatinya sakit di acuhkan oleh Meyla. Tapi Dia juga sadar ini semua kesalahan nya.


Entah angin apa yg membuat Andra berjalan menuju kamar Meyla. Setelah sampai di depan kamar Meyla. Andra membuang nafas beratnya. Dia membuka pintu kamar perlahan. Terlihatlah Meyla yg sedang membaca buku dengan serius hingga Dia tak menyadari Andra sudah masuk mendekatinya.


Meyla terkejut melihat Andra sudah duduk di pinggir tempat tidurnya.


"mau apa kesini?" tanya Meyla ketus


"maaf untuk apa.?" Meyla pura pura tak mengerti


"Maaf karna aku tidak percaya padamu. maaf karna aku mendiamkan mu selama 3bulan ini. maaf karna aku egois. maaf karna aku mengecewakan mu. maaf karna aku telah membuatmu terluka" kata itu keluar sangat lancar dari mulut Andra. Dia benar benar mengeluarkan segala keluh kesah nya.


Meyla hanya diam dengan mata berkaca kaca. Jujur di lubuk hatinya Dia sangat merindukan laki laki yg ada di depan nya saat ini. Tapi hatinya terlalu terluka. Ini bukan pertama kalinya Andra membuat nya kecewa. Hatinya belum siap untuk menerima nya kembali. Dia takut akan kecewa lagi.


"Mey maukah kamu kembali padaku. kita mulai lagi dari awal. aku tau aku tidak pantas mengatakan ini setelah apa yg telah aku perbuat padamu. Tapi aku mohon Mey berilah aku kesempatan terakhir mu." Andra memohon air matanya sampai menetes karna dia menyesali perbuatan nya.

__ADS_1


"maaf. aku butuh waktu. Sekarang keluarlah. aku ingin istirahat " kata Meyla mencoba tegar


Andra merasa sangat sakit mendengar ucapan Meyla. Tapi Dia sadar bahwa Meyla memang butuh waktu untuk bisa kembali padanya. Akhirnya Andra keluar kamar Meyla dengan perasaan campur aduk.


Andra memutuskan untuk pulang menaiki taxi Dia ingin memberikan ruang untuk Meyla bisa berfikir.


Di kamar Meyla sedang menagis sesenggukan. Dia merasa sesak pada dadanya. Dia menangis karna Andra dengan mudah nya memporak poranda kan hatinya. Meyla benar benar bingung dengan keputusan apa lagi yg harus dia berikan pada Andra. laki laki yg dicintainya tapi juga yg sering mengecewakan nya.


Karna terlalu lelah menangis akhirnya Meyla tidur.


................


Di sisi lain Andra yg baru sampai di kamarnya. Dia segera merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya. Dia menatap langit langit kamarnya dengan perasaan kacau. Andra takut Meyla tak bisa memaafkan nya. Dia takut Meyla akan pergi jauh meninggalkan dirinya.


Andra sudah membuat kesalahan yg benar benar membuat Meyla terluka. Dia sadar itu. Tapi itu semua karna kebodohan nya yg percaya begitu saja pada kebusukan Irena.


Andra yg mengingat Irena langsung menelpon seseorang.


" Hallo. Cari Irena segera dan bawa ke ruang eksekusi. aku ingin membuat pelajaran padanya" kata Andra


"Siap bos. kami laksanakan" ucap org di sebrang sana yg ternyata kepala pengawa kepercayaan Andra.

__ADS_1


Andra langsung menutup telponya. Dia beranjak menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri dan fikirnya.


__ADS_2