
Di ruang tamu Rumah keluarga Meyla sedang ada pembicaraan tentang pernikahan Meyla. Mama dan Raina pun ikut bergabung.
"Saya kesini bermaksud ingin meminta restu om dan tante. Saya akan menikahi Meyla bulan depan" kata Andra bijaksana.
Raina yg melihat Andra berbicara sebijak itu sampai melongo. Benar benar keren pikirnya.
"Apakah anda sudah yakin dengan keputusan ini? anak saya ini seorang janda Tuan?" tanya Papa Meyla
Deg
Meyla merasa sangat sesak di dadanya. Inilah yg Dia takutkan status nya akan menjadi masalah.. apa yg harus Dia lakukan? Meyla hanya menunduk takut melihat pandangan Raina dan mama nya yg memandang dengan benci ke Meyla.
"saya tidak memperdulikan status Meyla om. saya sangat mencintai Meyla." jawab Andra sedikit kaget. Tapi Dia masih bisa menormalkan suara nya.
"Maaf Tuan. " suara Raina membuat semua menoleh ke arah Raina termasuk Meyla.
"Ada yg harus anda tau kalau papa gk bisa jadi wali nikah nya Meyla karna Meyla cuma anak pungut di keluarga Bramarta" ucap Raina lancar
Duarrr
Bagai disambar petir di siang hari. Meyla merasa sakit di dadanya. Air mata yg sedari tadi ditahan nya tumpah juga. Jadi selama ini Dia hanya anak angkat? pantas saja mereka memperlakukan nya dengan buruk kecuali almarhum Ibu yg menyayanginya. Terus aku ini anak siapa? pertanyaan itu hanya ada di pikiran Meyla. Dia tk mampu bicara tenggorokan nya terasa tercekat sulit untuk bicara.
Semua yg ada disana juga terkejut dengan ucapan Raina.
"Raina apa yg kamu katakan?" teriak sang Papa
"udahlah pa. udah saat nya Mey tau semuanya" jawab Raina santai
__ADS_1
Meyla hanya menangis terisak pilu. Andra mencoba menenangkan dengan memeluk nya erat. Raina makin emosi melihat adegan di depan nya.
"Mey udah waktunya tau siapa Dia sebenarnya Pa" kata Raina lagi
Meyla mencona tegar Dia melepaskan pelukan nya. Dia harus bertanya Dia harus tau kebenarannya.
'Cobaan apalagi ini Ya Allah' batin meyla
"Pa apa benar yg dikatakan kak Raina?"tanya Meyla dengan suara parau menahan tangis.
Papa Meyla hanya diam.
"Pa jawab pa. mey harus tau semuanya" teriak Meyla dengan suara bergetar. Andra langsung mengelus punggung Meyla agar lebih tenang.
"iya nak. kamu sebenarnya adalah anak pembantu dan supir keluarga Bramarta dulu. Tapi saat keluarga mu pulang kampung. Kalian kecelakaan dan hanya kamu yg selamat. Sementara almarhum Ibu mu tak bisa mempunyai anak. jadi Dia memutuskan untuk mengadopsi kamu. karna ayah dan ibumu tak punya saudara lagi. " jawab Papa panjang lebar
"Dan ada lagi yg harus kamu tau mey" kini mama ikut bicara
"apa?" tanya Meyla bergetar
"Sebenarnya sebelum kamu lahir papa kamu sudah menikah siri dengan mama karna ibumu yg tak bisa memberinya keturunan dan mama memilki dua anak dari papamu yaitu Raina dan kakak lelakinya Darwin" jelas mama panjang lebar
Deg
apakah mas Darwin yg mama maksud terus apa tujuan nya mama dulu menyuruhnya menikah dengan mas Darwin? Meyla bertanya tanya.
"apakah maksud mama mas Darwin mantan suami mey?" tanya Meyla ragu
__ADS_1
Mama hanya mengangguk.
"Terus apa tujuan mama memaksa mey nikah sama mas Darwin. dan apa kalian juga tau tentang Revan?" tanya Meyla setengah berteriak
"Maaf kan papa mey. Sebenarnya Revan adalah anak Darwin dari pacarnya maya. Dia berselingkuh dibelakangmu dan pas melahirkan Revan Maya mengalami koma karna pendarahan hebat. Maafkan papa mey" jawab papa menunduk merasa bersalah
Meyla semakin menangis sesenggukan. Apa salahnya hingga semua org tega memainkan perasaan nya.
"Kalian tega. Sebenarnya apa salah mey sama kalian. kenapa kalian gk bunuh mey aja sekalian dari pada harus di siksa dengan semua kebohongan ini" teriak Meyla terisak.
"sayang jangan berbicara seperti itu" Andra memeluk tubuh Meyla yg bergetar hebat karna menangis.
"Lo tuh ya bukan nya bersyukur masih ada yg mau ngurus lo dari bayi sampai sekarang. Ini malah teriak teriak. gak sopan banget lo. dasar gk tau balas budi" teriak Raina emosi. Sebenarnya bukan karna Meyla teriak teriak ke org tuanya. Tapi karna Dia melihat perhatian Andra pada Meyla.
Meyla yg masih menangis di pelukan Andra lama lama melemah dan tak sadarkan diri. Andra mereasa tak ada lagi isakan tangis Meyla mengoyang goyangkan tubuh Meyla.
"sayang..... sayang Hei bangun" teriak Andra menepuk nepuk pipi Meyla
"kita bawa saja langsung ke kamar tamu Tuan Andra. " kata papa yg ikutan panik melihat Meyla tak sadarkan diri.
Andra langsung menggendong tubuh Meyla dan mengikuti langkah papa Meyla menuju kamar tamu. Andra segera meletakan tubuh Meyla di tempat tidur. Dia terus menggenggam tangan Meyla mencoba menyadarkan kekasihnya itu.
"sayang bangun... jangan bikin aku panik" Andra terus mencium tangan Meyla
"kita panggil dokter aja Tuan. kaisan Meyla" kata Papa
"iya om. segera panggilkan dokter" ucap Andra
__ADS_1
Papa Meyla segera berlalu keluar untuk memanggil dokter. Raina dan mama pun ikut masuk ke kamar Meyla. Mereka melihat Andra begitu menghawatirkan Meyla. Tentu saja itu semua membuat Raina naik pitam.