
Kini mereka semua telah menunggu di luar ruangan UGD. Vikka yg dari tadi sudah menangis dipelukan sang kekesih. Begitupun dengan Lidya. Ibu Rum juga terlihat sangat gelisah menunggu dokter keluar dari ruangan Meyla. Andra terus mondar mandir gelisah.
"yg tenang lah nak Andra. Meyla pasti baik baik saja" Ibu Rum mengusap punggung Andra menguatkan
"iya bu semoga semuanya baik baik saja" kata Andra
"Be udah jangan nangis lagi. Mey kan wanita yg kuat. sudah ya" Jack pun mencoba menenangkan kekasihnya itu.
Sudah 1 jam dokter memeriksa keadaan Meyla tapi belum keluar juga membuat mereka makin gelisah. Tak berapa lama dokter pun akhirnya keluar juga. Andra langsung menghampiri dokter dengan wajah harap harap cemas.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Andra cemas
"Pasien baik baik saja. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Nona mengalami Kardiomiopati tahap awal" ucap sang dokter
"Jelaskan penyakit apa itu?" tanya Andra dingin
"Kardiomiopati adalah penyakit pada kelainan otot jantung. Kardiomiopati akan menyebabkan berkurang nya jantung untuk memompa darah. Gejalanya adalah sesak napas, mudah lelah, dan nyeri dada. Untung ini masih tahap awal dan cepat segera di bawa kesini. " jelas dokter
"Apa bisa sembuh dokter?" tanya Vikka yg sudah barlinang air mata
"Tentu saja. karna ini masih tahap awal maka saya akan memberi obat yg harus diminum dengan rutin dan juga harus chek up seminggu sekali untuk pemantauan kondisi Nona. Jika tidak berhasil dengan obat maka terpaksa kami harus melakukan operasi" kata Dokter
"Baiklah dok. lakukan yg terbaik apapun itu. Saya tidak peduli dengan biaya nya berapapun itu" kata Andra dengan wajah memohon
"Baik Tuan saya akan melakukan yg terbaik" ucap sang dokter
"kalau begitu apa boleh kita melihat nya Dok?" tanya Lidya
" Silahkan . Saya permisi dulu" ucap sang dokter berlalu pergi
Andra dan yg lainnya langsung masuk melihat keadaan Meyla yg ternyata sudah sadar dan tanpa sepengetahuan mereka Meyla juga mendengar semua penjelasan dokter tadi.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah sadar?"tanya Andra mencium kening Meyla
"Mey kamu gk papa kan. gk ada yg sakit?" tanya Vikka khawatir
"iya mey kamu gk papa kan?" Lidya ikut bertanya
Meyla hanya tersenyum lemah lalu mengangguk mengisyaratkan seolah berkata iya aku baik baik saja. Tapi mulut nya terasa sulit untuk mengucapkan kata kata itu.
"Sebaiknya kalian pulang aja. ini sudah malam biar aku aja yg disini" titah Andra
"gk mau. aku mau nemenin Mey disini" Bantah Vikka
"Be kamu pulang dulu ya. besok kita kesini lagi. Mey juga butuh istirahat kan sekarang yuk biar aku antar pulang bersama ibu. " kata Jack menenangkan
"iya Vikk. kita pulang dulu besok kita kesini lagi" kata Ibu Rum sambil menghampiri Meyla
"Mey ibu pulang dulu ya. kamu harus sehat kembali nanti ibu gk ada yg bantuin dong" Kata Ibu Rum lembut
Akhirnya mereka semua pun pulang dan kini tinggal Andra dan Meyla di ruangan itu .
Meyla mencoba membuka mulut nya untuk bicara tapi tenggorokannya terasa kering.
"Mas" panggil nya lirih
"iya sayang ada apa? apa ada yg sakit yg mana bilang kalau ada yg sakit" kata Andra mengusap sayang kepala Meyla
Meyla hanya tersenyum dan menggelengkan kepapala nya.
"Minum" kata Meyla lirih
Andra langsung mengambil air putih yg ada di meja samping tempat tidur lalu membantu Meyla untuk minum.
__ADS_1
"Sudah sayang?" tanya Andra
"sudah Mas" akhirnya suara nya kembali normal setelah tenggorokan nya tidak terasa kering lagi.
"sayang" panggil Meyla
"iya sayang. ada apa hmmm?" tanya Andra lembut
"Mas apa penyakit ku bisa sembuh?" tanya Meyla sendu
"apa maksudmu sayang?" tanya Andra kaget
"sudahlah mas. aku udah denger semuanya" jawab Meyla
"sayang dengerin aku. kamu pasti sembuh dan aku akan melakukan apapun demi kesembuhan mu" kata Andra memegang wajah Meyla
"maafkan aku ya mas. Aku cuma nyusahin aja buat kamu" kata Meyla berlinang air mata
"Sayang..... jangan bicara seperti itu. Kamu gk pernah nyusahin siapapun termasuk aku" kata Andra sambil menghapus air mata Meyla.
"Mas lebih baik kamu batalkan saja pernikahan kita dari pada harus menikahi wanita penyakitan gk berguna kaya aku. Masih banyak wan......" ucapan Meyla langsung dipotong oleh Andra
"Sayang CUKUP" Andra sedikit membentak
"sampai kapanpun aku gk akan batalin pernikahan kita. malah aku akan mempercepat menjadi minggu depan" jelas Andra
"Tapi mas....."
"gak ada tapi tapian kamu harus nurut apapun itu" Andra mengecup bibir Meyla singkat.
"Sekarang kamu tidur jangan pernah bicara seperti ini lagi dan jangan memikirkan hal apapun percaylah sama aku semuanya akan baik baik saja"kata Andra mencium kening Meyla lalu Dia pun ikut naik ke tempat tidur dan tidur bersama Meyla. Meyla yg malas berdebat lagi hanya diam dan mencoba memejamkan matanya.
__ADS_1