
Setelah 3 hari Meyla di rawat. akhirnya Dia diizinkan pulang hari ini. Andra selalu menemani Meyla dan makin overprotektif selama Meyla di rumah sakit. Kadang membuat Meyla kesal dengan segala larangan nya.
" pokonya ingat kamu makan nya harus teratur. dan gk boleh masuk kuliah dulu" kata Andra setelah mereka sampai di kamar Meyla.
"Iya mas. aku gk akan kuliah dulu" jawab Meyla pasrah
"bagus. sekarang istirahatlah. aku mau ke kantor" Andra langsung mencium kening Meyla
"iya. hati hati dijalan" kata Meyla tersenyum manis
Andra akhirnya berlalu pergi meninggalkan Meyla. Saat ini Meyla sedang duduk berselonjor sambil membaca buku. Tapi tiba tiba ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk. Saat Meyla mengambil ponsel dan melihat siapa yg menelpon. Mata nya langsung membulat sampurna.
'ada apa mbak Iren nelpon aku ya?' batin Meyla bertanya tanya sambil mengangkat telpon yg ternyata dari Ierena.
"Hallo. assalamualaikum mbak" sapa Meyla ramah
"Hallo. waalaikumsalam. mey bisa kita ketemu hari ini?" Irena langsung to the point
"hmm. ada apa ya mbak ngajak ketemu?" tanya Meyla balik
"ada yg mau aku bicarakan sama kamu. bisa gk kita ketemu di taman sebrang kampus kamu aja" kata Irena
" hmmm. baiklah. aku kesana setengah jam lagi ya mbak " kata Meyla
"iya. aku tunggu" jawab Irena yg langsung memutuskan telpon nya.
'ada apa ya ngajak ketemu. ko perasaan ku jadi gk enak gini. ya udah lah. mudah mudahan aja gk ada apa apa' batin meyla
Akhirnya Meyla segera siap siap dan langsung pergi ke taman. karna jarak nya dekat jadi Meyla hanya perlu jalan kaki saja.
Sesampainya disana Irena telah menunggu di salah satu bangku taman. Meyla segera menghampirinya.
"mbak sudah lama?" tanya Meyla sambil duduk di sebelah Irena
"gk ko mey. baru aja sampai" jawab Irena tersenyum senang
" langsung aja ya mey. aku mau minta bantuan mu untuk kali ini saja" ucap Irena dengan wajah memelas
"bantuan apa mbak?" tanya Meyla penasaran
__ADS_1
"kamu mau gk putusin Andra dan biarin Andra nikah sama aku. " kata Irena
Duarrr
bagai tersambar petir di siang bolong. Meyla benar benar terkejut dengan ucapan Irena sampai dia bingung harus berkata apa.
"mey aku tahu kamu org baik. aku mohon mey di waktuku yg tinggal sebentar ini aku mau menikah sama org yg aku cintai" kata Irena memelas
'masih bisa bersandiwara seperti itu kamu mbak. memanfaatkan penyakit bohongan mu itu. ' pikir Meyla
"maaf mbak aku gk bisa. aku sangat mencintai Mas Andra " akhirnya Meyla bisa berkata juga
" aku mohon mey. masa kamu tega lihat org sekarat kamu gk mau kabulin permintaan terakhirnya" Irena pura pura sedih
"Tapi sayangnya mbak gk sekarat. mbak sehat. aku udah tau semua kebohongan mbak yg pura pura sakit" kata Meyla tegas
" kamu...... kamu.... udah tau semyanya" kata Irena gelagapan
" iya aku udah tau semua kebohongan mbak iren" jawab Meyla tenang
" Hahaha. bagus dech kalau kamu udah tau. lebih baik sekarang kita bersaing mendapatkan Andra" Irena tertawa sinis
" He. asal kamu tau ya. bentar lagi aku akan bisa merebut Andra darimu" bentak Irena
" silahkan kalau mbak bisa" jawab Meyla santai
Disis lain Andra yg berniat ke Rumah Ibu Rum langsung menghentikan mobil nya saat melihat dua wanita yg dikenal nya sedang berada di taman. Karena penasaran Andra langsung turun dan berjalan mendekati mereka.
Irena sangat geram dengan ucapan Meyla dia hendak menampar Meyla tapi dengan sigap Meyla mencekal tangan Irena.
Tapi Irena malah tersenyum puas saat melihat seseorang yg akan menghampirinya. Irena langsung merogoh tas selempangnya. Dia mengambil botol kecil dan meneteskan cairan mirip darah itu dekat lubang hidung nya.
Dengan sigap Irena menjatuhkan dirinya sendiri dan menampar pipi nya sendiri hingga merah.
" apa yg mbak lakukan?" tanya Meyla kaget
" Mey. aku kan udah bilang aku gk pernah mau merebut Andra dari kamu. aku cuma mau temenan aja sama dia. kenapa kamu lakukan ini mey" kata Irena menangis palsu
"Maksud mbak apa? bukan nya Mbak sendiri yg bilang mau merebut mas Andra dariku" Meyla mengernyitkan dahinya
__ADS_1
Meyla berjongkok hendak membantu Irena bangun. Tapi siapa sangka Irena malah teriak histeris seolah Meyla akan menyakitinya.
" Ampun mey. jangan sakiti aku lagi. aku minta maaf" teriak Irena histeris
" apa maksud mbak. aku gk mengerti. aku cuma mau bantu mbak bangun" kata Meyla menyentuh tangan Irena.
" ampun mey. jangan pukul aku lagi aku mohon" teriak Irena
"APA YG KAU LAKUKAN MEYLA" Andra beteriak sehingga membuat Meyla segera menoleh.
" Mas kamu ada disini?" tanya Meyla bingung
" apa yg kau lakukan pada Irena?" tanya Andra tegas
" aku gk lakuin apa apa mas. tadi mbak iren sendiri yg......" belum sempat Meyla melanjutkan nya sudah dipotong oleh Irena
" Andra jangan marahi meyla. Dia hanya cemburu buta sama aku. makan nya Dia lakuin ini sama aku" Irena menangis tersendu sendu
Andra segera menghampiri Irena.
"Ya ampun Iren. kamu mimisan lagi. ayo kita cepat ke rumah sakit" kata Andra cemas
"mas dengerin aku dulu. selama ini mbak Iren cuma pura pura sakit. mas percayalah sama aku" Meyla mengeluarkan uneg uneg nya.
"DIAM" bentak Andra hingga membuat Meyla terlonjak kaget
" aku gk nyangka ya. Dibalik kebaikan dan kelembutan mu. kamu adalah wanita yg sangat kasar. kau tega menganiaya org yg sedang sakit parah" kata Andra datar
Tangis yg sedari di tahan oleh Meyla akhirnya pecah juga. Dia benar benar sakit dengan ucapan Andra. Dia tidak menyangka Andra akan semarah itu dan membela Irena mati matian. Andra bahkan tk percaya dengan ucapan nya.
"Mas asal kamu tau Mbak Iren itu hanya pura pura sakit " teriak Meyla
"kenapa kamu tega sama aku mey. sampai kamu menuduh ku pura pura sakit. apa salahku sama kamu mey?" tanya Irena menangis palsu
"mbak cukup mbak. harusnya mbak bertobat. Berubah lah mbak jangan kaya gini. mbak jujur saja kalau mbak hanya pura pura sakit " ucap Meyla seraya menghapus air matanya.
Brukkk
Irena melancarkan aksinya dengan pura pura pingsan di depan Andra. Andra yg bodoh itu dengan percaya langsung menggendong Irena dan pergi melewati Meyla yg masih berdiri mematung dengan berurai air mata. Andra pergi tanpa sepatah kata pun.
__ADS_1