Cinta Meyla

Cinta Meyla
Mencium bau pelakor


__ADS_3

Setelah dirasa capek dan lelah. Meyla dan yg lainnya menuju parkiran untuk pulang. Irena terus memegangi tangan Andra seolah olah Dia sangat lemah dan akan tumbang disana.


Meyla menggendong Aira yg sudah tertidur karna terlalu lelah bermain..


"Mey aku boleh gak duduk di depan aku pusing banget nih kalau harus duduk di belakang takutnya tambah pusing " Irena cari kesempatan


Meyla hanya mengangguk patuh. Dia langsung masuk ke pintu belakang dan meletakan kepala Aira di paha nya supaya Aira tidur nyenyak.


Irena dan Andra asyik mengobrol masa masa muda mereka saat mereka bersama di Amerika. Meyla hanya jadi pendengar saja. Jauh di lubuk hatinya Dia kecewa karna Andra seperti tak memperdulikan keberadaan nya. Tapi lagi lagi Meyla menepis perasaan itu Dia selalu mencoba mengerti keadaan Irena.


Tiba tiba disaat Meyla asyik melamun ponsel nya bergetar. Dia langsung melihatnya ternyata chat dari Vikka.


**Vikka


kamu dimana Mey?


Me


aku lagi di jalan menuju pulang mau mengantar dulu mbak Irena ke Apartemen nya.


Vikka


what? jadi kamu jalan sama Irena juga?


Me


iya. katanya Dia mau ketemu Aira.


Vikka

__ADS_1


Terus kamu percaya gitu aja. ko aku mencium bau bau pelakor ya.🤔


Me


jangan suudzon kamu. nanti bisa dosa


Vikka


bukan suudzon. emang kamu gk merasa gitu kalau irena suka cari perhatian sama Andra**


Meyla tak membalas lagi chat dari Vikka. Dia mencoba mencerna apa yg Vikka bilang barusan. Sebenarnya Dia juga merasa bahwa Irena cuma cari perhatian sama Andra. Tapi Meyla yg hati nya terlalu lembut jadi tidak mau negatif tingking pada Irena.


Tak terasa karna terlalu asyik cahatan sama Vikka dan melamun. Meyla tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di depan Apartemen milik Irena.


"ya udah aku masuk dulu ya. kalian hati hati dijalan" ucap Irena tersenyum senang


"iya kamu istirahat ya. jangan terlalu lelah dan banyak fikiran. ingat kata dokter" ucap Andra tersenyum


"kamu pindah kedepan ya" kata Andra tersenyum


"aku disini saja mas. kasian Aira" jawab Meyla yg sudah nyaman dan malas pindah


"Ehh. kamu pikir aku supirmu apa. cepat pindah." kata Andra dengan nada kesal


Meyla tak menjawab Dia langsung pindah ke depan. Disepanjang jalan hanya ada kebisuan. Andra yg kesal karna tadi Meyla memainkan ponsel sambil senyum senyum sendiri ada perasaan cemburu. Dia takut kalau Meyla chatan dengan pria lain. Dan pas disuruh pindah kedepan Meyla menolak.


Sesampainya di Rumah mewah milik Andra. Dia langsung menggendong putrinya dan membawan ke kamarnya. Tanpa memperdulikan Meyla yg masih berdiri di luar.


Meyla memilih pergi ke taman samping Rumah. Dia duduk di sebuah bangku. Hatinya selalu bisa tenang jika berada di sebuah taman yg penuh bunga.

__ADS_1


'kenapa coba malah Dia yg marah? harusnya kan aku yg marah dari tadi diabaikan karna ada mantan kekasihnya.' batin meyla


Andra yg baru sadar Meyla tidak mengikutinya. Dia segera keluar rumah mencari Meyla. Andra melihat Meyla sedang duduk di bangku taman. Dia segera menghampiri Meyla dan duduk di sampingnya. Tapi Meyla yg masih asyik melamun dan memandang ke arah bunga bunga yg bermekaran indah tak menyadari kalau Andra sudah duduk di sampingnya.


"Ehem.. Ehem" Andra berdeham


Meyla terperanjat kaget melihat Andra sudah di sampingnya.


"Asyik banget melamun nya. emg melamun kan siapa.?" tanya Andra


"hmmm. Aku tidak melamunkan siapa siapa." jawab Meyla gelagapan


"oh ya. apa kamu sedang melamunkan cowok yg ngechat kamu tadi?" tanya Andra kesal


"Maksudnya?" Meyla mengerutkan kening nya tidak mengerti.


"Tadi di mobil kamu chatan sama siapa sampai senyum senyum sendiri gitu?" tanya Andra kesal dan penasaran


"Hahahaha" sontak Meyla tertawa terbahak bahak.


" jadi tadi kamu fikir aku chatan sama cowok gitu? hahaha. tadi aku itu cuma chatan sama Vikka " jawab Meyla masih dengan tawanya.


"hmmm. mana ponselmu kalau gitu aku mau memastikan" Andra menengadahkan tangan kanannya di depan muka Meyla


'Aduh salah ngomong aku. kan chat dari Vikka membahas soal Irena. Terus masih ada beberapa chat dari senior kampus yg belum aku hapus. bisa mati aku' batin meyla


"cepat. kenapa kamu takut ketahuan kalau ada chat dari pria lain" Andra mulai kesal


Meyla pasrah Dia menyerahkan ponselnya dengan hati was was.

__ADS_1


'Tapi aku kan gak pernah membalas chat yg gk penting dari para senior' batin meyla yg merasa cemas.


__ADS_2