Cinta Meyla

Cinta Meyla
Ruangan Eksekusi


__ADS_3

Saat Andra mesuk ke dalam ruangan yg disebut dengan Ruangan Eksekusi itu. Dia terkejut melihat seorang gadis yg sudah tak berdaya dengan penuh luka diseluruh tubuh nya. Gadis itu hanya menangis terisak pilu.


Tapi bukan Tuan Andra namanya jika akan luluh dengan tangisan darah sekalipun. Jika sudah berani mengganggu kehidupannya maka harus siap menanti ajal yg akan menjemputnya secara paksa.


"Hahahaha." tawa Andra yg terdengar sangat menyeramkan.


"jadi lo tikus kecil yg berani melawanku hah?"tanya Andra


Tari hanya menunduk takut dan menangis terisak.


"apa maksud dan tujuan lo melakukan itu hah?" bektak Andra sambil menedang kaki Tari dengan keras.


"JAWAB" suara Andra memenuhi langit langit ruangan itu.


"ampun Tuan ampuni saya. saya janji tidak akan melalukan nya lagi. " kata Tari terisak keras


"Hahahaha. ampun katamu. lo pikir gue bakal mau ngampuni org yg udah mau bunuh calon istri gue hah?" kata Andra makin emosi.


"Jack mana pistol kesayangan gue?" tanya Andra


"Ini bro. lo yakin mau buat Dia mati. kenapa lo gk siksa dia aja. kurung Dia disini sampai Dia mati dengan sendirinya." kat Jack datar


"Hahaha. ideu lo bagus juga. oke sekarang lo semua boleh pergi dari sini. Ingat jangan pernah masuk kesini tanpa seizin gue atau Jack." kata Andra dingin


semua pengawal yg berbadan besar itu hanya mengangguk dan berlalu pergi.


Kini tinggal Andra, Jack dan si tikus kecil Tari.


"Nikmatilah sisa hidupmu disini tikus kecil" Kata Jack tersenyum sinis

__ADS_1


"Hahahaha. kita punya mainan baru setelah lama kita tenang. kini ada lagi yg berani mengganggu kita." kata Jack lagi


"Hahahaha lo bener banget. Mereka gk tau siapa sebenarnya kita" ucap Andra


Andra dan Jack pergi meninggalkan Ruangan menyeramkan itu.


Inilah sebenarnya di balik sifat posesif dan penyayang Andra adalah salah satu org yg tak akan memberi ampun pada penghianat dan juga musuh musuh nya. Andra akan selalu membunuh siapa pun yg berani mengusik hidup nya.


Jack yg selalu ceria, baik, dan kadang humoris Dia juga memiliki sifat yg tak kalah menakutkan. Berbeda dengan Andra Jack lebih memilih menyiksa penghianat atau musuh musuhnya dengan cara membiarkan Dia hidup tapi terus mendapat siksaan bahkan tak memberinya makan. Sampai Jack puas bermain main barulah Dia akan melesatkan peluru pistol kesayangannya pada para penghianat dan juga musuhnya.


.............................


Di tempat lain Vikka dan Ibu Rum baru sampai di Rumah Sakit. Setelah mereka di beri tahu oleh perawat disana. Mereka segera menuju ruangan dimana Meyla dirawat.


"assalamualaikum " ucap mereka sambil membuka pintu.


Meyla yg masih tidur terbangun karena ada yg mengucapkan salam serta membuka pintu kamarnya. Dia segera bangun dan duduk.


Vikka langsung berlari memeluk tubuh Meyla.


"kamu gak papa kan mey?" tanya Vikka dalam pelukan Meyla


"aku gk papa ko Vikk. makasih sudah mau kesini" jawab Meyla seraya mengusap punggung Vikka yg memeluknya.


"apaan si. kita itu udah seperti saudara jadi kamu jangan pernah beranggapan kalau kamu sendiri disini" kata Vikka setelah melepas pelukan nya.


"iya mey. Ibu udah anggap kamu anak ibu sendiri" kata Ibu Rum sambil berjalan mendekati Meyla.


"Terimakasih banyak. kalian udah mau menyayangiku dan menganggapku keluarga" Ucap Meyla berkaca kaca

__ADS_1


Meyla memeluk Ibu Rum diikuti Vikka. mereka saling berpelukan bahagia.


Tiba tiba pintu Ruangan terbuka munculah Andra dan Jack masuk ke dalam dengan membawa kantong plastik berisi makanan dan juga sebuah parsel buah.


"Sayang kamu udah bangun?" tanya Andra sambil mencium kening Meyla


"iya.. mas habis darimana ?" tanya Meyla


"aku habis beli makanan" jawab Andra santai


'cih. tadi aja udah kayak singa yg mau makan mangsanya. sekarang langsung berubah manis dan lembut kayak gitu. hahaha " batin Jack menahan tawa.


"Be kamu darimana aja. ko pas aku datang kesini kalian malah gk ada?" tanya Vikka menyelidik


"Ehh. itu be tadi aku ada kerjaan yg harus di selesaikan dulu. jadi baru bisa kesini sekarang" jawab Jack tenang


"ohhh. gitu" Vika mangut mangut


"Mey gimana keadaan mu sekarang?" tanya Jack


"udah baikan ko. aku besok juga mau minta pulang aja sama dokter" kata Meyla riang


"gak. kamu belum boleh pulang. kamu gk dengar dokter bilang kamu harus dirawat selama masa pemulihan. ngerti " kata Andra khawatir


"Tapi mas. aku kan bosen disini cuma tiduran aja. Lagian aku udah gk papa. jadi bisa rawat jalan aja" kata Meyla memelas


"Tidak. sekali tidak ya tidak." kata Andra penuh penekanan


Meyla hanya diam. percuma juga melawan gak akan menang pikirnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan komen.


Hargailah karya author dengan meninggalkan jejak kalian.


__ADS_2