Cinta Meyla

Cinta Meyla
Bunuh Diri


__ADS_3

Di sebuah ruangan yg hanya remang remang lampu itu. seorang gadis sedang meringkuk di sudut ruangan itu. Gadis itu terlihat sangat memprihatin kan. Dengan sisa tenaga nya gadis itu mengambil vas bunga usang yg terbuat dari kaca. Dia langsung memacahkan vas bunga itu hingga berserakan.


"Aku harus mati. daripada aku di siksa kaya gini. aku lebih baik mati sekarang" ucap nya putus asa. Dia langsung mengambil sepirhan pecahan vas tersebut dan mengiris nadi nya. hingga darah segat bercucuran ke lantai.


"hahaha." tawanya yg terdengar semakin lemah.


Brukkk


gadis itu ambruk dan menghembuskan napas terakhirnya.


Hanya demi obsesi semata Tari harus mengakhiri hidup nya dengan cara ini. Dia telah dibutakan oleh obsesi cinta dan harta. Sehingga hidupnya berakhir dengan keadaan menyimpan dendam...


......................


Di sisi lain Jack sedang sibuk dengan berkas berkas di meja kerjanya. Tiba tiba ponsel nya berdering. Dia segera mengangkat telpon yg ternyata dari anak buahnya.


"Hallo. ada apa?" tanya Jack dingin


"Hallo boss. Tawanan kita telah mati bunuh diri" ucap seseorang si sebrang sana


"Hahahaha. bagus. ini yg aku suka. tak perlu mengotori tanganku sendiri. Urus mayat nya segera " kata Jack disertai tawa


"baik bos." kata org itu sambil bergidik ngeri mendengar ucapan Jack


Jack segera menutup telpon nya dan segera menghubungi Andra.


Tut tut tut


"Hallo ada apa Jack?" tanya Andra malas


"Ehh. kenapa lo kaya lagi lemes gitu?" tanya Jack


" gk papa. ada apa lo nelpon gue?" tanya Andra


"gue cuma mau bilang kalau tikus kecil telah mati bunuh diri " kata Jack santai


"hahaha. bagus itu yg gue harapkan" Andra tertawa senang.

__ADS_1


" Dasar psikopat lo" uajar Jack


"kayak yg lo nggk aja" jawab Andra santai


"hahahaha" Jack hanya tertawa


"Kalo kita gk kayak gini. kita udah mati dari dulu. lo tau kan musuh kita dimana mana. " kata Andra tenang


"iya lo bener. ya udah gue mau kerja lagi. bye" Jack langsung menutup telpon nya dan menyimpan ponsel nya di meja.


.........................


Tiga B**ulan Kemudian**


setelah kejadian di taman waktu itu. Andra benar benar mendiamkan Meyla. Dia tk pernah menghubungi atau menemui Meyla. Sebenar nya bukan tidak mau tapi tidak sempat. Karna Andra selalu di buat sibuk sama semua permintaan Irena yg selalu aneh aneh. Dia selalu menggunakan kata penyakit nya agar Andra tk menolak permintaan nya. Sebenarnya Andra juga jengkel dengan sikap Irena yg manja. Tapi Dia juga kasian melihat kondisinya. Padahal itu hanya kebohongan semata.


Di tempat lain Meyla baru keluar dari kelas nya.Dia segera ingin pulang. Semenjak kejadian itu Meyla menjadi lebih pendiam. dan selalu menyibukan diri dengan belajar. hingga dia benar benar bisa menyeimbangi Vikka agar bisa lulus bersama dalam waktu belajar yg singkat.


"Meyla tunggu sebentar" suara seseorang memanggil Meyla.


"ya ada apa pak?" tanya Meyla sopan setelah menghampiri dekan yg memanggilnya.


"terimakasih pak. saya akan memikirkan nya dulu" jawab Meyla mengambil surat yg di serahkan Dekan.


"iya sama sama. kamu fikirkan baik baik sebelum mengambil keputusan " Dekan menasehati


"iya pak. kalau begitu saya permisi dulu. assalamualaikum " Meyla mencium punggung tangan Dekan. dan berlalu pergi


"waalaikumsalam " ucap Dekan sambil melihat tangannya yg barusan di cium Meyla


'masih ada anak jaman sekarang yg sopan dan menghormati org tua seperti Meyla. sungguh beruntung org tuanya memiliki anak seperti Meyla.' pak Dekan berbicara dalam hati


Meyla berjalan sambil terus memandangi kertas yg ada di tangan nya. Dia sudah tiga kali membacanya tapi tetap belum bisa mengambil keputusan. Disaat gundah seperti ini Meyla akan selalu pergi ke taman pavoritnya itu.


Kini Meyla telah duduk di salah satu bangku taman. Dia terlihat bingung dengan tatapan kosong.


'Kalau aku terima beasisiwa ini. berarti aku akan pergi keluar negri. dan aku tak akan bisa bertemu Aira dan Mas Andra lagi. Tapi kan selama ini mas Andra gk pernah hubungi aku sama sekali. apa dia benar benar marah padaku. Tapi apa salahku? aku tidak melakukan apa apa. ' Meyla membatin sambil membuang nafas beratnya

__ADS_1


' huh.. lagi lagi aku harus kecewa dengan sikap nya. Tapi kenapa aku tidak bisa meluapakan nya. perasaan cintaku gk hilang malah semakin besar. padahal aku sudah 3 bulan ini tak pernah berhubungan ataupun bertemu dengan nya. kenapa dengan hatiku ini Ya Allah' Meyla menjerit dalam hati. Dia benar benar frustasi dengan keadaan nya sekarang.


Disaat Meyla masih asyik melamun. Tiba tiba ada tangan yg menepuk bahunya. Meyla langsung tersentak kaget.


"Dokter Riza" ucap Meyla setelah menoleh ke arah seseorang yg menepuk bahunya.


" melamun aja siang bolong gini. nanti kesambet lho" kata Riza bercanda


"apaan si. mana ada hantu yg berani mendekati aku" jawab Meyla tertawa kecil


" hahaha. iya kamu bener kamu kan wanita berhati malaikat mana mungkin ada hantu yg berani deketin kamu" Riza ikut tertawa


"apaan si. gk usah lebay dech" kata Meyla


"ohh ya. tadi kamu lagi ngelamunin apa?" tanya Riza penasaran


" gk mikirin apa apa ko"jawab Meyla tersenyum


" hmm. mey gimana hubungan mu dengan Tuan Andra. apa kamu sudah memeberi tahunya tentang Irena?" tanya Riza serius


" aku sudah memberi tahunya tapi Mas Andra gk mau dengerin aku. Dia gk percaya sama aku" ucap Meyla menunduk sedih


"bagaimana bisa Dia gk percaya sama kamu mey?" tanya Riza tk percaya


Meyla akhirnya menceritakan kejadian di taman 3 bulan yg lalu pada Riza. Meyla menceritakan nya sambil menangis terisak. Membuat Riza jadi tak tega melihatnya.


"irena benar benar keterlaluan. Dia harus dikasih pelajaran " ucap Riza menahan amarah


"sudah lah tidak usah di bahas lagi. mungkin aku dan mas Andra bukan jodoh" kata Meyla tersenyum tegar


"gk bisa gitu dong. kalian harus mengalami ini karna kebohongan kita. aku minta maaf ya mey sudah ikut andil dalam kebohongan Irena." kata Riza


"sudahlah gk usah di bahas lagi. aku udah maafin kamu ko. oh ya aku mau pulang dulu ni." kata Meyla tersenyum


"ya udah hati hati ya. mau aku antar?" tanya Riza tersenyum


"tak usah. aku bisa sendiri lagian kan deket. tinggal jalan kaki aja. aku duluan ya. Assalamualaikum " ucap Meyla seraya beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


"waalaikumsalam " jawab Riza tersenyum.


Riza masih duduk diam di taman itu. Terlihat Dia sedang berfikir sesuatu. Tapi entah apa hanya Dia lah yg tau.


__ADS_2