Cinta Meyla

Cinta Meyla
Kesempatan Terakhirmu Tuan Andra


__ADS_3

Hari yg ditunggu pun datang. Hari ini adalah hari dimana Vikka dan Meyla melaksanakan wisuda kelulusan mereka.


Acara di gelar sangat meriah semua mahasiswa bersorak ria.


Setelah acara demi acara selesai Vikka dan Meyla berjalan menyusuri lobi kampus untuk segera pulang.


"Mey ikut aku dulu ya. Mas Jack ajak aku makan siang buat rayain wisuda kita" kata Vikka


"aku males ahh vikk. meningan pulang aja. lagi gk mood" jawab Meyla malas


Vikka tak menjawab nya lagi Dia malah terus berjalan sampai parkiran. Vikka tersenyum senang melihat Jack yg sudah menunggu nya dengan seikat bunga di tangan.


"Hai be selamat ya atas kelulusan kamu" Jack menyarahkan bunga yg di pegang nya lalu mencium kening Vikka.


"Mey selamat ya. kamu hebat banget bisa lulus sececpat ini" Jack mengulurkan tangan nya


"makasih mas Jack" Meyla tersenyum dan menjabat tangan Jack


Tiba tiba di saat mereka masih asyik mengobrol ada mobil sprot mewah yg berhenti di depan mereka.


Deg.


Meyla sangat tau siapa pemilik mobil itu. Wajahnya berubah menjadi tegang. sedangkan Vikka dan Jack hanya tersenyum penuh arti.


Andra turun dari mobil nya dengan membawa sebuket bunga mawar putih yg sangat indah. Dia menghampiri mereka dengan senyum merekah.


"hay selamat ya Vikk. lulus juga akhirnya" kata Andra tersenyum dan mengulurkan tangan nya.


"makasih " jawab Vikka menjabat tangan Andra


Andra beralih melihat wanita yg dicintai nya. Namun juga wanita yg telah dia lukai. Andra mencoba mendekati Meyla yg masih tak bergeming dari tempatnya.


"hai. mey selamat ya atas kelulusan nya. ini buat kamu " Andra menyodorkan bunga nya ke Meyla


"makasih. kamu tak perlu repot repot membawakan bunga segala" jawab Meyla datar tanpa mengambil bunga dari Andra

__ADS_1


"plisss. mey terima bunga nya ya. aku mohon" Andra memohon sambil terus menyodorkan bunga.


"baiklah. terimakasih banyak Tuan Andra " jawab Meyla dengan menekan kata 'tuan Andra '


Deg


Andra merasa sangat kecewa dengan penolakan Meyla dan juga dengan ucapan Meyla yg menyebut nya Tuan. Sakitt itulah yg Andra rasakan saat ini. Tapi apa boleh buat inilah Meyla kalau sedang kecewa. Tak bisa memperlihatkan kelembutan nya.


"Mey ayo kita berangkat " ajak Vikka sambil menggandeng tangan Meyla


"Aku males akhh Vik. kamu pergi aja sana. aku mau pulang aja" jawab Meyla


"ihh. gk bisa gitu dong. aku mau rayain nya sama kamu Mey." Vikka memaksa


"Meyla. Vikka" Suara cempreng memanggil mereka . Tentu saja Vikka dan Meyla langsung menoleh ke arah suara.


"heh. cempreng banget suaramu sampai aku budeg tau" Vikka kesal


"Hahaha. sorry sorry. aku kesini mau ngasih selamat buat kamu Vikka" Lidya mengulurkan tangan nya.


"selamat Vik atas kelulusan mu" Dani juga memeberi selamat


"Terimakasih Dan" ucap Vikka tersenyum


"Mey kamu curang. ko wisuda nya ninggalin aku si" Lidya Cemberut kesal


plakk


Meyla memukul tangan Lidya gemas rasanya sama tingkah sahabatnya itu.


"bukan nya ngasih selamat gitu. malah ngomel. dasar sahabat durhaka kamu " Meyla kesal


"hehe. lupa. ya udah selamat ya mey ku sayang kamu emg hebat bisa lulus dengan waktu singkat" Lidya memeluk Meyla


"Terimakasih banyak ya Lid. kalian udah jadi sahabat aku selama ini. " ucap Meyla terharu

__ADS_1


Vikka juga ikutan berpelukan dengan mereka. Persahabatan yg erat tanpa melihat setatus dan keadaan itulah mereka selalu bersama dalam suka dan duka.


"selamat ya mey. kamu hebat"Dani mengulurkan tanganya setelah melihat mereka bertiga melepas pelukannya.


"Terimakasih Dan" ucap Meyla menjabat tangan Dani.


Andra si cowok posesif itu merasa kebakaran jenggot melihat Meyla tersenyum dan bersalaman dengan Dani. masalahnya Dia tau kalau Dani dulu pernah menyimpan perasaan padanya. Padahal Dani juga udah lupain perasaan nya sekarang Dia udah punya Lidya. Dasar Andra aja yg Lebay.


"gimana kalau kita rayain hari ini. aku traktir kalian di kafe milik keluarga ku gimana?" tanya Andra


"oke. ayo kita rayain" Vikka antusias


"bener banget ni. harus dirayain momen kayak gini" Lidya menimpali


"aku gak ikut. aku mau pulang aja cape." kata Meyla malas


"ayolah mey ikut saja sebentar doang ko" Vikka memaksa.


"iya. ikut aja mey. cuma bentaran doang" Lidya ikutan maksa


Akhirnya Meyla terpaksa ikut juga karna desakan para sahabatnya itu. Meyla ditarik oleh dua sahabatnya menuju parkiran.


"Mey kamu duluan aja sama Tuan Andra ya. aku sama Mas Jack ada urusan" kata Vikka santai


"iya mey. nanti aku nyusul sama Dani" Lidya menimpali. Mereka berdua emang selalu kompak dalam hal seperti ini.


"Eh eh. apa apaan kalian. ngajak maksa terus sekarang gk ada yg mau bareng sama aku lagi. ya udah aku gk ikut aja. bye" Meyla kesal dan berlalu pergi.


"cepetan kejar bro. ini kesempatan lo. Biar kita semua tunggu lo di kafe aja." Jack menepuk bahu Andra


"oke. gue bakal kejar Dia. makasih atas bantuan kalian" jawab Andra tersenyum


"iya tapi awas kalo sampe mey kecewa lagi kita gk bakal biarin. ini kesempatan terakhir anda Tuan" kata Vikka


"iya aku janji gak akan bikin Mey kecewa lagi. ya udah aku pergi dulu" jawab Andra sambil berlalu pergi.

__ADS_1


Vikka dan Jack pun masuk ke mobil nya dan pergi meninggalkan kampus xx. Lidya dan Dani pun segera naik motor gede Dani dan pergi mengikuti mobil Jack.


__ADS_2