
Setelah selesai membuat kue Meyla dan Lidya segera membawanya ke ruang keluarga.
"wah udah jadi ni kue nya. aku mau dong mumpung masih anget" Vikka langsung mengambil satu potong kue dan memakan nya.
"Dasar Muka tembok" Lidya sewot
"Apa kamu bilang?" tanya Vikka emosi
"gak ada. emg apa yg aku bilang. wlekk" Lidya menjulurkan lidah nya.
"Lidya kamu itu ya ngeselin banget. awas kamu" Vikka berlari mengejar Lidya yg udah lari duluan.
"Heuhh. Dasar Tom and Jery" ucap Meyla sambil menyenderkan kepala nya di bahu Andra
Jack dan Dani hanya tersenyum geli melihat kelakuan para kekasihnya itu.
"Mey tolongin aku. Vikka udah kerasukan tuh" Lidya mengahampiri Meyla dengan nafas ngos ngosan.
"kan emg Vikka udah kerasukan dari dulu" jawab Meyla santai
"apa kamu bilang. Dasar sahabat yg durhaka" teriak Vikka yg mendengar ucapan Meyla.
"Udah deh gk usah lebay. kamu kan kembaran nya mbak suzana. hahaha " ucap Meyla tertawa sambil berlari karna Vikka pasti menghajarnya.
"Mey awas kamu ya.." Vikka mengejar Meyla ke kamarnya.
"huuhh. lolos juga aku. selamat menikamati amukan nek lampir Mey" teriak Lidya
Di kamar Vikka dan Meyla sedang perang bantal sampai keadaan kamar yg tadinya rapih menjadi berantakan seperti kapal pecah.
Setelah lelah berperang mereka pun akhirnya tumbang di tempat tidur.
"cape akh. aku mau kebawah mau minum" Meyla bangkit dan segera turun ke bawah. Vikka juga mengikuti Meyla.
__ADS_1
"udah berantem nya?" tanya ibu Rum yg sudah bergabung di ruang keluarga.
"hehehe" Meyla dan Vikka cuma cengengesan
"kalian ini udah gede. Liat ada tamu tapi malah ditinggal perang bantal dikamar."
"Maaf bu. Vikka nya tuh yg ngeselin" Meyla membela diri
"Enak aja. kamu nya juga nyebelin" Vikka kesal
"Sudah mau sampai kapan berantem terus. gk malu apa disini banyak org" kata Ibu Rum sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Meyla dan Vikka akhirnya duduk di karpet. Vikka mulai menyalakan laptop nya Dia berniat menonton drama saja.
"putar yg kemarin aja Vik" ucap Lidya yg ikutan duduk di damping Meyla
"iya" jawab Vikka
Akhirnya mereka hanyut dalam drama yg mereka tonton. laki laki pun ikutan nonton.
"hemmm" Meyla menoleh ke arah Andra
"aku mau ketemu keluargamu untuk meminta restu dan membicarakan pernikahan kita" kata Andra
Deg
jantung Meyla langsung terasa berhenti betrdetak. Sesak rasanya. Meyla belum siap harus bertemu keluarga nya. Dia takut akan kecewa lagi. Masalalu nya belum bisa Dia lupakan sepenuhnya.
Vikka dan Lidya yg tau semua tentang Meyla langsung memeluk Meyla yg masih diam mematung.
Andra menjadi bingung dengan ekspresi Meyla.
"Mey kamu harus bisa berhadapan lagi dengan keluargamu" ucap Vikka
__ADS_1
"iya Mey kamu gak mungkin terus lari dan bersembunyi dari keluarga mu itu. mereka harus tau kalau kamu bisa menemukan kebahagiaan mu sekarang" Jelas Lidya memberi saran.
Andra semakin bingung dengan tingkah ketiga sahabat itu. Bahkan bukan cuma Andra. Jack dan Dani pun ikutan bingung.
Meyla malah menangis di pelukan para sahabatnya. Meyla menagis sejadi jadinya. Dia bingung harus bagaimana. Sebenarnya Meyla juga rindu pada keluarga nya. Tapi apakah mereka akan menerima Meyla. Secara papa nya pun malu mempunyai anak berstatus janda.
Andra yg melihat Meyla menangis langsung mendekati mereka. Andra langsung mengarahkan telunjuknya pada Vikka dan Lidya agar melepaskan pelukan nya pada Meyla. Mereka pun melepaskan pelukan nya. Kini Andra yg memeluk Meyla dengan erat.
Meyla masih menangis terisak pilu. Hidupnya yg selalu terlihat tegar dan ceria tapi sebenarnya Dia sangat rapuh.
Andra beberapa kali mencium puncak kepala Meyla dan mengusap lembut punggung Meyla yg bergetar karna menangis.
"Sayang udah ya jangan nangis lagi. Kita akan hadapi semuanya sama sama" ucap Andra lembut
Meyla mulai tenang Dia melepaskan pelukan nya dan menghapus air matanya. Meyla memandang wajah kekasihnya itu.
"kamu yakin mau ketemu keluarga ku?" tanya Meyla memastikan
Andra hanya mengangguk dan tersenyum
"Tapi aku takut.. aku takut" ucap Meyla kembali terisak.
"sayang kamu gak usah takut ada aku. aku akan selalu ada sisampingmu apapun yg terjadi. Jadi kamu jangan takut lagi. oke" Andra memegang wajah Meyla dan menghapus air matanya yg kembali mengalir.
"kamu harus percaya sama aku. Kita pasti bisa lewati semuanya " ucap Andra mencium kening Meyla.
Meyla hanya mengangguk. Andra kembali memeluk tubuh Meyla. Dia terus mencium puncak kepal Meyla.
"jadi kapan kita bisa ke kota mu?" tanya Andra
"terserah kamu aja" jawab Meyla masih di pelukan Andra
"kalau Lusa bagaimana?" tanya Andra lagi
__ADS_1
"iya" jawab Meyla singkat
Semuanya yg ada disana hanya bisa tersenyum haru melihat Cinta mereka yg selalu banyak rintangan. Tapi mereka selalu bisa meelewati. Dalam hati masing masing mereka saling mendoakan yg terbaik untuk Meyla dan Andra.