Cinta Meyla

Cinta Meyla
Chapter 9


__ADS_3

Andra telah duduk di samping tempat tidur Meyla. Kini mereka telah berada di rumah sakit. Meyla telah di periksa oleh dokter. Andra setia menemani nya. Dia terus menggenggam tangan Meyla yang belum sadar juga.


"Sayang bangun dong" ucap Andra mencium tangan Meyla


Meyla mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling ruangan. Dia mengingat apa yang terjadi tadi. Meyla menoleh ke arah Andra yang sedang memainkan ponsel nya tapi tangan satunya lagi masih menggenggam tangan Meyla.


"Mas" panggil Meyla lirih


"Sayang kamu udah sadar" Andra langsung menaruh ponsel nya di meja samping tempat tidur


"Mas gimana keadaan Aira?" tanya Meyla khawatir


"kamu tenang saja Aira sudah baik baik saja. Dia sekarang di rumah sedang istirahat bersama pengasuh nya" jawab Andra tersenyum


Meyla mengangguk dan diam tak lagi berbicara. Dia masih mencoba mencerna semua yang telah terjadi hari ini. Meyla tak habis fikir kenapa kaka nya tega menculik Aira yang bahkan tidak tahu apa apa.


"Sayang " panggil Andra yg telah memperhatikan wajah Meyla.


"hmmm" jawab Meyla tak semangat


"kamu kenapa?" tanya Andra


"Aku hanya merasa bersalah mas. Setidaknya jika kalian tidak berurusan dengan ku pasti penculikan Aira tak akan pernah terjadi" kata Meyla menunduk sedih


"Sayang.. dengerin aku kamu itu adalah anugerah yang Tuhan berikan padaku dan keluarga ku. Dan jangan kamu berfikiran seperti itu lagi" kata Andra mencium kening Meyla


Tak lama kemudian dokter datang dengan senyuman yang merekah. Entah kenapa dokter terlihat bahagia memasuki ruangan Meyla membuat Andra kesal saja.


"Nona selamat ya anda sebentar lagi akan menjadi Ibu" kata dokter tiba tiba


Meyla dan Andra langsung terkejut mendengar penuturan dokter.

__ADS_1


"Benarkah dok?" tanya Andra antusias


"Iya Tuan saat ini Nona sedang hamil 5 minggu. Saya baru saja memeriksa Nona tadi tapi saya masih belum yakin maka nya saya melakukan USG sewaktu Nona masih belum sadar dan ini hasilnya" Dokter menyerahkan hasil USG


Andra menerima nya dengan sangat antusias. Sesekali Dia mengusap foto hasil USG itu dan mengembangkan senyum nya.


"Sayang terimakasih kamu sudah memberikan kebahagiaan di hidupku" Andra mencium semua bagian wajah Meyla tanpa terlewatkan.


"Di jaga baik baik ya Nona, Tuan. Kandungan nya masih sangat lemah di usia nya. Jaga emosi Nona agar tetap stabil. Apalagi dengan penyakit kardiomiopati yang Nona derita" jelas Dokter


"Apa tidak akan mempengaruhi janin saya dok?" tanya Meyla cemas


"Tidak. Selama Nona bisa menjaga emosi Nona dan jangan stres ataupun terlalu lelah. Cukupkan istirahat dan minum obat dengan rutin" jawab Dokter


"Baiklah dok. Terimakasih banyak" Meyla tersenyum tulus


"Kalau begitu saya permisi dulu" Dokter mengangguk hormat lalu pergi dari ruangan itu.


Meyla hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Meyla sangatlah bersyukur telah diberikan kepercayaan oleh Tuhan.


.................


8 Bulan kemudian


Kandungan Meyla semakin besar. Andra pun makin over protektif pada Meyla. Selalu mengawasi apa saja yang dilakukan nya dan yang di makan oleh Meyla.


Hari ini Meyla sedang duduk di taman samping rumah. Hari Weekend yang jenuh buat Meyla. Karna suaminya sama sekali tak membolehkan Meyla melakukan pekerjaan rumah apapun. Meyla mengelus perut nya yang telah membuncit.


"Sayang minum dulu susu nya" Andra yang muncul dengan membawa segelas susu ibu hamil


"Iya Mas terimakasih " Meyla mengambil Susu itu dan meneguk nya sampai habis

__ADS_1


"Hai sayang nya Papi. Kamu sedang apa di dalam perut Bunda?" Andra berbicara dengan perut buncit Meyla.


Andra berjongkok di hadapan Meyla dan mencium perutnya. Selain ini bagus untuk perkembangan Baby Andra juga senang melakukan nya. Apa lagi ketika Andra menyentuh perut Meyla pasti di respon oleh Baby.


"Sayang Dia bergerak" Andra antusias


Sementara Meyla hanya tersenyum bahagia. Sesekali Meyla mengusap kepala suaminya yang masuh asyik mengajak baby ngobrol.


"Sayang" panggil Meyla


"Hmmm. apa sayang?" Andra segera berdiri dan duduk disamping istrinya.


"Aku mau rujak tumbuk dong sayang" kata Meyla manja


"Ya udah aku belikan sekarang ya" Andra berdiri tapi tangan nya di tahan oleh Meyla


"Aku mau ikut.. Aku mau lihat abang yang jualan nya menumbuk rujak nya langsung didepan aku" ucap Meyla memohon


"Gak boleh sayang. Kamu dirumah aja biar aku yg beli. " kata Andra lembut


"Ya udah kalo gak boleh ikut gak usah beli aja" Meyla langsung pergi meninggalkan Andra


Andra segera mengejar istrinya itu yang pergi ke dalam kamar mereka. Andra melihat Meyla sedang duduk di tempat tidur dengan wajah ditekuk.


"Sayang jangan marah dong" Andra mendekat dan hendak memegang tangan Meyla tapi langsung di tepis oleh Meyla


Andra menghela nafas. Semenjak Meyla hamil Dia memang sering marah jika kemauan nya tidak dituruti. Untung saja Andra tahu dari dokter kalau emosi ibu hamil naik turun.


"Yaudah ayo kita beli rujak nya. Tapi kamu jangan marah lagi" Andra menyerah.


" Beneran ayo kalo gitu" Meyla terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


" Iya sayang ayo" Andra menggandeng tangan Meyla .


__ADS_2