
Mobil yg di tumpangi Andra dan Meyla sudah memasuki pekarangan Villa yg luas. Terlihat Villa yg tak terlalu besar tapi sangat terawat dengan halaman yg luas. Suasana disana pun sangat sejuk dan menenangkan. Di samping Villa terdapat danau buatan yg sangat indah dengan pohon pohon membuat suana nya terasa asri. Meyla turun dari mobil dan memandang takjub ke sekitar Villa.
"Ayo masuk sayang" ajak Andra merangkul pinggang Meyla
Meyla dan Andra langsung masuk ke kamar mereka. Disana terdapat dua kamar ukuran besar, ruang tamu, ruang keluarga dan juga dapur.
Setelah sampai dikamar nya Meyla segera membereskan barang barang mereka.
Setelah selesai Meyla menghampiri suaminya yg masih asyik main ponsel sambil tiduran di sofa.
"sayang." panggil Meyla
"hemmm" jawab Andra tanpa menoleh ke arah istrinya
"aku mau keluar ya bosen di dalam kamar terus" ucap Meyla kesal karna merasa di abaikan oleh Andra. Dia langsung pergi keluar dan duduk di bangku yg menghadap ke arah danau.
Andra yg melihat istrinya keluar pun ikut keluar. Dia melihat Meyla sedang menghirup udara dengan mata terpejam dan tangan yg direntangkan. Andra tersenyum melihat istrinya yg terlihat sangat menyukai tempat ini. Andra langsung menghampiri dan duduk disamping Meyla.
"Suka sama tempat nya?" tanya Andra langsung mencium pipi Meyla.
Meyla tersentak kaget saat Andra tiba tiba mencium pipinya. Meyla langsung mencubit pinggang Andra.
__ADS_1
"Awww. sakit sayang" teriak Andra lebay padahal gk terasa sakit sama sekali.
"kamu juga ngapain coba cium cium. Ini di luar sayang kalo ada yg liat gimana?" kata Meyla kesal
"gak ada siapa siapa disini sayang. Lagian kita kan udah halal jadi gk akan ada yg protes" jawab Andra santai
Meyla hanya menghebuskan nafas kasar.
"Sayang aku laper ni" Andra merengek seperti anak kecil
"hmm. apa disini ada bahan makanan. Nanti biar aku masakin " kata Meyla
"gk tau juga si. Soalnya Bi iyem yg suka bersih bersih disini belum tau kalau kita mau kesini. Kita liat dulu aja yu" Andra berdiri dari duduk nya dan berjalan ke dalam Villa diikuti Meyla.
"kamu tunggu aja di meja makan ya. aku masakin dulu" ucap Meyla seraya menyiapkan bahan bahan masakan nya.
Andra duduk di meja makan sambil terus memandangi punggung Meyla yg terlihat sudah lihai memasak. Andra tersenyum saat Meyla sudah menghampirinya dengan membawa sepiring ayam kremes.
"sudah selesai mas. bentar ya aku ambil sayurnya sama nasi nya dulu " Meyla menyimpan piring yg berisi ayam kremes di meja makan dan berlalu pergi untuk mengambil masakan yg lainnya.
Tak lama kemudian semua makanan sudah tertata rapi di meja makan. Andra terlihat sangat bersemangat melihat makanan yg sudah membuat air liurnya hampir menetes.
__ADS_1
Meyla tersenyum melihat suaminya yg sudah tidak sabar. Meyla segera mengambilkan makan siang untuk suaminya lalu memberikan nya. Andra langsung menerima piring yg sudah terisi makan siang nya dan langsung melahapnya.
Meyla pun ikut makan karna Dia juga merasa lapar.
Setelah selesai makan mereka menonton TV sambil bersantai. Meyla merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepala disandarkan ke paha Andra.
"sayang udah diminum obat nya?" tanya Andra mengelus rambut Meyla
"sudah mas" jawab Meyla singkat
"mas Aira gimana ya? apa Dia baik baik aja di rumah?"tanya Meyla
"pasti baik baik aja ko sayang. kan masih ada pengasuh dan pelayan. Aira pasti ngerti ko kalo Papi sama Bundanya butuh waktu berdua buat bikin adik bayi" Ucap Andra menggoda Meyla
"apaan si. udah mikirin bayi aja" Meyla tersipu malu
"emang salah gitu?. kan aku juga mau punya anak dari kamu. Emang kamu gk mau?" tanya Andra
"ya maulah... Tapi kita cuma bisa menunggu sedikasihnya sama Allah" jawab Meyla dengan wajah yg sudah memerah.
"iya aku tau. makan nya kita harus lebih semangat lagi buatnya." Andra langsung menggendong tubuh Meyla menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Andra langsung merebahkan tubuh istrinya di tempat tidur. Diapun langsung mencium bibir Meyla. Melu*at halus bibir yg terasa manis itu. Meyla juga membalas ciuman Andra. Tangan Andra seudah berkeliaran ke area favorit nya.
Dan terjadilah malam yg panjang dari sore sampai malam Andra sama sekali tak ada lelah nya. Dia terus menyerangi istrinya.