Cinta Meyla

Cinta Meyla
Chapter 7


__ADS_3

Hari ini Aira berangkat sekolah bersama dengan Papi nya. Tapi Raina juga ikut. Sudah sebulan lebih Raina tinggal di rumah Andra. Semuanya masih terasa baik baik saja. Raina juga diterima kerja di kantor Andra di bagian devisi keuangan.


Aira turun dari mobil setelah mencium tangan Andra dan Raina. Mobil Andra pun berlalu pergi karna hari ini ada miting penting.


Aira masuk dengan ceria nya.. Saat Dia mau masuk ke gerbang sekolah keadaan terlihat sepi.. Karna Aira datang paling pagi dikarnakan Papi nya yg harus berangkat pagi dan Aira gk mau diantar supir. Saat Aira hendak masuk tiba tiba ada tangan yg memebekap mulut Aira dengan sapu tangan yg telah diberi obat bius. Aira meronta tapi lama lama Dia menjadi tak sadarkan diri.


..................


Meyla sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton TV. Tiba tiba ponsel Meyla berbunyi. Meyla segera mengambil ponsel nya dan melihat siapa yg menelpon.


'ada apa pihak sekolah menelpon ku ya' batin Meyla yg langsung mengangkat telpon dari gurunya Aira.


"Hallo. Assalamualaikum " sapa Meyla ramah


"Waalaikumsalam.. Maaf apa benar ini berasama ibunya Aira?"


"iya.. Ada apa Ya?" Meyla mulai cemas


"Ini bu apa Aira sakit.. Kenapa tidak masuk sekolah?"


Deg


Meyla langsung berubah cemas dan khawatir.


"Tadi Aira sekolah ko Bu"


"Tapi tidak ada Aira disekolah Bu. Maka nya saya menanyakan pada Ibu"


"Baiklah Bu biar saya menanyakan dulu pada Papi nya. Soalnya tadi Aira berangakat sama Papinya "


"Baiklah Bu. Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam. " Meyla mengakhiri panggilan nya.


Meyla langsung menelpon nomor Andra.

__ADS_1


Tut tut tut


Tut tut tut


panggilan tidak dijawab oleh Andra. Mungkin Andra sedang sibuk pikir Meyla.


Meyla semakin cemas Dia terus mondar mandir kesana kemari sambil terus mencoba menghubungi ponsel Andra. Dia bingung harus bagaimana. Meyla sudah khawatir dengan Aira.


Dikantor Andra baru selesai miting. Kini Dia baru saja keluar dari ruang miting dan langsung menuju keruangan nya. Andra memeriksa ponselnya yg tertinggal di ruangan nya. Andra terbelalak melihat puluhan micall dari Istrinya. Tanpa fikir panjang Andra langsung menelpon Meyla.


"Hallo.. Assalamualaikum Mas" Suara Meyla terdengar gemetar


"Waalaikumsalam. Sayang kamu kenapa?" Andra khawatir


"Mas... Apa Aira sama kamu?" tanya Meyla parau menahan tangis


"loh.. kan Aira sekolah sayang"


"Tapi barusan guru Aira nelpon katanya Aira gk ada sekolah Mas.. Gimana ini Mas?" Meyla sudah menangis


"Sayang.. kamu tenang ya.. Aku pulang sekarang " Andra langsung menutup telpon nya dan berjalan ke luar ruangan.


"Batalkan semua jadwal saya hari ini. Saya ada urusan penting" kata Andra tegas saat Dia melewati ruangan sekretarisnya. Tanpa menunggh jawaban Andra langsung pergi begitu saja.


......................


Ditempat lain Aira masih belum sadarkan diri karna pengaruh obat bius. Seseorang mengelus kepala Aira.


"kamu akan baik baik saja disini sayang" katanya tersenyum licik


Orang itupun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Hallo.. Nona Meyla apa kamu sudah menemukan putrimu yg cantik itu?"


"Siapa kamu? Cepat katakan dimana Aira" teriak Meyla sambil menangis

__ADS_1


"kau tenang saja. Putrimu baik baik saja jika kau mau memenuhi permintaan ku" Tertawa keras


"permintaan? apa ? katakan permintaan apa?"


"Lepaskan dan tinggalkan suami mu" menjawab Santai


"Maksudmu? sebenarnya siapa kamu?" Meyla terkejut


"Hahaha. Apa kamu tak mengenali suaraku" Tertawa puas


"Kamu... Kamu kan.. Tut tut tut " Telpon langsung diputuskan oleh si penelpon.


Meyla menangis sesenggukan. Dia bingung harus bagaimana. Karna terlalu syok dan banyak fikiran apalagi sampai menangis. Meyla merasakan sakit di dadanya. Sakit yg sudah sebulan lebih ini tak pernah terasakan lagi. Meyla memegang dadanya yg terasa sakit dan sesak. Tangis Meyla makin menjadi...


Andra yg baru sampai langsung masuk dan melihat Meyla sedang menangis di sofa sambil merintih kesakitan. Andra langsung lari menghampiri Meyla.


"Sayang.. kamu gak papa?" tanya Andra cemas dan langsung duduk di samping Meyla.


"Mas... Aira diculik mas" Meyla menangis sambil terus memegang dada nya yg semakin sesak


"Kamu tenang dulu sayang.. Ingat penyakitmu.. Dada kamu sakit lagi kan. Biar aku cari Aira. Kamu harus tenang" Andra memeluk Meyla dan mencium kening nya


"Mas penculik Aira minta aku melepaskan mu baru Aira akan dikembalikan pada kita" Meyla menjelaskan sambil memejamkan matanya menahan sakit


"Sayang.. kamu tenang ya.. Aku akan menemukan Aira. Kamu gk usah dengerin kata si penculik" Andra mencoba menenangkan Istrinya.


"Ahhhhh... " Meyla merintih menahan sakit di dadanya. Sampai Dia memukul mukul dadanya yg terasa semakin sesak.


"Sayang... jangan kaya gini. Ayo kita ke eumah sakit.. Aku gk mau kamu kenapa napa" Andra hendak menggendong Meyla tapi keburu ditahan oleh tangan Meyla


"Gak usah mas.. Aku mau istirahat aja di kamar.. Kamu cepat cari Aira mas" Meyla mencoba berdiri tapi baru saja mau bangun Dia langsung lemas dan tubuhnya hampir ambruk. Untungnya Andra segera menangkap nya dan menggendong Meyla menuju kamar nya.


Andra merebahkan tubuh Meyla di tempat tidur dengan sangat hati hati. Andra mencium kening Meyla dan mengecup singkat bibir Meyla.


"Kamu Istirahat saja. Biar aku yg mencari Aira. kamu harus tenang dan percaya sama aku kalau aku bisa menemukan Aira. oke" Andra berbicara lembut sambil mengenggam tangan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2