
Di tempat lain Irena sedang duduk manis. Tapi tiba tiba pintu apartemennya terbuka. Dia sudah tau siapa yg datang. Karna hanya Dia dan Riza yg tahu pin apartemennya itu.
"Tumben. ada apa datang kesini?" tanya Irena santai
"Apa kamu masih belum mau berubah Irena? apa kamu gak kasian sama Meyla dan Andra yg kamu bohongi?" tanya Riza penuh penekanan
" hahha. kamu itu lucu sekali. kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu. yg kamu sendiri sudah tau jawaban nya" jawab Irena tenang
"jangan salahkan aku Irena. jika suatu saat nanti aku membocorkan kebohonganmu ini. dan kamu akan menyesali semuanya" kata Riza santai
"apa yg kamu katakan? silahkan kalau kamu berani. lagian Andra gak akan percaya gitu aja. Dia udah terlanjur percaya padaku" kata Irena emosi
"asal kamu tahu. Rumah sakit yg sekarang tempat aku bekerja adalah milik keluarga Raditya. seandainya Andra tahu kebohonganku dan kamu. aku bisa dipecat dan tak akan mempunyai kerjaan lagi karna sudah melanggar sumpah dokter" ucap Riza panjang lebar
"makan nya jangan sampai mereka tahu" jawab Irena santai
"Terserah kamu. sekarang aku tak mau lagi mengikuti kebohongan mu itu. " kata Riza yg berlalu pergi meninggalkan Irena yg kesal.
.........................
Sementara di kamar Vikka sedang berkumpul gadis gadis cantik.
"Ayo cepetan apa yg mau kamu bicarakan sama kita" kata Vikka tak sabar
"Sabar dong. jadi gini aku sama Dani udah....." Lidya sengaja menggantungkan ucapan nya
"udah apa?" tanya Meyla penasaran
"ahh. apa kamu sama Dani udah jadian ya?" tanya Vikka sewot
__ADS_1
"iya kamu bener aku sama Dani udah jadian. ya walaupun dulu nya Dani itu suka sama kamu mey. Tapi lama kelamaan Dia bisa nerima aku juga" Lidya tersenyum mengingat perjuangan nya mendapatkan hati Dani
"iya aku tahu ko kalau Dani menyimpan perasaan padaku. maka dari itu kenapa aku selalu menghindarinya dan berusaha mendekatkan kamu sama Doi" kata Meyla
"Ahhhh. kalian emang sahabat terbaikku" Lidya memeluk Meyla dan Vikka.
"Terus kenapa kamu mengajak kita kesini hanya untuk menceritakan itu semua. kenapa tidak dibawah saja?" tanya Vikka nyerocos
"Ehhh. dodol aku malu lah kalau harus cerita di bawah. apalagi ada Tuan Andra sama Jack kekasihmu" jawab Lidya sambil menoyor kepala Vikka
"sudah. ayo kita kebawah kasian mereka ditinggal gitu aja" ajak Meyla
Mereka pun akhirnya turun ke bawah dengan wajah yg ceria dan riang.
"kalian ngomongin apa? lama banget" tanya Dani
"Cieleh yg baru jadian kayak nya gk mau di tinggal bentar aja" ledek Vikka
Lidya memukul lengan Vikka. Meyla dan yg lainnya hanya tertawa. sementara Dani dan Lidya hanya tersipu malu.
"makan nya jadi org jangan usil. kayak yg kamu gk lebay aja dulu pas jadian sama Mas Jack. Hahaha " Meyla tertawa mengingat tingkah konyol Vikka.
"emang Vikka selebay apa gitu mey pas jadian sama aku?" tanya Jack penasaran
"dulu tuh ya Dia selalu ngajak aku bergadang cuma buat dengerin cerita Dia tentangmu. sambil senyum senyum sendiri. Aku aja kadang suka pengen jahit tuh mulut nya yg gak berhenti mebgoceh. gak tau apa org udah ngantuk. Hadehhh parah pokonya " jelas Meyla sambil menepuk keningnya sendiri
"Hahaah " semuanya tertawa kecuali Vikka yg wajah nya sudah merah padam karna malu dan kesal pada Meyla.
"kalau kamu mey gimana pas jadian sama Tuan Andra?" tanya Dani penasaran
__ADS_1
"kalau Meyla itu pendiem. kalem. hebohnya cuma kalau lagi sama kita aja. Kalau Dia ada masalah cuma mengurung diri di kamar. dan cuma kita yg bisa maksa Mey buat cerita. Dia gak pernah lebay kayak si Vikka tuh" jawab Lidya
Vikla hanya mendengus kesal
'ternyata kamu beda dari yg lain. kamu memang menarik. aku gak salah lagi milih kamu. kamu org yg gak suka membebani org lain dengan masalah mu. aku sangat beruntung memiliki wanita sepertimu Mey' batin Andra senang
"oh ya mey ini kue beneran butanmu? enak banget" kata Jack
"iya emang itu buatanku" jawab Meyla senang
"iya sayang kamu emang istri idaman. pantesan kue kamu laku banget. " kata Andra lembut sambil merangkul bahu Meyla yg duduk disampingnya.
"Ehem ehem" Vikka berdeham
"Apa?" tanya Meyla pura pura gak tau
"gk papa. ko kita serasa ngotrak ya Lid?" tanya Vikka
"iya. dan karna belum bayar kita bentar lagi di usir" Lidya terkekeh
"kalian ini sirik aja deh. udah punya pasangan masing masing juga." kata Meyla
"Iya juga ya. dan sekarang kita lengkap mey. karna Lidya udah gk jomblo ngenes lagi" kata Vikka santai
"Hahaha" semuanya tertawa kecuali Lidya yg kesal sama ucapan Vikka.
"dasar tuh mulut. gak sadar ya kalau aku ini paling muda diantara kalian. jadi wajar kalau aku masih jomblo. kan aku belum setua kalian berdua" Lidya membela diri
"heh. enak aja ngatain kita tua. Gak lihat kita cantik menawan seperti ini. dibilang tua matamu kelilipan tu" Vikka narsis
__ADS_1
"yg parah nya kelilipan nya sama batu bata. jadi gk keliatan sama sekali" Meyla ikut nimbrung
"Udah ah. kalah aku diserang dua nek lampir" jawab Lidya angakat tangan sambil berlari karna dikejar kedua teman nya itu. Mereka berlarian mengitari sofa ruang keluarga. membuat mereka yg melihat hanya tertawa.