Cinta Meyla

Cinta Meyla
Baikan


__ADS_3

Disebuah apartemen seorang pria sedang duduk merenung dengan Tv yg menyala tapi Dia sama sekali tak fokus pada siaran televisi itu.


'Gara gara Dia gue jadi di blackis sehingga semua lamaran gue gak ada yg diterima..' Batin pria itu


"Arghhhh" Dia berteriak sambil mengacak rambut nya frustasi.


Ting Tong


Sura bel membuyarkan lamunan pria itu. Dia segera beranjak dari duduk nya dan berjalan ke pintu apartemen nya.


"Siapa si yg dateng. ganggu aja" gerutunya sambil membuka pintu.


Saat pintu terbuka Dia hanya diam mematung. Tenggorokan nya terasa tercekat hingga tak bisa mengeluarkan suara.


"Boleh gue masuk" tanya Andra yg membuyarkan lamunan Riza.


"ohhh. silahkan" ucapnya gugup dan membuka pintu nya lebih lebar.


Andra masuk dan langsung duduk di sofa diikuti Riza yg duduk disamping nya. Jantung nya sudan berdegup kencang dari tadi. Dia benar benar gugup dengan kedatangan Andra ke apartemennya.


"Za... gue kesini mau minta maaf sama lo" kata Andra memecah keheningan diantara mereka.


Riza tersentak kaget dengan kata kata Andra barusan. Dia seperti mimpi seorang Andra bisa meminta maaf. Riza hanya bengong tanpa ingin menjawab ucapan Andra.


"Gue minta maaf soal kejadian yg dulu. Kita udah dewasa Za gk pantes terus terusan memendam dendam yg gk jelas" kata Andra lagi


Riza makin terkejut dengan Ucapan Andra lagi Dia benar benar aneh dengan sikap Andra padanya. Kenapa Andra bisa sebijak ini pikirnya.

__ADS_1


"Za lo dengerin gue gk si. Dari tadi cuma bengong aja" Andra mendengus kesal


"Sorry. Gue gk mimipi kan? seorang Andra bisa sebijak dan dewasa seperti ini. " Riza menepuk nepuk pipi nya seakan tak percaya yg di sampingnya ini adalah Andra pria arogan, angkuh , sombong dan selalu mau menang sendiri.


"Sialan lo. Gue kesini cuma mau perbaiki hubungan kita yg udah lama merenggang ini" ucap Andra kesal


"oke oke.. sabar bro.. Gue cuma aneh aja seorang Andra bisa berubah juga." kata Riza tersenyum


"iyalah.... gue bisa berubah kaya gini karna wanita yg gue cintai selalu menasehati gue. Tau lo" ucap Andra bangga


"ohhhh. pantesan.. Gue hampir aja merasa ni dunia mau kiamat tau gk? saat liat lo yg bisa berubah drastis kaya gini" ucap Andra tertawa


"Sialan lo" Andra terkekeh


"jadi gimana lo mau maafin gue kan?" tanya Andra memastikan


"sudahlah.. gak usah dibahas lagi. yg penting sekarang kita udah jadi sahabat lagi kaya dulu" ucap Andra mengulurkan tangan nya


"Yoi bro" Riza menepis tangan Andra . Dia langsung memeluk Andra dan menepuk punggung nya.


"Ohh ya. lo udah bisa kerja lagi di rumah sakit keluarga Raditya. Gue udah posisikan lo di bagian kepala dokter di rumah sakit xx" kata Andra setelah pelukan Riza dilepaskan


"makasih banyak bro. Dari dulu lo selalu bantuin gue" ucap Riza menepuk bahu Andra


"iya sama sama. Ohh ya gue mau nanya. Kenapa lo waktu di acara ulang tahun Iren pake panggil gue Tuan segala seolah lo gk kenal sama gue. Kurang ajar banget lo" ucap Andra dengan nada kesal


"Karna gue takut lo masih marah sama gue dan gk mau mengenal gue lagi" jawab Riza santai

__ADS_1


Andra hanya mangut mangut mengerti.


"Ohh ya.. gimana kabar Meyla?" tanya Riza


"Dia sekarang lagi di rawat dirumah sakit. Dia terkena Kardiomiopati bro" jawab Andra sendu


"Hah? ko bisa si?" tanya Riza kaget. Dia jelas tahu penyakit apa itu


"Dia terkena syok berat saat pulang ke kota nya untuk menemui keluarga nya"jawab Andra


"ngapain Dia kesana apa lo mau melamar Meyla?" tanya Riza penasaran


"iya gue mau nikah sama Mey minggu depan. Lo bisakan bantuin gue persiapkan semuanya. Gue gk mau kalau Mey sampai kelelahan jadi gue bakal minta bantuan lo dan Jack juga temennya Meyla" kata Andra panjang lebar


"Lo tenang aja gue pasti bantuin lo. oh ya BTW kenapa bisa Meyla sampai syok berat ?" tanya Riza


Andra pun menceritakan semuanya pada Riza. Riza terlihat kaget dan juga prihatin dengan nasib Meyla.


"kasian banget Dia. Lo harus bisa bahagiakan Meyla bro. Kayanya Doi udah terlalau menderita selama ini." Riza menepuk bahu Andra


"Pasti Za. Gue pasti bakal membuat Dia bahagia" kata Andra tersenyum


"ohh. ya boleh gak gue jengukin Doi?" tanya Riza menatap Andra


"Boleh ayo kita pergi ke rumah sakit. Gue juga udah lama ninggalin Dia." ajak Andra seraya berdiri dari duduk nya.


Akhirnya mereka pergi dari apartemen Riza untuk menjenguk Meyla di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2