Cinta Meyla

Cinta Meyla
Pesanan Kue


__ADS_3

Meyla telah duduk kembali diposisi semula. Tiba tiba ponsel nya begetar. Meyla segera merogoh tas selempang nya dan melihat pesan yg masuk ke ponsel nya Dia langsung tersenyum yg tak bisa diartikan.


**Vikka


Mey kenapa kamu gak menceritakan semua nya pada Tuan Andra? Kenapa kamu gak jujur?"


Me


Aku hanya ingin membuat kejutan jika nanti kita menikah. Barulah aku mau menceritakan semuanya. Kamu ngertikan maksud aku?


Vikka


iya aku ngerti. 😊**


Meyla tak membalas lagi pesan dari Vikka. Dia hanya tersenyum setelah melihat balasan dari sahabatnya itu. Dia yakin Vikka gak akan membocorkan semuanya.


Di depan Vikka juga tersenyum lega karna sudah tau apa alasan Meyla menyembunyikan nya dan melarang dia menceritakan pada Andra.


Andra yg melihat Meyla memainkan ponsel sambil tersenyum curiga. Apalagi Meyla pake membalikan badan nya membelakangi Andra jelas pasti ada yg de sembunyikan seolah Meyla tak mau Andra melihat isi chat tersebut. pikiran Andra mulai tak tenang. Tapi Dia masih memilih diam dan gak mau bertanya..


Sesampainya di rumah ibu rum mereka segera keluar dari mobil..


Tok tok


"assalamualaikum " ucap mereka serempak


"ibu kita pulang" teriak Vikka


"Berisik" Meyla kesel


"Apaan si Mey suara indah kayak gini di bilang berisik" Vikka sewot


"iya indah saking indah nya kaca jendela bisa pada pecah. hahhah" Meyla tertawa


Vikka hanya mendengus kesal.. Andra dan Jack hanya bisa geleng geleng kepala. Tak lama kemudian pintu terbuka oleh ibu Rum.


"assalamualaikum ibu" Meyla mencium punggung tangan Ibu Rum diikuti semuanya.


"waalaikumsalam. kalian udah pulang. " jawab Ibu Rum tersenyum ramah.


"ayo masuk" ajak ibu Rum


Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu sementara ibu Rum berlalu ke dapur untuk mengambil minum dan cemilan.

__ADS_1


Vika menghempaskan tubuhnya di sofa sementara tas nya di lempar ke sembarang arah..


"ahhh lelah nya" ucap Vikka sambil memejamkan mata


"kebiasaan dech. maen lempar lempar aja ni tas. Aku buang aja dech" Meyla menggerutu sambil mengambil ransel milik Vikka dan di simpan nya ke kamar mereka masing masing.


Tak berapa lama datang Ibu Rum dengan nampan berisi minuman dan cemilan.


"Silahkan di minum Nak" Ibu Rum tersenyum ramah


"iya bu terimakasih " jawab Andra tersenyum


Meyla yg baru turun dari kamar segera bergabung dengan mereka.


"Tas aku dikemanain mey" tanya vikka


"Aku buang" jawab Meyla santai


"Enak aja. maen buang buang aja. " Vikka kesal


"Ya aku taro ke kamar mu lah." jawab meyla kesal


"Thank you say" jawab Vikka tersenyum manis


"Ada mau nya baru aja manis kayak gitu." Meyla ketus


"Hehehe" Meyla dan Vikka hanya cengengesan.


"Mey tangan mu kenapa. kaki kamu juga kenapa ?" tanya Ibu Rum cemas


"Gk papa bu kemarin ada kendala sedikit. Tapi udah di obati ko" jawab Meyla tersenyum manis


"iya bu udah di obati ko. Tenang aja kita kan Strong iya kan Mey?" kata Vikka


"Strong tapi mewek. hahahha. siapa kemarin yg nangis nangis manggil ibu. hahahha" Meyla tertawa terbahak bahak.


Andra dan Jack pun ikut tertawa..


Vikka mendengus kesal dan melempar bantal sofa tepat mengenai muka Meyla. Bukan nya marah Meyla malah makin tertawa sambil memegangi perut nya.


"oh ya Tuan Andra anda tau tidak kalau Mey itu sebenar nya masi vir.. Awwww sakit Mey" Ucapan Vikka terpotong karna Meyla langsung menendang kaki Vika dengan kesal.


"Apa?? jangan macem macem ya Vikk" ancam Meyla kesal.

__ADS_1


Vikka hanya tertawa karna berhasil membuat Meyla kesal..


"Apa yg tadi kamu bicarakan Vikka?" tanya Andra penasaran


"tidak ada ko mas Vikka hanya bergurau saja" Meyla yg menjawab.


"ohhh." kata Andra tapi di hati nya benar benar penasaran.


'Apa yg sebenarnya kamu sembunyikan dariku Mey?" Andra betanya dalam hati.


"Mey ibu baru ingat. kemarin ada yg pesan kue ke catring kita. Tapi ibu belum menyetujui nya karna menunggu kamu pulang dulu" kata Ibu Rum yg baru datang dari dapur


"ohhh. emg pesen berapa banyak bu?" tanya tersenyum senang


"Kue ulang tahun besar 1. brownis nya 2. dan cheese cake 3. Tapi tangan kamu kan lagi sakit gimana kalau kita tolak saja?" tanya Ibu Rum cemas melihat tangan Meyla yg masih di perban


"Tenang aja bu Mey bisa ko. tangan meyjuga gk papa. kalau gitu pesen nya buat kapan?" tanya Meyla lagi


"Buat besok malam Mey. apa kamu sanggup lumayan banyak lo. apalagi minta ukuran besar." Ibu Rum cemas


"Sanggup Mey kan udah biasa. kalau gitu Mey mau beli bahan bahan nya dulu ya Bu. " kata Meyla


"gak makan siang dulu mey?" tanya ibu rum lembut


"Belum laper bu" jawab mey tersenyum


"kamu ini gimana gak kurus gitu coba. makan aja susah" Ibu Rum mengomel


"Nanti aja deh bu. Mey pergi dulu ya assalamualaikum " ucap Meyla sambil mencium tangan ibu rum


"Aku antar ya" kata Andra yg langsung melakukan hal yg sama pada ibu Rum


Meyla hanya mengangguk patuh. Akhirnya mereka pun pergi..


Stelah sampai di supermarket terdekat mey segera memilih bahan yg di butuhkan. Setelah di rasa cukup mereka segera menuju kasir.


"Biar aku saja yg bayar" kata Andra sambil menyerahkan kartu unlimited nya pada kasir.


Meyla yg akan membawa kantong plastik isi belanjaan nya di cegah oleh Andra


"Jangan. Biar aku aja tanganmu masih sakit" Andra yg langsung membawa belanjaan Meyla dan menuju keluar di ikuti meyla di belakang.


"Tangan kanan ku kan gak sakit. jadi aku bisa bawa sendiri" kata Meyla yg mensejajari langkah Andra.

__ADS_1


"Tidak. ini biar aku yg bawa. masuklah kita mampir makan siang dulu" kata Andra lembut


Meyla hanya patuh dan masuk ke dalam mobil di ikuti Andra yg sudah memasukan belanjaan ke bagasi mobil. Andra melajukan mobil nya keluar dari parkiran supermarket .


__ADS_2