
Pesta ulang tahun Irena sangatlah meriah. acara di laksanakan aula hotel mewah. Sekarang adalah waktunya Irena untuk tiup lilin dan potong kue ulang tahun. Setelah Ierena tiup lilin Dia langsung memotong kue nya.
"Kue potongan pertama ini untuk seseorang yg penting dalam hidup ku. Dia juga org yg sudah membantuku" kata Irena yg berjalan ke arah Andra dan Meyla.
"ini untukmu Andra. Terimakasih sudah mau menjadi temanku dan memberiku pekerjaan" uacp Irena sambil memberi suapan pada Andra.
Andra hanya bisa membuka mulut nya menerima suapan Irena. Andra tidak mau Irena malu di acara pesta ulang tahunnya.
Meyla hanya diam tanpa suara. Dia mencoba mengerti dan mencerna ucapan Irena.
'mungkin mbak Irena cuma mau berterimakasih aja. aku gak boleh suudzon kayak gini. Aku harus percaya sama mas Andra ' batin meyla
Semuanya yg ada di sana bertepuk tangan.
"Selamat ulang tahun Iren. semoga sehat selalu dan panjang umurnya. ini hadiah untukmu" kata Andra sambil memberikan kadonya
"Ohh. ya kenalkan ini calon isriku Meyla" Andra memperkenalkan sambil merangkul pinggang kekasihnya
"kita udah kenal ko. iyakan meyla?" Iren tersenyum palsu
"iya Mas. Mbak Iren kan yg pesen kue itu" jawab Meyla tersenyum ramah
"oh ya. Jadi yg pesan kue itu kamu?" tanya Andra tak percaya
Irena hanya mengangguk dan tersenyum
"Akhirnya kita ketemu lagi mey. kapan kapan kita jalan ya. kamu asyik diajak ngobrol" kata Irena tersenyum manis
"iya mbak." jawab Meyla tersenyum
"kalau gitu aku pergi menemui tamu dulu ya. kalian makanlah hidangan yg ada" ucap Irena ramah. Dia melangkah beberapa langkah. Tapi saat langkah selanjutnya Irena sempoyongan dan keluar darah dari hidungnya.
Brukkk
Irena jatuh pingsan tepat di depan Andra. Semua yg ada disana panik. Vikka dan Jack pun langsung menghapiri Irena yg sudah dipangku kepalanya oleh Andra.
"Iren bangun ren" Andra menepuk pelan pipi Irena
__ADS_1
"kita bawa ke kamarnya aja bro cepetan" kata Jack panik
Andra langsung menggendong tubuh Irena dan membawanya ke kamar hotel yg Irena tempati.
Meyla, Vikka dan Jack hanya mengikuti dari belakang.
Sesampainya di depan kamar hotel yg Irena tempati. Disana sudah ada seorang pria tampan yg memakai setelan dokter.
"ya ampun Irena. cepat bawa masuk ke dalam biar saya periksa." perintah Dokter itu panik
Andra segera masuk dan meletakan tubuh Irena di tempat tidur dengan hati hati. Dokter tadi pun langsung memeriksa Irena dan membersihkan darah yg ada di hidungnya.
"Aku kan udah bilang jangan kelelahan. Masih aja ngeyel mau mengadakan acra pesta di Indonesia" Dokter berbicara sendiri yg jelas langsung terdengar oleh semua yg ada disana.
"Emang nya Irena sakit apa Dok?" tanya Jack penasaran
" Sebenarnya Irena sakitnya sudah lumayan parah. Saya yg menangani nya waktu di Amerika. Tapi Dia memaksa ingin pulang ke tanah Air supaya bisa dekat dengan org yg berharga dalam hidupnya. Saya sudah melarang tapi Dia terus maksa. Sampai akhirnya saya juga ikutan pindah tugas ke sini" ucap Dokter panjang lebar.
"maksud dokter Irena sakit parah. sakit apa dok?" tanya Andra ikut penasaran
"sakit Leukimia stadium 2" jawab dokter
"Bagaimana keadaanmu Iren?" tanya Andra
"Aku baik baik saja ko Andra" jawab Irena lirih
"Nih kamu minum dulu" Andra menyodorkan gelas berisi air putih pada Irena dan membantu gadis itu untuk duduk.
Meyla hanya diam melihat Andra yg begitu cemas dan perhatian pada Irena. Dia sempat berfikir kalau Andra masih punya perasaan pada Irena. Tapi fikiran itu segera ditepisnya.
"Andra aku mohon. tetap izinkan aku kerja dikantormu ya. aku bosan jika harus berbaring di kamar terus" kata Irena memelas
"Tapi ren kamu kan lagi sakit" jawab Andra
"gk papa ko. lagian kalau aku dikamar terus nanti aku jenuh dan bosan. gak papakan dokter Riza?" tanya Irena tersenyum
"Baiklah. lagian kamu tidak boleh banyak fikiran. jika kamu di kamar terus nanti kamu akan jadi stres dan akan berdampak buruk pada kesehatan mu. jadi aku izinkan kamu bekerja mungkin nanti kamu bisa punya kegiatan. jadi tidak jenuh dan stres. Tapi kamu harus tetap rajin minum obatnya" kata Dokter Riza panjang lebar.
__ADS_1
" Tuhkan boleh ya Andra" kata Irena sambil memegang tangan Andra memelas.
"iya boleh. Tapi kalau kamu lelah kamu gk boleh memaksakan"kata Andra
Irena hanya mengangguk dan langsung memeluk tubuh Andra yg berdiri di sisi tempat tidurnya.
"Terimakasih" ucap Irena
Meyla hanya diam melihat Irena dan Andra yg sedang berpelukan. ada rasa kecewa dihatinya melihat Andra yg sama sekali tidak menolak.
Dokter Riza memperhatikan wajah Meyla yg terlihat kecewa.
'kasian sekali kamu. Tapi aku juga gak bisa melakukan apa apa. aku terlalu sayang sama Dia. aku tak bisa menolak permintaan nya' batin Doktet Riza
Andra segera melepaskan tangan Irena yg memeluknya. Dia menoleh ke arah Meyla yg dari tadi hanya diam. Tapi Andra tau kalau Meyla kecewa dan tak nyaman dengan situasi ini. Dia segera menghampiri Meyla dan menggenggam tangannya.
"Ayo kita pulang. sudah malam" ajak Andra
Meyla hanya mengangguk
"Iren kita pulang dulu ya. kamu cepet sembuh" kata Andra
"Mbak iren cepet sembuh ya" ucap meyla tulus
"Kalian hati hati ya. Terimakasih sudah datang ke pestaku" kata Irena tersenyum
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Iren dan Dokter Riza. Setelah kepergian mereka Irena tersenyum puas.
"puas kamu udah membohongi mereka semua hah?" tanya Dokter Riza emosi
"Udahlah gak usah marah. kamu kan janji mau bantuin aku buat dapatin Andra lagi. sebagai sahabat yg baik kamu harus bahagia jika sahabatnya bahagia" ucap Irena tersenyum manis
"Apa kamu gk liat wanita tadi. Dia kelihatannya wanita baik dan lemah lembut. apa kamu gk kasian?" tanya Dokter Riza lagi yg sudah berubah lembut
"Dia itu cuma wanita munafik yg pura pura baik. padahal hatinya busuk" jawab Irena emosi
"Terserah kamu. aku harap kamu cepet berubah. Ingat di dunia ini laki laki gk cuma Andra aja masih banyak laki laki lain yg bisa mencintai mu dengan tulus" ucap Dokter Riza
__ADS_1
'termasuk aku.' batin Dokter Riza.
Irena tak mendengarkan ucapan Dokter Riza. Dia hanya tersenyum sendiri karna rencananya pura pura sakit berhasil menarik perhatian Andra kembali.