
Hari ini adalah hari dimana Andra dan Meyla harus pulang ke kota Meyla untuk bertemu keluarga nya.
Sekarang mereka sedang berada di perjalanan. Karna cukup jauh Andra sengaja membawa supir jadi Andra dan Meyla bisa duduk dibelakang. Andra melihat Meyla yg dari tadi terlihat gelisah dan gugup. Meyla lebih banyak diam dan melihat ke jendela..
"sayang kamu ko gelisah gitu?" tanya Andra
"gk papa ko" jawab Meyla singkat tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
Andra jadi kesal sendiri diacuhkan oleh kekasihnya itu. Andra menarik lembut tubuh Meyla menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Andra.
Meyla merasa sangat nyaman berada di pelukan kekasihnya itu. Bau maskulin milik Andra membuat Meyla jauh lebih tenang.
"kamu jangan takut. kita hadapi sama sama ya" ucap Andra sambil mengelus kepala Meyla
"Tapi kamu gk tau gimana keluargaku mas. Mendingan gk usah kesana aja deh. biar aku sendiri aja pulang ke rumah papa nya" Meyla masih gelisah
"Hei. mana mungkin aku biarin kamu hadapi ini sendiri. Apapun yg terjadi nanti aku akan selalu bersamamu." ucap Andra mengecup kening Meyla
Meyla makin gelisah Dia takut papa dan mama nya tidak menerima kehadiran mereka. Meyla juga takut akan hal hal yg tk diinginkan terjadi di depan Andra. Entah mengapa Dia merasa akan terjadi sesuatu yg besar nanti. Perasaan nya sudah tk enak dari tadi pagi berangkat.
"sayang daripada kamu terus gelisah kayak gitu. mendingan kamu tidur aja perjalanan masih jauh." ucap Andra lembut
Meyla menurut Dia tidur dengan paha Andra menjadi bantalan nya. Andra juga mencoba memjamkan matanya sambil menyenderkan kepala nya di sandaran kursi.
Meyla merasa lebih tenang saat Andra terus mengelus kepalanya lama lama Dia terlelap juga.
Mang Diman supir Andra hanya bisa tersenyum melihat pemandangan dibelakang dari kaca spion di atas. Dia juga ikut bahagia mendengar Andra sang majikan akan segera menikah dengan gadis sebaik dan selembut Meyla.
Setelah menempuh perjalanan yg cukup memakan waktu akhirnya mereka sampai juga di kampung halaman Meyla. Sebenarnya bukan kampung juga si.
Andra yg bangun lebih dulu langsung mengedarkan pandangan ke luar jendela. Kakinya terasa pegal dan kram. Mungkin karna terlalu lama di pakai bantal oleh Meyla tapi Dia tak mengeluh yg penting kekasihnya nyaman.
__ADS_1
"Kita udah sampe mang?" tanya Andra
"sudah Tuan." jawab mang Diman sopan
"Sayang bangun. kita sudah sampe" Andra membangunkan Meyla dengan mencium pipinya.
Meyla yg merasa ada yg menempel di pipinya langsung mengerjapkan matanya. Dia mengucek matanya sebentar.
"Kita udah sampai Mas?" tanya Meyla
"iya sayang" jawab Andra singakat sambil memijat mijat paha nya yg terasa pegal.
"Mas maaf ya Mey kelamaan tidurnya jadi kaki kamu pegel deh" Meyla memijat paha Andra
"gak papa sayang. nanti juga gk akan pegel lagi" ucap Andra mengecup pipi mulus Meyla
"Mas.... malu sama mang Diman ihh"bisik Meyla sambil memukul lengan Andra
"ayo sayang kita masuk" ajak Andra menggandeng tangan Meyla yg terasa dingin karna takut dan gugup.
Tok tok tok
"assalamualaikum " ucap Mereka sambil mengetuk pintu.
pintu pun terbuka oleh Raina kakak tiri Meyla Dia begitu terkejut melihat Meyla yg datang bersama seorang lelaki yg sangat tampan pikirnya.
"kak apa kabar?" tanya Meyla ramah
"ada apa kamu kesini?" tanya Raina ketus
Andra terkejut mendengar pertanyaan kakaknya Meyla yg begitu ketus pada adiknya sendiri.
__ADS_1
"Mey mau ketemu papa kak" jawab Meyla gugup
"sana masuk papa sama mama ada di ruang tamu" jawab Raina sambil membuka pintu lebih lebar. Raina terlihat tersenyum manis pada Andra tapi Andra tk menghiraukan sama sekali.
'ganteng banget. sumpah keren banget gue langsung jatuh cinta ni sama tuh cowok. tapi tuh cowok siapanya Meyla ya?" guman Rania
Saat mereka masuk ke dalam rumah. Papa dan mama Meyla terlihat terkejut melihat kedatangan mereka. Bukan masalah kedatangan anaknya. Tapi org yg bersama anaknya yg membuat mereka kaget.
"assalamualaikum pa.. ma" Meyla mencium tangan kedua org tua nya.
"waalaikumsalam salam. kamu pulang nak?" tanya papa lembut
"iya pa. Mey kesini karna ada yg mau mey sampaikan ke papa dan mama" kata Meyla sopan
"ya sudah ayo duduk dulu biar mama buatkan minum" kata mama sambil berlalu pergi
"Maaf kenapa anda bisa bersama putri saya Tuan Andra. apakah Mey melakukan kesalahan kepada anda?" tanya papa Meyla cemas
"Tidak om. saya kesini justru ingin melamar putri om" jawab Andra tersenyum
Rania yg baru masuk langsung tersentak kaget mendengar ucapan Andra.
'Apa? jadi Dia mau melamar Mey. dasar cewek murah*n awas aja lo. gue gk bakal biarin lo bahagia gitu aja' batin Rania
Papa Meyla pun terlihat terkejut mendengar ucapan Andra. Apalagi Dia tau siapa yg akan melamar anaknya itu.
"Pa. ko papa bisa tau sama Mas Andra?" tanya Meyla bingung
" ya tau dong Mey. Tuan Andra ini adalah pengusaha muda yg tersukses di negara kita. Dia juga terkenal diluar negeri. Sebagai pengusaha semua pasti tau siapa Tuan Andra" jawab papa panjang lebar
Meyla hanya diam. emang seberapa kaya calon suaminya? sampai papa nya aja begitu menghormati nya? pertanyaan itu berseliweran di kepala Meyla.
__ADS_1