
Meyla dan Andra sudah berada di depan pintu. Karna hari sudah hampir malam jadi Andra menyuruh mang Diman pulang duluan saat Dia melihat ada mobil Jack di depan Rumah Ibu Rum Dia berniat pulang nya bareng sama sahabatnya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum " ucap Meyla
"Waalaikumsalam " Pintu terbuka oleh Vikka
"Mey kamu udah pulang. aku kangen tau" Vikka langsung menghambur ke pelukan Meyla
"Meylaaaa. aku kangen" Teriak Lidya yg berlari memeluk Meyla. Mereka saling berpelukan.
"iya aku juga kangen sama kalian" ucap Meyla mengusap air mata haru.
"ayo masuk" ajak Vikka setelah melepas pelukannya.
Mereka Pun masuk ke dalam dan ternyata sudah ada Jack dan Dani lagi mengobrol.
"hai. bro gimana lancar?" tanya Jack setelah melihat Andra
"Alhamdulillah lancar bro" jawab Andra santai
"wihh. selamat ya Mey, dra kalian bentar lagi jadi pengantin ni" ucap Jack tulus
"selamat Mey, Tuan Andra " ucap Dani juga
"iya terimakasih. oh ya mulai sekarang jangan panggil aku Tuan lagi. Kita kan keluarga. Berasa tua banget gue di panggil Tuan" Andra tertawa
"baklah" jawab Dani
"Mey kamu kenapa dari tadi diem aja. ada masalah say?" tanya Lidya penasaran
__ADS_1
"gk papa ko. aku gerah aja. aku mau ke kamar dulu ya mau mandi" Meyla berlalu ke atas meninggalkan teman temannya yg bingung dengan tingkah Meyla.
" Mey kenapa ya?" tanya Vikka
"kayanya ada masalah deh. kamu tau kan Doi kalau ada masalah pasti suka banyak diem dan ngurung diri tanpa mau cerita" jelas Lidya
"iya sebenarnya memang ada sedikit kejadian mengejutkan kemarin" jawab Andra tiba tiba
"apa yg terjadi?" tanya Vikka dan Lidya serempak
Andra pun menceritakan semuanya tanpa ada yg di lewatkan satu pun
"gk nyangka gue Mey yg selalu terlihat tegar dan ceria ternyata hidupnya sesulit itu" kata Dani
"iya. aku kasian deh Mey selalu aja di anggap biang masalah sama keluarga nya itu. " ucap Vikka
"Bro mendingan lo susulin tuh si Meyla le kamar gue takut Dia kenapa napa..Jiwa nya pasti masih syok" Jack menepuk bahu Andra.
Tok tok tok
"sayang kamu lagi apa? aku masuk ya" kata Andra membuka pintu kamar perlahan karna tidak ada jawaban.
Saat Andra masuk Dia tak menemukan sosok yg di carinya tapi Andra mendengar suara gemercik air di kamar mandi. Andra bernafas lega berarti Meyla sedang mandi. Tapi tak lama kemudian Andra mendengar isak tangis dan rancauan Meyla di dalam kamar mandi.
Meyla bukan nya mandi Tapi Dia malah menyalakan shower dan duduk di bawah air yg mengalir dengan masih pakaian lengkap. Meyla mengeluarkan tangisnya yg sejak tadi Dia tahan. Dia cape harus terus berpura pura tegar.
"Aku cape Ya Allah dengan hidupku ini. Aku lelah aku tak sanggup lagi. Semuanya membuatku kecewa.. Revan anak yg aku sayangi dan yg selalu aku rindukan selama ini ternyata hanyalah anak dari mantan suamiku dan pacarnya. Mereka hanya memanfaatkan aku untuk mengurus anak nya dengan semua kebohongan ini" Meyla meracau sambil terus terisak keras...
Andra yg mendengar racauan Meyla merasa sakit melihat kekasihnya terpuruk seperti itu. Andra juga menjadi curiga kenapa Meyla mandi sambil menangis dan lama sekali. Andra mencoba membuka pintu kamar mandi yg ternyata Meyla tak menguncinya. Saat Dia masuk begitu terkejutnya Andra melihat Meyla yg duduk merikuk di bawah air shower dengan mata sembab, wajah pucat dan tubuh yg menggigil karna terlalu lama duduk di bawah guyuran air.
"Sayang apa yg kamu lakukan?" teriak Andra yg langsung menghampiri Meyla
__ADS_1
Meyla mendongakan kepalanya. Dia terkejut melihat Andra sudah ada di dalam.
"apa yg kamu lakukan. ayo cepat keluar kamu bisa sakit" Andra langsung mematikan shower dan menggendong tubuh Meyla keluar dari kamar mandi dan mendudukan nya di depan meja rias. Andra segera mengambil handuk dan mengeringkan rambut Meyla yg basah.
"Ayo cepat ganti baju" perintah Andra seraya keluar kamar membiarkan Meyla berganti baju.
"Sayang sudah belum?" tanya Andra cemas takut Meyla akan melakukan hal hal yg tak diinginkan.
"Sudah " jawab Meyla yg sedang mengeringkan rambutnya didepan meja rias. Wajahnya terlihat sangat pucat.
Andra masuk dan langsung memeluk Meyla dari belakang dengan badan yg sedikit membukuk karna posisi Meyla yg sedang duduk.
"Sayang jangan lakukan ini lagi. Kamu tau aku bisa mati melihat kamu kaya tadi " kata Andra lirih
Meyla hanya mengangguk dan melepes pelukan Andra lalu membalikan bandan nya. Andra langsung berjongkok di depan Meyla dan menggenggam tangannya yg terasa sangat dingin.
"Sayang... kamu masih ada aku. jadi kamu jangan pernah merasa sendiri menghadapi semua masalah. Kamu jangan pernah melakukan hal bodoh kaya gini lagi" kata Andra menatap wajah Meyla yg pucat
"Mas aku lelah, aku cape kehidupan ku gk pernah bahagia. Aku capek dengan hidupku ini" Meyla mengeluarkan uneg uneg nya dengan berurai air mata
"Sayang dengerin aku. Kamu pasti kuat kita hadapi semua nya sama sama. Kamu kan wanita paling tegar yg aku temukan. Jadi kamu jangan pernah berbicara seperti itu lagi" Andra menghapus air mata Meyla dan mengecup tangan Meyla yg di genggaman nya.
"Mas Mey mau ke bawah mereka pasti nungguin kita." kata Meyla yg beranjak dari duduk nya. Tapi sebelum Meyla melangkah Dia merasa nyeri di dada nya kali ini terasa lebih nyeri di banding waktu di pemakaman. Meyla memegang dada nya dan meringis sakit.
"Sayang kenapa? ada yg sakit?" tanya Andra cemas
"Dada Mey sa...kitt mas.. Akhhhh" Meyla tak tahan lagi menahan sakitnya
"kita pergi ke rumah sakit sekarang" ajak Andra memapah Meyla.
Brukkk
__ADS_1
Meyla sudah jatuh pingsan sebelum melangkah. Andra yg panik langsung menggendong tubuh Meyla menuruni tangga dengan wajah panik..