Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 10: Pilih Yang Mana?


__ADS_3

Jam istirahat dengan cepat berlalu, dan Lea berniat kembali ke Ruang Kelas bersama Kirana, tidak banyak yang mereka berdua bicarakan selain hal-hal tentang ekstrakurikuler dan beberapa hal tentang pria-pria tampan di sekolah ini.


Seperti yang Kirana katakan, bahwa Rey merupakan salah satu dari Pria-pria Tampan itu, namun ada lagi salah satu idola Siswi disini, yang merupakan seorang Kakak tingkat, kelas tiga. Terkenal karena dia sering tersenyum dan ramah pada semua orang, berkebalikan dengan Rey yang galak dan memiliki reputasi buruk, Kakak tingkat ini sangat tampan dan terkenal karena sikapnya yang baik, seorang Siswa Teladan.


Ketika menuju kearah Kelas, Lea dan Kirana Kebetulan sekali sedang melewati sebuah lapangan basket, di mana saat ini ada beberapa siswa laki-laki yang terlihat sedang bertanding basket. Di antara para siswa itu, terlihat sekali ada seseorang yang sangat mencolok dan menonjol di antara semuanya.


Lea yang baru saja melihatpun, tentu sudah sadar tentang keberadaan Pria tinggi, putih dan memiliki wajah tampan. dari penampilan dan cara dia bermain basket benar-benar menunjukkan seorang pria tampan dan mempesona. Dan bagaimana dia tersenyum pada teman-temannya setelah memasukan satu angka. Deskripsi itu benar-benar cocok dengan seseorang.


Dia lalu bertanya pada Kirana,


"Apakah itu, Kak Nathan?"


Kirana yang mendengar pertanyaan Lea itu segera menunjukkan ekspresi terkejut dan berkata,


"Wow, Lea kamu benar-benar memiliki mata yang bagus untuk melihat seorang pria tampan. Bagaimana menurutmu? Kak Nathan sangat Tampan bukan?"


Lea mau tidak mau, hanya berkata dengan jujur.


"Ya, dia memang cukup tampan, penampilannya sangat mencolok jadi Tentu saja aku tahu ini benar-benar sesuai dengan deskripsi yang kamu berikan, tidak dilebih-lebihkan sama sekali,"


"Benar bukan? Sudah Aku bilang, Kak Nathan sangat keren! Namun sayang sekali dia saat ini sudah kelas tiga, Aku dengar dari Gosip dia tidak memiliki niat memiliki seorang pacar dalam waktu dekat Karena fokus dengan Ujian,"


"Benarkah seperti itu? Namun memang benar sih, Kelas tiga cukup berat, harus mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan dan ujian masuk universitas,"


Kirana yang mendengar hal-hal itu lalu segera menghela nafas terlihat lelah dan berkata,


"Memang, sangat beruntung kita masih kelas 2 jadi masih bisa mulai menikmati masa-masa indah sekolah? Ya, ya bukankah ini saatnya untuk memikiran mencari seorang Pacar? Apakah kamu sedang mencari satu Lea?"


Lea yang tiba-tiba ditanya itu segera menunjukkan ekspresi malu karena tidak pernah memikirkan soal hal-hal ini.


"A... Apa? Pacar Apa? aku juga tidak berminat untuk memiliki seorang pacar lagi pula aku ingin fokus belajar,"


"Ayolah, Lea sedikit santailah kita saat ini masih kelas dua, ujian kelulusan dan ujian masuk Universitas masih lama,"


"Hah, walaupun itu masih lama bukan berarti Waktu Sekolah dihabiskan untuk mencari pacar, aku harus tetap fokus belajar," kata Lea terlihat mulai serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Wow, Lea kamu baru saja mengatakan itu aku yakin kamu memiliki nilai yang bagus?"


Lea yang tiba-tiba ditanya itu segera memiliki ekspresi buruk, soal nilai?


Nilai miliknya tidak sebagus itu, karena Lea sendiri tidak banyak belajar sebelumnya, dia memiliki banyak masalah hingga tidak sempat ingin belajar, hal-hal yang membuat Lea tertekan, baik di Rumah dan di Sekolah.


"Entahlah Siapa yang tahu?"


"Hahaha, baiklah mari lihat di Ujian Tengah Sementara nanti? sejujurnya nilaiku juga tidak sebaik itu pula namun aku terlalu malas untuk belajar aku hanya ingin bersenang-senang,"


Lea yang mendengar itu segera tertawa, Kirana ini sepertinya orang yang cukup asik, cukup senang bisa Satu meja dan berteman dengannya.


"Kamu benar-benar santai,"


Lalu tatapan Kirana kembali menatap ke arah lapangan di mana Nathan ada disana.


"Owh, Astaga Di Panas Terik seperti ini, Kak Nathan tetap sangat Tampan!! Sayang sekali pria tampan tidak bisa dimiliki,"


Lea juga Mulai mengikuti pandangan Kirana menatap ke arah lapangan, dimana saat ini Nathan terlihat cukup berkeringat dan mulai menyeka keringat yang bercucuran dengan kaosnya yaitu merupakan pemandangan yang cukup menggairahkan untuk dilihat.


Kirana lalu terdiam sebentar seolah sedang memikirkan sesuatu hal yang serius lalu mulai bertanya pada Lea,


"Jadi Lea, menurutmu, lebih Tampan Kak Nathan atau Reyhan?"


Ketika dihadapkan oleh pertanyaan itu, Lea tiba-tiba menjadi diam, karena Lea teringat akan wajah Rey yang marah-marah padanya terlihat sangat menyebalkan, lalu ingat juga wajah Rey yang ternyata bisa tersenyum benar-benar terlihat sangat tampan.


Namun tentu saja, Lea tidak mungkin untuk mengakui di depan Kirana pendapatnya yang sebenarnya.


"Tentu saja, Kak Nathan lebih Tampan?"


"Ahaha, benar Kak Nathan menurutku juga lebih Tampan dari Reyhan, lagipula Reyhan itu selalu dingin dan menyeramkan,"


Namun Lea segera memiliki ekpersi pucat, pasalnya orang yang baru saja dibicarakan tiba-tiba melewati lorong itu. Ya, itu Rey yang kebetulan lewat dan entah sejak kapan ada di sana, Lea tiba-tiba merasa malu Apakah Rey baru saja mendengar soal pembicaraan mereka?


Lea mencoba memberikan kode agar Kirana diam, namun Kirana tidak mengerti kode yang Lea berikan, jadi Kirana terus saja berbicara.

__ADS_1


"Tapi jika di pikir-pikir, Dua orang itu memiliki kelebihan sendiri-sendiri, kamu juga mengakuinya kan Lea? Reyhan sangat Tampan, apalagi bisa melihat wajahnya setiap hari, ini benar-benar bisa menenangkan hati ketika aku sedang stress, itulah kenapa Aku duduk belakag. Hah, namun alangkah lebih baik jika aku bisa melihat wajah Kak Nathan setiap hari, itu pasti lebih menyenangkan,"


"Ssttt, Kirana,"


Lea laki-laki memberikan kode pada Kirana agar menengok dan akhirnya Kirana segera menengok dan melihat ada Reyhan disana. Kirana jelas merasa sangat malu, lalu segera melarikan diri sendirian, meninggalkan Lea yang masih terdiam disana.


Dan di lorong itu, hanya ada Rey dan Lea sekarang, Lea benar-benar merasa sangat canggung, namun Rey yang lebih dulu membuka pembicaraan.


"Cih, apa yang baik dari Kakak tingkat itu? Orang yang sok cari muka pada semua orang, munafik, dan lagi soal penampilan, jelas masih bagusan gue,"


Lea tidak mengira Pemuda cuek dan dingin di depannya itu akan benar-benar mengatakan hal-hal semacam itu di depannya, sungguh hal-hal tidak terduga.


"Rey? Apa yang baru saja kamu bicarakan? Kak Nathan juga cukup Tampan,"


"Nggak sebaik gue kan?"


Lea melihat pemuda yang ada di depannya mengatakannya dengan senyum penuh percaya diri Lea tidak pernah mengira jika pemuda itu ternyata memiliki sisi narsis semacam ini, rasanya cukup aneh untuk Lea, terlihat sosok ini lebih manusiawi, karena memiliki sisi lucu semacam itu, dari pada hanya terlihat galak dan menyebalkan yang sulit didekati.


"Jangan terlalu kepedean seperti itu di luar sana jelas banyak orang tampan lebih dari kamu,"


"Hah, gadis-gadis memang hanya memperdulikan penampilan Setelah semua," setelah mengatakan itu, Rey juga tidak memiliki niat untuk berbicara pada Lea hanya ingin melewati Lea dan pergi, Lea sendiri lebih memilih untuk segera menyusul Kirana yang melarikan diri ke kelas.


Namun, sebelum mereka berpisah, Rey berkata lagi dengan pelan saat melewati Lea,


"Bekal yang Loe bawa hari ini cukup enak, Loe bisa bawain lagi bekal itu besok-besok, gue suka,"


Itu hanya kata-kata sederhana, yang tidak membutuhkan jawaban, karena Rey sudah segera pergi dari sana untuk mengurus urusannya sendiri.


Namun, Lea yang ditinggalkan itu ekspresinya segera menjadi merah mungkin karena tiba-tiba mendapatkan pujian bahwa masakannya enak dari pemuda itu. Seolah jantungnya berdebar-debar, Lea benar-benar merasa sangat senang jika Rey menyukai bekal buatannya.


Akkhhh..


'Tunggu, Lea! Kamu jangan seperti ini! Apaan sih, bagaimana kata-kata itu bisa bikin panas dingin? Lupakan! Lupakan!'


Lea berusaha untuk menghilangkan pikiran konyol dalam hatinya itu.

__ADS_1


__ADS_2