
"A... Apa? Siapa yang cemburu?" kata Rey mencoba menginap atas yang ada di depannya tentu saja dia akan merasa sangat malu jika mengakui merasa cemburu.
Lea tentu saja bisa membaca sedikit ekspresi dari wajah galak pemuda yang ada di depannya itu hanya segera tersenyum,
"Yakinlah tidak ada hal yang perlu kamu khawatirkan, Aku dan Kak Nathan dari awal memang tidak memiliki hubungan apapun, hanya sebatas teman dan hubungan antara adik kelas dan kakak kelas,"
"Tapi tetap saja aku merasa tidak nyaman kamu dekat-dekat dengannya,"
"Rey kamu jangan seperti itu, Kamu tidak percaya padaku?"
Rey yang mendengar pertanyaan itu akhirnya hanya segera menghela nafas dan berkata,
"Baiklah, Aku akan percaya padamu, jadi bagaimana jika kamu memberikan beberapa ciuman?"
Rey mengatakan itu sambil menunjuk ke arah pipinya hanya iseng untuk mengoda Lea, mana tahu Lea benar-benar mencium pipi Rey sambil berkata dengan jail,
"Apakah kamu sekarang merasa sangat puas?"
Rey tentu saja menjadi cukup terkejut tentang bagaimana gadis itu benar-benar melakukan hal yang dia inginkan, ciuman itu cukup mengejutkan hatinya.
"Su... Susahlah, sana lanjutkan saja kamu mengedit aku ingin segera memakai komputernya juga,"
"Tentu saja, kamu sih dari tadi menggangu,"
Rey yang dituduh mengganggu itu ingin sedikit marah namun segera melewatkannya, dan memilih duduk di sofa disana sambil mulai memainkan ponselnya. Dan tidak lama sampai Nathan datang kesana, dia segera menyapa semua orang yang ada disana dengan ramah.
Tepat ketika Nathan mendatangi Lea, dia melihat bagaimana gadis itu saat ini sedang mengedit salah satu foto dimana dia berada, Nathan jelas segera mendekat ke arah liar dan menatap ke arah komputer juga membuat dua orang itu memiliki jarak yang sangat dekat.
"Astaga, kamu ternyata benar-benar serius soal foto ini? Kamu bahkan melakukan beberapa pengeditan dengan foto-fotoku yang kamu ambil tadi,"
"Bukan seperti itu hanya saja aku merasa foto-foto ini cukup bagus saja bisa menjadi salah satu dokumenter dari hasil fotografiku itu saja,"
"Pfff, itu mungkin karena objek fotonya adalah aku hasilnya pasti akan bagus, kamu aku ijinkan untuk mengambil fotoku lagi jika kamu memang menyukainya, mungkin kita akan mencari lokasi yang memiliki latar belakang yang lebih bagus lain kali," kata Nathan dengan nada sedikit bercanda.
Lea sendiri, tahu jika Nathan mungkin hanya ingin berbasa-basi saja dengannya jadi dia segera menjawab,
"Ya, mari kapan-kapan bisa,"
__ADS_1
Dua orang itu sekarang benar-benar terlihat asyik mengedit foto sambil berbicara satu sama lain, sedangkan Rey hatinya dipenuhi dengan rasa panas dan dingin, akhirnya mengerti tentang perasaan yang selama ini dia rasakan kenapa merasa sangat terganggu ketika melihat dua orang itu, itu adalah cemburu?
Rey tentu saja mencoba untuk menahan emosinya, dan memilih percaya pada Lea, tidak lagi berkomentar tentang kedekatan dua orang itu.
Sayangnya kedekatan Nathan dan Lea berlangsung selama beberapa hari ke depan, di mana dua orang itu selalu saja memiliki topik bahasan yang sangat nyambung, sedangkan Rey entah sedang sibuk dengan komputer atau kamerannya, dan dua orang itu benar-benar mengobrol dengan akrab serasa dunia milik berdua. Rey lama-lama menjadi kesal namun tetap menahan diri.
Itu adalah sore hari ketika Rey dan Lea diam-diam berjalan bersama untuk pulang, lebih tepatnya, Rey ingin mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya dengan aman dan nyaman. Sejauh ini tidak ada hal-hal yang terjadi, masih aman.
"Terimakasih Rey, kamu sudah menemaniku selama ini namun aku pikir sepertinya semua sudah baik-baik saja," kata Lea ketika dia sudah hampir sampai ke rumahnya hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju gerbang rumahnya.
"Bahkan walaupun sudah aman aku tetap ingin pulang sekolah bersamamu apakah kamu tidak ingin?"
"Pffff... Kamu itu, paling suka ngombal ya?"
"Apa? Kamu harus tahu aku hanya melakukan hal-hal ini untukmu,"
"Baik, baik, aku benar-benar sangat senang menjadi yang spesial untukmu,"
Mereka sempat bercakap-cakap singkat sampai Rey hendak pergi, barulah Rey teringat sesuatu.
"Besok?"
"Ya, Besok malam, Malam Minggu, aku ada beberapa acara besar kamu mungkin akan sedikit terkejut aku akan mengajakmu besok,"
"Eh? Acara besar apa sih?" tanya Lea penasaran.
"Tentu saja ini adalah sebuah rahasia jika aku mengatakannya sekarang ini tidak akan menjadi asik bukan?"
"Ya ampun, Rey kamu paling bisa ya bikin rahasia-rahasia seperti ini, dasar,"
Rey kali ini benar-benar segera melambaikan tangannya dan pergi dari halaman Rumah Lea.
Ketika sampai di kamarnya, Lea jelas sekali sangat senang, karena besok akan menjadi kencan pertama mereka setelah mereka resmi jadian?
Mungkin karena gadis itu merasa sangat tidak sabar dia segera membuka lemarinya mencoba untuk melihat-lihat baju apa yang kira-kira akan cocok dipakai untuk kencan besok. Ada banyak baju sebenarnya, namun tiba-tiba Lea merasa bahwa baju-baju yang ada di lemarinya itu sangat tidak cocok untuk pergi besok.
"Kenapa baju-baju ini terlihat cukup lama? Sial, aku biasanya sangat jarang pergi berbelanja, dan sekarang ketika saatnya kita untuk di pakai, malah tidak ada yang bagus,"
__ADS_1
Lea benar-benar merasa kesal ketika membolak-balik baju-baju yang ada di lemarinya itu, yang sekarang terlihat seperti baju model lama. Tepat ketika Lea mulai merenung, dia mendapatkan sebuah pesan dari salah satu temannya.
'Lea apakan Besok pagi kamu ada waktu?'
Ini dari Kirana teman semejanya. Lea yang mendapatkan pesan itu segera membalasnya dengan cepat.
Lea: Aku ada waktu, hanya saja mungkin sekitar jam 9 sampai jam 2an saja, kenapa memangnya?
Kirana: Aku sebenarnya ingin pergi berbelanja ke Mall di kota, apakah kamu mau menemaniku aku jamin ini tidak akan lama,
Lea yang mendengar pesan itu jelas saja merasa senang entah ini kebetulan atau apa namun dia benar-benar ingin berbelanja baju baru sekarang, Lea sendiri merasa selera bajunya cukup buruk, mungkin nanti bisa mendapatkan beberapa rekomendasi baju dari Kirana?
Tentu saja, Lea benar-benar ingin terlihat cantik di kencan pertamanya, Lea sepanjang malam benar-benar memikirkan dan menantikan hal-hal besok malam, kemanakah Rey akan membawanya?
Mungkin karena tidak sabar Lea menjadi kurang tidur malam itu dan paginya dia bangun kesiangan sampai hampir telat ketika janjian dengan Kirana. Mereka pergi dengan di antar supir Lea.
"Terimakasih Lea, kamu bahkan repot-repot sampai menjemputku segala,"
"Tidak masalah sama sekali bukankah ini juga sekalian jalan menuju kota pula,"
"Padahal aku yang sudah mengajakmu,"
Dua orang itu segera mengobrol dengan asik sepanjang perjalanan menuju Mall, dan waktu benar-benar tidak terasa ketika keduanya sampai di sana. Dan tentu saja, Lea segera bersemangat untuk masuk ke Mall, meminta Kirana untuk membantunya memilih beberapa baju.
"Wow, kenapa malah jadi kamu yang bersemangat seperti ini? Ini benar-benar tidak biasa? Hayo, mau buat pergi kencan ya?"
Wajah Lea yang ditanya itu segera menjadi sedikit memerah. Kirana awalnya, hanya mengatakan sesuatu yang random namun tidak mengira bahwa kata-katanya itu nyata.
"Astaga, kamu benar-benar akan berkencan?"
"Bu-- Bukan, ini tidak seperti itu,"
Jiwa Kirana tentu sangat kepo, namun dia juga menghargai keputusan temannya itu untuk tidak membicarakannya, jadi dia tidak banyak bertanya.
"Baik, mari serahkan pada Nona Kirana ini, aku pasti akan memulihkan set baju paling bagus untukmu yang akan membuatmu menjadi gadis paling cantik nanti!" Kata Kirana dengan yakin, lalu mulai menyeret Lea menuju ke Toko Baju lainnya, Yang sepertinya memiliki model-model baru dengan warna lebih cerah.
Mana tahu, ketika mereka memasuki toko itu, mereka melihat wajah yang Familiar.
__ADS_1