Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 43: Kesal


__ADS_3

"Eh? Tapi, luka mu... Kamu harus mengobatinya aku takut ini akan menjadi infeksi,"


Jelas ada nada penuh kekhawatiran ketika Lea mengatakannya, namun sepertinya hal-hal itu tidak sampai kepada pemuda yang ada di hadapannya.


"Aku bilang naik lah, apakah kamu tidak mengerti?"


Lea yang tiba-tiba dibentak itu jelas aja merasa tidak senang,


"Kamu apa-apaan sih kenapa tiba-tiba membentakku seperti ini?"


"Lo sumpah banget sih dibilangin disuruh naik aja apa repotnya?"


"Kok kamu malah marah?"


Rey tidak mendengarkan protes dari gadis itu segera turun dari motor, ten menyerap gadis itu agar segera naik motornya.


"Rey!? kenapa sih Lo jadi nggak jelas gini lepasin nggak sih!"


Namun Rey tidak mendengarkan kata-kata gadis itu hanya segera menaiki motornya dan kali ini kecepatan motor itu benar-benar sangat cepat membuat Lea menjadi ketakutan.


"Rey! Pelan-pelan dikit kenapa! aku tahu kamu pinter balapan tapi jangan membonceng ku dengan kecepatan seperti ini!!"


Namun jelas Rey tidak mendengar kata-kata gadis itu karena dia lebih fokus pada memperhatikan jalan mencoba untuk meredam emosi nya. Lea yang kata-katanya tidak didengarkan itu akhirnya hanya pasrah, memeluk Rey dengan erat agar dirinya tidak jatuh.


Mereka berdua segera melewati jalanan malam yang cukup sepi dalam keheningan, kecuali suara motor tidak ada satu pun dari mereka yang membuka percakapan.


Lea entah kenapa tidak senang dengan sikap pemuda itu, terutama tiba-tiba mengajaknya pulang seperti ini. Padahal Lea memiliki begitu banyak ekspektasi pada kencan pertama mereka ini.


Walaupun hal-hal di balapan tadi merupakan hal yang cukup menyenangkan dan pengalaman yang baru namun tetap saja..


Kenapa Rey tiba-tiba mengajak pulang seperti ini?


Dan benar saja tujuan mereka benar-benar pulang menuju Rumah Lea.


"Ini udah sampai sebaiknya Lo turun,"


Lea yang diperlakukan sebagai beban itu jelas aja menjadi tidak senang,


"Gini doang? Kenapa sih kamu tiba-tiba ngajak pulang gini?"


"Ini udah malem Lo juga nggak biasa kan pergi malem-malem? Gue gak mau, bikin pengaruh buruk sama lo, jadi sebaiknya Lo balik aja,"

__ADS_1


"Aku benar-benar nggak mengerti kenapa kamu tiba-tiba jadi aneh gini,"


"Bukan gue yang aneh tapi lo kenapa kamu tadi sama..."


Rey mau melanjutkan kata-katanya namun segera ditelan, tidak jadi melanjutkan nya merasa jika dia protes pada gadis itu soal kedekatannya dengan Nathan, membuat beberapa harga dirinya sedikit jatuh.


Apakah hanya dia yang menganggap hubungan mereka penting?


Lea bahkan, tidak menjaga dirinya dengan menjaga jarak dengan pria lain. Padahal sudah jelas sebelumnya dia memperingatkan Rey.


"Kenapa kamu diam?"


Rey lagu segera menarik nafas dalam-dalam dan berkata,


"Sudahlah, kamu mending masuk aja terus bobok, Aku pergi dulu,"


Setelah mengatakan itu pemuda itu segera pergi dari sana dengan kecepatan penuh membuat Lea yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya itu merasakan perasaan yang sangat kesal.


Ya, Lea benar-benar kecewa dengan sikap Rey, tidak hanya tadi tiba-tiba membawanya ke tempat yang tidak dia mengerti tiba-tiba mengajaknya pulang begitu saja, mereka bahkan tidak menghabiskan begitu banyak waktu bersama. Apalagi makan malam bersama minimal.


Hal-hal malam ini benar-benar sangat berantakan jauh dari ekspektasi Lea soal kencan pertama mereka, belum lagi Rey yang marah tiba-tiba itu. Lea benar-benar tidak mengerti.


Jadi pada akhirnya, Lea kembali masuk ke rumah dengan perasaan kecewa. Sampai hari berganti tidak ada pesan satu pun dari Rey, yang membuat Lea makin kesal, Lea juga tidak ingin mengirimkan pesan lebih dulu kepada Rey.


Hari Minggu menjadi begitu membosankan, sampai Lea ingat dia memiliki beberapa pesan lain yang harus dibalas.


Ini adalah Alfa, mereka membicarakan beberapa hal soal kompetensi foto. Lea terlalu malas jika terus kepikiran dengan Rey, dia akhirnya memilih untuk berkirim pesan dengan Alfa.


Vanni: Tema apa yang akan kamu pilih dalam lomba nanti?


Ternyata tidak lama sampai pesan itu dibalas.


Alfa: Entahlah, aku belum memikirkannya,


Vanni: Kenapa begitu? Kamu biasanya sangat bersemangat untuk mengikuti kompetensi


Alfa: aku sedang memiliki suasana hati yang buruk,


Lea yang melihat pesan itu segera menunjukkan ekspresi sedikit kaget, tidak biasanya seseorang yang ada di ujung email itu, mulai membicarakan soal kehidupan sehari-harinya selain fotografi. Banyak hal yang membuat Lea penasaran tentangnya.


Vanni: Masalah apa?

__ADS_1


Alfa: Apakah menurutmu masuk akal jika seorang gadis yang sudah memilki kekasih dekat dengan Pria lain?


Vanni: Eh? Harusnya sih tidak,


Alfa: benar bukan memang harusnya seperti itu,


Jiwa Kepo Lea segera meningkat ketika membahas hal-hal ini membuat gadis itu penasaran apakah pemuda di ujung telepon sedang membicarakan soal kekasihnya?


Hal ini juga membuat Lea ingin curhat pada Alfa juga soal kekesalannya pada Rey.


Vanni: jangan bilang kamu membicarakan gadis yang kamu suka? Ataukah itu Pacarmu?


Alfa: Aku membicarakan soal temanku yang baru saja curhat padaku.


Vanni: Benarkah itu? tapi aku pikir untuk seseorang sepertimu rasanya tidak mungkin jika tidak memiliki kekasih?


Alfa: Yah sebenarnya iya, namun orang ini benar-benar sangat suka tebar pesona dengan berbagai cowok di sekitar nya, sangat tidak pakai jika orang-orang yang mendekatinya jelas memiliki ketertarikan pada gadis ini,


Vanni: Astaga, Alfa kamu ternyata bisa cemburu juga?


Alfa: Jangan menggodaku!


Vanni: Aku belakangan juga sedang kesal dengan seseorang, ada seseorang yang mengajakku pergi, namun tiba-tiba dia berubah pikiran dan membuat semuanya berantakan, meninggalku begitu saja dan marah-marah tidak jelas,


Alfa: Apakah kamu membicarakan pacarmu juga?


Vanni: Hanya membicarakan seseorang menyebalkan,


Dua orang itu sepertinya asik berbicara tentang masalah masing-masing yang mengganggu mereka tanpa mengetahui hal-hal yang sebenarnya ataupun Identitas masing-masing.


Sayangnya, balasan dari masing-masing pesan terjeda cukup lama karena kesibukan masing-masing juga.


Sampai hari Senin tiba, Lea masih sedikit asik dengan ponsel-ponsel karena ingin tahu lebih banyak soal Kekasih Alfa itu. Atau mungkin tipe gadis yang orang itu sukai. Bukan apa-apa, Lea benar-benar hanya menganggap dia teman yang di wajar untuk ingin tahu tentang nya lebih banyak?


Ketika Lea tiba di kelasnya diatasi melihat kursi Rey kosong. Setelah beberapa saat dan pemuda itu tiba, Lea masih juga diabaikan. Lea juga menjadi semakin kesal dan malah tidak ingin menyapa pemuda itu.


Daripada hanya membuat hari-hari nya kesal, Lea lebih memilih untuk membuka ponselnya dan beri kirim pesan kepada Alfa.


Rey diam-diam menatap ke arah Lea, dan melihat gadis itu tersenyum terlihat sedang ber kirim pesan dengan seseorang.


'Sial, apakah sekarang dia malah chatting asik dengan Nathan?'

__ADS_1


Ekpersi Rey menjadi semakin buruk ketika melihat hal-hal itu.


__ADS_2