
"Bukan, ini adalah milik salah satu teman gua nanti kamu juga akan tahu kenapa aku mengendarai motor ini jadi cepatlah berganti," kata Rey dengan nada yang sedikit misterius membuat Lea jelas saja merasa bertanya-tanya tentang hal itu.
Lea tentu menahan dirinya untuk getahnya lebih lanjut dan segera kembali ke dalam untuk berganti dengan celana panjang. Baru setelah itu, Lea kembali turun dan dibonceng oleh Rey.
Lea sebelumnya pernah dibonceng dengan sepeda dan sekarang pun sensasi nya tidak jauh berbeda dari itu, hanya sedikit bisa lebih dekat pada Rey, atau lebih tepatnya sekarang Lea bisa memeluk Rey dengan bebas.
"Astaga, aku hampir sesak nafas kamu berpegangan begitu erat," kata Rey dengan nada sedikit bercanda.
Lea yang menyadari bahwa pelukannya pada Rey terlalu berlebihan itu segera merasa malu dan mulai menarik tangannya namun segera tangan itu di pegang oleh Rey, mencegah agar pelukan Lea tetap seperti itu.
"Tidak apa-apa berpegangan lah yang kencang aku akan sedikit ngebut, hati aku hanya bercanda jangan dianggap serius,"
"Hpmh, kamu selalu saja menggoda aku dari tadi benar-benar menyebalkan,"
"Ayolah sayang jangan seperti itu? Atau nanti Aku cium?"
"A-- Apa-apaan! Nanti ada Nenek yang lihat!"
Lea jelas saja merasa semakin malu melihat gombalan dari Kekasihnya itu. Lea sejujurnya tidak pernah mengira jika pemuda yang dipeluk nya ini bisa begitu banyak berbicara.
Padahal Lea kira, Rey adalah orang yang cukup pendiam namun aslinya ternyata sangat cerewet, terkadang memang hal-hal tidak bisa dilihat dari sampulnya. Namun sisi ini hanya bisa Lea lihat, Lea entah kenapa merasa senang dengan hal itu.
Akhirnya motor itu segera berjalan dan tentu saja Rey benar-benar naik motor dengan kecepatan tinggi membuat Lea panik ketakutan, dan semakin mempererat pegangan nya pada Rey. Rey menaiki motor itu merasa hal hal ini cukup menyenangkan.
Dia tidak pernah membonceng seseorang sebelumnya dan sekarang ketika ada yang dia bonceng seperti ini, benar-benar terasa menyenangkan. Mereka berdua mulai berjalan sampai ke daerah pinggiran kota, di sana ada sebuah jalanan yang cukup ramai dengan orang, di mana beberapa remaja sepertinya berkumpul disana seperti sedang menonton pertunjukkan.
Ini juga pertama kalinya untuk gadis itu keluar malam seperti ini, menikmati suasana di malam hari di luar seperti itu adalah hal yang baru begitu pula dengan dibonceng menggunakan motor, walaupun Lea masih merasa sedikit seram dengan cara Rey naik motor tadi.
"Lain kali jangan naik motor sepanjang tadi hampir membuat jantungku copot,"
"Pffff, kamu takut?"
"Kamu saja yang benar-benar sangat berani naik seperti itu,"
"Tapi aku sudah biasa naik motor dengan kecepatan itu,"
"Itu sangat berbahaya aku tidak senang,"
"Tenanglah aku hati-hati aku sudah cukup profesional dengan hal-hal ini oke?"
Lea tidak membalas mulai melihat ke arah sekitar di sana dan mulai bertanya lagi,
"Ngomong-ngomong apa sih yang sedang mereka lihat?"
Rey segera mengambil sebuah masker dan menyuruh Lea memakainya. setelahnya langsung menyeret gadis itu ke tengah-tengah dan di tengah saat ini ada sebuah pertunjukan sepeda motor.
"Ini ... "
"Sebentar lagi akan ada balap motor di sini,"
Lea jelas saja terkejut,
"Apakah ini di ijinkan? Bukankah ini jalanan umum?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,"
"Tunggu, ketika kamu bilang kamu cukup ahli dengan hal-hal ini jangan bilang jika kamu ikut balapan?"
"Itu benar. Apakah kamu ingat dengan seseorang yang menculik mu tempo hari?"
"Seseorang berambut pirang itu? Dio apa siapalah itu,"
"Begitulah, kamu mungkin penasaran tentang masalah apa yang kami miliki bukan?"
"Ya, sebenarnya masalah apa yang kamu miliki dengan orang itu?"
"Dia kalah bertaruh ketika balapan denganku dan marah, yah semacam itulah, dia sering kalah jadi begitulah dia mungkin menyimpan dendam,"
"Namun orang itu terlihat berbahaya dan juga balapan ini kenapa kamu tidak berhenti?"
"Seseorang yang meminjamkan motor ini, memberikan bayaran yang lumayan jika Aku menang, yah semacam itulah,"
Ekpersi Lea menjadi buruk,
"Tapi... Rey, aku merasa ini terlalu berbahaya,"
"Tidak apa-apa sungguh, kamu sekarang tunggulah di sini aku akan segera kesana, sepertinya hal hal ini akan dimulai,"
Lea masih ragu, jelas saja dia merasa tidak senang ketika mendengar hal hal itu. Ya, lebih dari segalanya dia takut Rey kenapa-napa, balapan jelas hal berbahaya.
"Tapi..."
"Sudah, sayangku, kamu dukung saja aku dengan sepenuh hati dengan kamu yang ada disini aku pasti menang?"
"Baiklah yang penting kamu hati-hati oke? Jangan memaksakan diri, Aku di sini menunggumu kembali dengan aman,"
"Tentu saja sayang,"
Lea mau tidak mau menunggu di sana dengan perasaan cemas. Namun melihat suasana tempat itu yang ramai dan meriah, Lea ga diam-diam merasa ini ternyata cukup menyenangkan.
Rey sendiri, sudah mulai berada di tempat star balapan, bersama dengan orang-orang lainnya. Sepertinya balapan kali ini, mengintari sekeliling jalanan ini.
Lea mulai melihat ke arah sekitar sini yang sepertinya jalanan itu memang cukup sedih dan membentuk pola tertentu. Memang tempat yang cukup cocok untuk balapan semacam ini.
Sampai kemudian, suara tembakan menandakan balapan itupun di mulai. Lea yang melihatnya masih saja merasa khawatir hanya bisa berharap bahwa Rey akan aman-aman saja.
Sejujurnya, selama balapan, Lea dipenuhi dengan rasa cemas, sampai bayangan Rey dan para pembalap lainnya menjauh dari pandangannya menuju ke daerah gelap yang ada di ujung belokan.
"Apakah ini tidak apa-apa?"
Dan sekarang, Lea berada di sana sendirian, tadi kan merasa tidak senang.
Sebenarnya, bukan kencan semacam ini yang Lea harapankan. Atau...
Rey sebenanya, tidak berniat membawanya pergi kencan sama sekali?
Ini hanya untuk melihat Rey balapan?
__ADS_1
Atau mungkin akan dilakukan setelah acara balapan selesai?
Setelah semua malam ini masih panjang.
Lea yang menjadi pusat itu segera berkeliling tempat itu dan melihat juga ada beberapa penjual makanan. Sampai kemudian, Lea tidak sengaja bertemu dengan wajah yang familiar.
Seseorang yang memegang kameranya sepertinya mencoba mencari foto yang bagus di antara keramaian jalan nanti malam hari ini.
"Kak Nathan?"
Nathan tentu saja awalnya tidak mengenali gadis itu karena topi dan masker yang dia pakai.
"Lea? Kamu disini? Eh? Dengan siapa?"
Ketika Nathan bertanya, Lea sekarang yang menjadi gugup harus menjawab seperti apa.
"Itu... Dengan beberapa teman,"
"Huh? Tapi aku tidak melihat ada seseorang di sana? Jangan bilang kamu kesini sendirian? Tapi tempat ini cukup berbahaya untuk seorang gadis sendirian,"
Lea tentu saja tidak bisa bilang jika dia datang bersama Rey.
"Sungguh, Aku tidak sendirian, seseorang yang bersamaku saat ini sedang... Ke kamar mandi,"
"Ah, jadi begitu."
"Kalau kakak sendiri sedang apa di sini?"
"Hanya menghilangkan stress. Selama menunggu temanmu bagaimana jika kita berkeliling?"
Lea yang merasa bosan karena balapan itu sepertinya baru dimulaipun akhirnya mengikuti Nathan berkeliling. tidak banyak hal yang bisa dilihat karena sekarang fokus semua orang masih pada balapan.
"Apakah kamu tahu jika Rey balapan disini?" Tanya Nathan tiba-tiba.
Lea memilih untuk pura-pura tidak tahu,
"Eh? Benarkah?"
"Benar, tadi aku melihat dia ada di barisan orang-orang yang ikut balapan, dia memang cukup populer di sekitar sini dan sering memenangkan balapan semacam ini, hah stand hal ini juga salah satu yang membuat dia terlibat banyak masalah namun dia itu sangat susah untuk dibilangin,"
"Memang, dia sepertinya sangat keras kepala,"
Pandangan Nathan lalu menatap kearah balapan yang sepertinya mulai terlihat lebih meriah.
"Sepertinya sudah ada seseorang yang terlihat di ujung sana, mau melihatnya?"
Lea untuk saja juga menjadi penasaran tentang seseorang yang sudah hampir mencapai sini mulai melihat diantara kerumunan orang-orang, nanti jalan menuju ke depan.
Ada sebuah motor di bagian paling depan, yang sudah hampir mencapai garis finish. Itu adalah Rey, yang sudah membuka kaca helmnya.
Terlihat, Sekali Rey yang sudah merasa hadir menang itu melihat sekeliling mencoba menari Lea.
Namun Rey yang tiba di finis itu menjadi terkejut ketika melihat Lea ini bukannya mendukungnya malah terlihat mengobrol asik dengan Nathan. Dan jarak antar mereka berdua...
__ADS_1
Ya, Nathan yang terlihat sedang memeluk gadis itu.
Ekpersi Rey menjadi buruk.