Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 23: Di selamatkan


__ADS_3

Jam segera berlalu dalam sekejap, sudah hampir satu jam lebih, sejak pesan yang di kirimkan oleh orang yang menculik Lea itu, namun orang yang mereka tunggu tidak kunjung datang bahkan tidak ada balasan pesan apapun.


Lea sendiri, yang saat ini masih terikat di kursi juga Mulai merasa cemas.


"Sialan, jadi Rey itu benar-benar hanya mengagapmu hal-hal tidak penting?" Tanya pemuda berambut pirang itu.


Lea yang dari tadi diam itu jelas saja merasa cemas sebenarnya dirinya merasa kesal juga Rey tidak datang bahkan tidak merespon, apakah dirinya benar-benar tidak penting bagi pemuda itu?


Lea tahu, bahwa dirinya dan Rey kenal belum lama ini, Lea juga tidak menganggap mereka benar-benar dekat namun untuk beberapa alasan mereka berdua sering bertemu, dalam pertemuan tidak terduga itu banyak hal yang telah terjadi seperti bagaimana mereka pergi bersama dan mengambil foto bersama.


Apakah itu tidak ada artinya?


Tidak, ini baru satu jam, mungkin Rey baru dalam perjalanan atau sesuatu?


Tunggu, Lea mulai kesel kepada dirinya sendiri kenapa bisa-bisanya dirinya malah mengharapkan untuk Rey datang. Padahal, harusnya tidak, ya lebih baik Rey tidak datang dari pada malah berada dalam bahaya.


Lea sejujurnya, tidak bisa membayangkan jika Rey di pukuli oleh rombongan Preman dari sekolah sebelah itu, hal-hal itu jelas terlihat sangat buruk. Dan bisa jadi Rey malah akan masuk ke Rumah Sakit.


"Hey, gadis sialan! Gue ngajak loe bicara kenapa loe tidak jawab!"


Lea yang mendengar suara itu segera tersadar dari lingkungannya lalu menatap pemuda pirang yang ada di depannya dan segera berkata,


"Aku sudah bilang padamu bahwa Aku ini tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Rey, tapi kamu malah tidak percaya!"


"Hah, sialan jadi rugi untuk merepotkan diri untuk menculikmu?"


"Maka dari itu sebaiknya lepaskan saja aku!!"

__ADS_1


"Gak, gue masih nungguin sampai Rey datang, mungkin aja dia di jalan?"


"Kenapa sih kamu keras kepala sekali? Sebenarnya kamu itu ada masalah apa dengan Rey?"


Pemuda itu, lalu segera menatap ga situ dengan ekspresi kesal.


"Apa loe gak kenal Gue dan Genk motor gue?" Tanyanya dengan nada percaya diri.


Lea yang mendengar itu jelas menunjukkan ekspresi jengkel. bagaimana bisa pemuda yang ada di depannya itu bertingkah seperti dirinya seorang selebriti atau sesuatu sehingga orang-orang akan mengenalinya?


"Siapa kamu? Aku rasa tidak ada kepentingan untukku bisa mengenlimu,"


"Apa? Loe seegaknya kalau jadi warga kota sini, pasti kenal kan sama Genk Motor Crimson Blood?"


"Nama norak amavam apa itu?" Kata Lea secara refleks karena benar-benar tidak tahu tentang hal-hal seperti game motor atau sesuatu telah semua dirinya adalah pendatang baru di kota ini jadi tentu saja tidak tahu tentang hal-hal semacam itu.


"Gimana bisa loe nggak tahu sih? Apalagi los murid SMA Y! Anak-anak SMA Y harusnya pada tahu Genk gue,"


"Ya maaf maaf aja aku itu baru pindah ke SMA Y belum lama ini,"


Pemuda itu, terlihat segera menghela nafas terlihat menunjukkan kekecewaan karena gadis yang ada di depannya itu tidak mengenali dirinya atau gamenya pantas saja gadis itu tidak terlihat takut dari tadi hanya saat ditangkap saja dan dari satu jam yang lalu sekresi gadis itu benar-benar terlihat biasa saja.


Jadi itu karena gadis itu tidak tahu soal Genk motornya?


"Hah, buat lo anak baru gue bakal segera jelasin, Gue Dio, ketua Crimson Blood, no tadi nanya kenapa masalah yang gue miliki sama Rey?"


"Ya, apa itu?" Tanya Lea penasaran.

__ADS_1


"Memangnya loe penting tahu?"


Ekpersi Lea segera menunjukkan ekspresi tidak senang sepertinya memang salah untuk mencoba mencari jawaban dari pemuda menyebalkan yang ada di depannya yang sepertinya sama menyebalkan nya dengan Rey itu.


Yah, namun jelas Rey setidaknya memiliki beberapa wajah tampan yang memukau, jadi kelakuan buruknya itu bisa sedikit dimaafkan.


Lalu terjadi keheningan disana, dan tanpa di duga, anak buah Dio yang ada di depan untuk menjaga pintu, tiba-tiba datang dengan ekspresi cemas.


"Kenapa lu masuk bukannya tadi gue suruh untuk jaga di depan?"


"Begini Bos, sepertinya ada tamu tidak diundang yang datang,"


Ekpersi Dio segera berubah menjadi buruk ketika mendengar itu.


"Apa maksud Loe?"


Anak buahnya itu, segera menunjukkan ekspresi burung tentang bagaimana cara menjelaskannya namun segera menatap kearah Lea, dan menunjuk kearahnya.


Pandangan Dio menatap Lea, dan Lea yang tiba-tiba ditunjuk itu menjadi bingung.


Sayangnya, belum sampat anak buah Dio berbicara, ternyata ada seseorang yang sudah menerobos masuk kedalam ruangan, sambil membawa sebuah tongkat kayu.


Pandangan Lea segera menjadi terkejut ketika melihat wajah yang familiar.


"Sialan, bocah-bocah jaman sekarang sepertinya sudah sangat keterlaluan bukan? hanya karena kalian masih kelas 1 atau kelas 2 bukan berarti kalian bisa bermain-main semacam ini, sesuatu seperti menculik orang, sudah bukan lagi permainan namun ini adalah perbuatan kriminal," kata Pemuda yang baru datang itu dengan ekspresi tenang.


Ya, itu adalah Nathan yang datang, tujuannya sudah jelas sekali untuk membebaskan Lea, dan sepertinya dia baru saja memukuli beberapa orang yang ada di luar sehingga bisa menerobos masuk ke dalam.

__ADS_1


Dio yang melihat bagaimana teman-temannya di luar itu saat ini terluka karena dipukuli itu jelas menjadi marah dan kesal.


__ADS_2