
Pada akhirnya, pagi itu Lea sempat kelabakan tentang apa yang akan dia bawakan untuk makan siang Rey nanti, pasalnya di sekitar tempatnya tinggal saat ini tidak ada yang menjual masakan daging, selamam Lea juga dapat kabar dari Neneknya jika Pelayan di Rumah yang biasa memasak akan mengambil cuti selama beberapa hari karena anaknya sedang sakit itu artinya, Lea bahkan tidak bisa meminta pelayan di rumah untuk membantu dirinya membuat bekal untuk Rey.
Walaupun Nenek Lea bisa memasak, namun tidak mungkin juga Lea menyuruh neneknya yang sudah tua itu sampai repot-repot memasak bekal untuk orang tidak dikenal jadi pada akhirnya pagi itu melihat jam masih cukup pagi, kira-kira masih cukup jika mulai memasak beberapa makanan sederhana dan lagi ada daging juga di kulkas.
Ya, Lea pada akhirnya mau tidak mau terpaksa untuk mau memasak bekal makan siang nanti, walaupun ini masih sangat merepotkan. Namun tentu saja, Lea sebenarnya cukup pintar memasak, hanya saja Lea tidak pernah memasak untuk orang lain selain keluarganya jadi ini dengan terasa canggung.
"Hah, sial Rey itu banyak sekali maunya dan lagi aku harus terpaksa memasak, sumgguh merepotkan," keluh Lea sambil mulai mengambil bahan-bahan di kulkas, memikirkan masakan simple apa yang bisa dibuat dengan daging-daging di sana.
Melihat ada beberapa bumbu disana, Lea akhirnya memiliki beberapa ide untuk memasak apa sesuatu yang cukup mudah dan simpel.
"Sangat beruntung ada saus yakiniku,"
Lea yang sudah memutuskan akan memasak apa itu segera memulai langkah masak pertama, Lea benar-benar sangat fokus untuk menyiapkan bekal itu. Lea memang memiliki hobi memasak namun bukan berarti dia suka memasak untuk orang lain seperti ini rasanya masih jelas terasa aneh.
Nenek Lea yang baru saja bangun itu menjadi kaget melihat cucunya sudah berada di dapur terlihat asik memasak jadi dia segera bertanya,
"Tumben Lea kamu masak? Biasanya juga kamu beli nasi uduk di jalanan barat,"
Lea yang mendengar pertanyaan Neneknya itu, hanya segera tersenyum dan menjawab seadanya.
"Tidak apa-apa aku tiba-tiba ingin memasak saja,"
Tentu Lea hanya membuat alasan sangat mudah jika dirinya hanya membeli nasi uduk di jalanan barat, namun tidak ada daging disana, hanya ada sayur, pasti Rey akan mulai marah-marah dan protes dan menutup dirinya tidak menepati janji atau sesuatu. Lea memang paling benci untuk melangar janji jadi ketika dirinya sudah berjanji dirinya akan mematuhi setidaknya selama seminggu nya akan meninggalkan bekal makan siang untuk Rey.
"Jadi begitu, sudah lama aku tidak merasakan masakanmu Lea, Nenek cukup kangen dengan rasa masakanmu itu,"
"Nenek bisa saja, tidak ada yang spesial dari masakanku ini jalan tidak jauh lebih enak daripada masakan pelayan di rumah,"
Nenek Lea yang mendengar cucunya itu cukup merendah langsung segera memberikan pujian tambahan untuk Lea.
"Tidak-tidak, masakan cucuku jelas sangat enak, calon suamimu di masa depan pasti akan sangat senang memiliki istri yang minta memasak seperti kamu Lea, jika kamu memiliki Kekasih dia pasti juga akan menyukai jika dibawakan bekal masakanmu, kamu juga bisa menggunakan masakanmu itu untuk mencoba mendekati seorang Pria, pasti dia akan menyukai masakanmu lalu menyukaimu juga,"
Lea yang mendengar kata-kata dari neneknya itu tiba-tiba merasa sangat lama karena pasangan saat ini dirinya membuatkan bekal untuk seorang Pria, namun jelas tidak ada maksud di dalam hatinya untuk mencoba merayu orang yang akan dirinya berikan bekal ini. Ya, apa gunanya mencoba mendekati pemuda gila itu?
__ADS_1
Walaupun Rey tampan, Lea benar-benar tidak memiliki keinginan untuk mendekatinya sama sekali dengan masakan yang dirinya buatmu ini semua jelas hanya untuk menepati janji membawakan bekal untuk pemuda itu. Namun tiba-tiba Lea merasa kepikiran apakah nanti pemuda itu akan menyukai masakan buatannya?
Lea tiba-tiba menantikan reaksi dari pemuda itu jelas dirinya tidak bisa memasak ini dengan setengah-setengah dan harus penuh dedikasi kalau tidak dan nanti masakannya tidak enak, Lea akan malu sendiri. Jadi Lea memutuskan untuk lebih berkonsentrasi memasak agar bisa memasak sesuatu yang cukup enak sampai mendapatkan pujian dari Rey.
"Nenek terlalu berlebihan,"
Percakapan antara dua orang itu juga segera berakhir karena Nenek Lea juga segera menuju meja makan menantikan masakan cucunya itu. Sedangkan Lea saat ini sedang fokus dengan masakannya, Masih memikirkan apakah Rey nanti akan menyukai masakan yang dia buat.
Lea yang tiba-tiba merasa antusias karena hari ini ada orang lain selain keluarganya yang memasak masakannya tidak sengaja mendekorasi bekal itu, yah hanya beberapa dekorasi sederhana sehingga membuat bekal itu terlihat lebih lucu. Lea cukup menyadari bahwa membuat bekal semacam ini ternyata lebih mengasyikkan, mungkin lain kali Lea ingin membuat bekal untuk dirinya sendiri.
Mungkin karena asik, Lea akhirnya baru menyadari pikiran konyolnya itu begitu dirinya sampai di sekolah, dengan bekal di tasnya.
Ya, bisa-bisanya Lea berpikir untuk mendapatkan pujian dari Rey soal masakan yang dia buat!!
"Sial, kenapa pula aku jadi butuh pendapat cowok gila itu!!"
Lea tiba-tiba merasa menyesal untuk datang ke sekolah dan membawa bekal itu sekarang ini sudah terlanjur di bawah jadi harus diberikan kepada orangnya. Namun malah terjadi sebuah masalah lagi, ketika Lea sampai di kelas ternyata sudah cukup banyak orang yang datang ke kelas dan lagi teman sebangku Leaa juga sudah datang, jadi Lea merasa kehilangan kesempatan untuk memberikan bekal itu takut-takut orang-orang di sekolah mencurigai jika dirinya memiliki hubungan dengan preman sekolah.
Tentu saja, Lea sudah membuat perjanjian sebelumnya dengan Rey, jika saat berada di sekolah mereka berdua akan pura-pura tidak memiliki hubungan apapun, walaupun nyatanya mereka memang tidak hubungan, hanya sebatas kenalan yang entah bagaimana terlibat dengan situasi yang tidak terduga.
"Lea, apakah kamu tertarik untuk ikut ekstrakulikuler?" tanya teman semeja Lea yaitu Kirana.
"Eh? Apakah ada hal-hal semacam itu?"
"Ya, tentu saja ada, kamu mungkin harus mengikuti beberapa lumayan untuk menambah beberapa kenalan atau untuk sekedar menghabiskan waktu, jangan membosankan hanya pergi belajar dan sekolah,"
Ya, Lea juga merasa mungkin dirinya akan mengikuti beberapa ekstrakurikuler ini mungkin akan asyik juga dirinya ingin berkenalan dan memiliki lebih banyak teman di sekolah ini berbeda dengan sekolah lamanya yang menyebalkan.
"Tentu saja aku nanti akan melihat-lihat, namun biasanya di mana melihat hal-hal semacam itu daftar ekstrakurikuler atau sesuatu?"
"Biasanya, di Papan Pengumunan di Depan ada recruitment untuk pendaftaran kamu bisa mencoba melihat-lihat di sana barangkali ada ekstrakurikuler yang menarik minatmu ikuti saja petunjuk di sana lalu kamu bisa segera mendaftar,"
"Namun apakah menurutmu ini terlambat lagi pula tahun ajaran baru sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu," tanya Lea ragu.
__ADS_1
"Tenang saja, tidak apa-apa,"
Setelah beberapa percakapan ringan itu, guru segera datang. Kirana segera mulai menyiapkan buku untuk pelajaran hari itu, sedangkan Lea diam-diam menatap ke arah samping tempat di mana Rey berada, dan Rey seperti yang Lea duka saat ini mulai membaringkan kepalanya di atas meja.
Sungguh?
Rey itu, Apakah dia benar-benar tidak belajar di sekolah?
Lalu, apakah dia ikut Ekstrakulikuler juga?
Lea yang tiba-tiba merasa penasaran, namun segera membuang pikirannya itu tidak ada gunanya juga tahu lebih banyak tentang Rey.
####
Jam Istirahat akhirnya tiba, dan ini saatnya, Lea mencoba memberikan bekal makan siang untuk Rey, mengingat sekarang banyak anak yang sepertinya sudah keluar dari kelas.
"Lea, Apakah kamu ingin ke kantin bersama?"
Lea yang ditanya itu segera tersenyum dan menjawab,
"Kamu duluan saja Aku ingin pergi ke kamar mandi, nanti Carikan tempat untukku sekalian di kantin?"
"Tentu saja, Lea. Nanti kamu menyusul saja dan soal tempat itu serahkan saja padaku,"
Setelah Kirana pergi, Lea mulai menatap ke arah sekeliling kelas yang sepertinya kosong karena semua orang benar-benar sudah pergi dari ruang kelas paling-paling ada seseorang yang di depan yang mulai fokus dengan ponselnya sendiri tidak terlalu peduli dengan sekitar.
Lea mengira itu adalah saat yang tepat dirinya segera menuju kearah Rey sambil memegang kotak bekal ditangannya. Lea tiba-tiba merasa gugup untuk menyerahkan bekal itu kepada Rey, Lea juga tidak tahu kenapa dirinya gugup.
Saat ini, Rey baru saja membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Tatapan Lea bertemu dengan Rey, sekarang Lea merasa sangat malu dan canggung takut jika pemuda itu malah menuduhnya menatap Rey diam-diam saat tidur.
"Itu.... Aku hanya ingin memberikanmu ini," kata Lea segera meletakkan bekal makanan yang dibawanya kemeja Rey.
Rey menatap bekal makan siang itu dengan penuh selidik.
__ADS_1
"Loe benar-benar bawa bekal,"
"Aku hanya menepati janjiku Aku bukan tipe orang yang tidak tahu balas budi dan melanggar janji,"