
Hari-hari akan terasa lebih indah ketika seseorang jatuh cinta, itulah yang dialami Lea, dia menyambut pagi yang baru dengan penuh semangat. Rasanya sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan orang yang dia sukai. Lea lalu segera menatap ke arah ponselnya, disana ada sebuah pesan suara dari Rey, yang mengucapkan selamat pagi.
'Selamat pagi, sayang,'
Suara maskulin yang menghipnotis itu memasuki teliga Lea, suara itu terdengar dari seorang pemuda yang baru saja bangun tidur masih memiliki sedikit serak, namun justru itu yang membuat Lea merasa makin candu dengan suara itu. Lea benar-benar tidak mengira Rey akan sangat pintar untuk terjadi pagi hari seperti itu dengan mengirimkan Voice Chat. Membuat Lea yang mendengarkan itu merasa bahwa Rey barusaja membisikan kata-kata selamat pagi itu langsung di teliganya.
Bagaimana rasanya bangun tidur dan di sambut suara dan wajah tampan itu?
Lea mau tidak mau di sedikit memikirkan tentang hal itu namun dia segera menjadi malu karena pikirannya sendiri. Mereka masih sekolah apa yang dia pikirkan barusan?
Wajah Lea memerah dan sedikit panas, jadi dia segera meletakkan ponsel miliknya, lalu segera menuju ke kamar mandi cuci muka untuk menjernihkan pikirannya barulah setelahnya dia membalas pesan itu, namun hanya dengan pesan biasa.
'Kamu pagi-pagi sudah sangat pandai mengombal,'
Lalu ada balasan pesan suara lagi dari ujung telepon, terdegar Rey baru saja tertawa dan berkata,
'Aku hanya ingin menyapa Kekasihku memang tidak boleh? Aku hanya terlalu malas untuk menulis pesan bukankah lebih nyaman seperti ini?'
Masih dengan suara seksi yang sama yang membuat Lea hampir terpikat, ya dan gaya bicara Rey yang menjadi lebih sopan dengan Aku Kamu, membuat Lea merasa sedikit malu.
Itu hanya ucapan selamat pagi ringan dari sebuah ponsel namun hal itu tetap saja membuat Lea senang, jadi karena merasa tidak sabar juga dia juga mengirimkan pesan suara.
"Terserah kamu saja, Mari bertemu nanti di sekolah bagaimana jika kita berangkat lebih awal untuk mengambil beberapa foto?"
Tidak lama sampai pesan itu dibalas,
'Maaf, tapi ada beberapa hal yang harus aku urus pagi ini,'
"Baiklah, lain kali saja, yang jelas kamu tidak boleh telat ke sekolah,"
Setelah beberapa pesan, mereka tidak lagi berkirim pesan Lea sendiri sibuk bersiap-siap untuk ke Sekolah, sampai tiba-tiba Lea teringat, sebelumnya sempat belum membalas pesan Alfa karena sibuk dengan urusan Rey.
Lea yang baru saja selesai mandi itu segera mengambil ponselnya lagi dan membuka emailnya, mengigat Alfa sempat bertanya tentang kabarnya akhir-akhir ini di Sekolah. Yah, Lea sempat bercerita dulu jika dirinya sering di bully, dan teman virtual inilah yang memberi dirinya dorongan untuk bisa kembali bangkit, setelah pindah sekolah untungnya semuanya baik-baik saja.
Vanni: Ya, aku baik-baik saja di sekolahku yang baru, di sana sangat menyenangkan banyak orang-orang yang baik.
Dan tidak lama sampai pesan itu segera dibalas,
__ADS_1
Alfa: itu bagus aku menyarankan padamu kamu jangan diam saja jika dipermainkan oleh orang-orang seperti itu cobalah untuk sedikit membalas
Lea lalu menjadi teringat kejadian di mana dia sempat dihadang oleh beberapa orang di sekolah itu, walaupun tidak ada banyak hal yang terjadi setelah itu namun tetap saja sekarang Lea sudah berniat jika sampai hal-hal seperti itu terjadi lagi dia akan melawan, agar dia tidak lagi diganggu. Lea sudah lama bertekat untuk bisa menjadi seorang gadis yang kuat.
Vanni: tentu saja aku akan selalu menuruti nasehatmu, terima kasih karena telah membantuku selama ini
Alfa: ini bukan apa-apa kamu tidak perlu khawatir
Vanni: Benar, bagaimana dengan Lomba Fotografi yang akan kamu ikuti itu? Kamu bilang masih tidak tahu temanya apakah sekarang kamu sudah menemukan temanya?
Alfa: itu benar beberapa hal terjadi, dan aku segera menemukan sebuah tema untuk lomba kali ini,
Vanni: bagaimana jika kamu nanti mengirimkan foto hasilnya kepadaku?
Alfa: jika aku menang aku pasti akan mengirimkannya
Lea sedikit tersenyum setelah membaca pesan itu benar-benar cukup menyenangkan untuk berkirim pesan dengan Alfa seperti ini, dari dulu Alfa selalu bisa menghibur dan menetapkan mengisi kekosongan dalam hati Lea. Namun sekarang, Lea sudah memiliki Rey, apakah tidak apa-apa masih berkirim Pesan dengan Pria lain seperti ini?
Lea sendiri, tiba-tiba merasa gugup soal hal-hal ini, namun dia segera mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Pasti baik-baik saja kan?
####
"Kak Nathan? Kakak tiba pagi sekali?"
Nathan yang mendengar kedatangan Lea itu segera tersenyum dan berkata,
"Mungkin karena sudah mendekati Try Out, aku menjadi gugup dan bangun lebih awal. Jadi aku pikir untuk mencoba menenangkan diriku aku berangkat ke sekolah lebih awal mungkin mencoba untuk mengambil beberapa foto,"
"Ah benar juga, Kakak sudah kelas 3 dan pasti memikirkan banyak hal soal ujian nanti, tapi aku yakin kakak pasti akan bisa melakukan semua ujian dengan baik,"
"Kamu itu pintar sekali memuji, lalu kenapa kamu datang lebih pagi ke sekolah?"
"Kebetulan kameraku ketinggalan di sini kemarin, aku ingin mengambilnya dan sekalian memfoto beberapa hal nanti di Kebun Belakang, aku dengar tukang kebun di sekolah baru saja mendekorasi ulang tempat itu, dan cukup bagus, tapi tempat itu katanya ramai jika jam istirahat aku pikir akan lebih nyaman untuk mengambil foto pagi-pagi seperti ini,"
"Benarkah itu aku juga jadi ingin ke sana untuk mengambil foto, aku belakangan sibuk mengikuti les dan belajar untuk ujian, jadi tidak tahu jika kebun belakang barusaja di dekorasi. Aku juga ingin melihat-lihat ke sana bagaimana jika kita bersama saja kesana?"
"Tentu saja tidak masalah,"
__ADS_1
Dua orang itu segera berjalan menuju kebun di dekat dinding pembatas di belakang gedung sekolah, dan benar saja pemandangan di sana ternyata cukup bagus. Dua orang itu benar-benar menikmati untuk memfoto di sana, dan Lea tiba-tiba tidak sengaja mengambil foto Nathan, Lea ingin menghapusnya namun merasa jika itu akan sia-sia jika hanya di hapus, karena kebetulan fotonya cukup bagus, jadi Lea buru-buru meminta izin kepada orangnya,
"Kak Nathan, apakah aku boleh mengambil beberapa fotomu? Aku kebetulan tadi tidak sengaja memfotomu,"
"Tentu saja, namun tentu saja itu tidak gratis,"
"Huh? Aku harus membayar?"
"Aku juga harus menjadikanmu objek fotoku juga kan?"
"Ah, kalau itu tidak masalah,"
Dua orang itu benar-benar menjadi asik untuk menjebret satu sama lain, dan menikmati pagi itu, sampai tidak menyadari jika yang sudah menunjukkan hampir waktunya masuk kelas, baru setelah bel berbunyi dua orang itu buru-buru pergi dari sana, menuju kelas masing-masing.
Rey yang sudah datang lebih dulu itu melihat Lea dengan ekpresi cukup kaget, karena dengar Lea sepertinya akan datang lebih awal, namun kenapa gadis itu baru sampai di kelas sekarang?
Karena penasaran, Rey megirimkan Pesan pada Lea. Lea yang baru saja menyapa teman-temannya itu segera melihat ponselnya berbunyi, segera menatap Rey dan membalas.
'Hanya mengambil beberapa foto,'
Rey tentu saja tidak banyak bertanya tentang hal-hal itu, sampai di siang hari ketika Rey memasuki Ruang Ekstrakulikuler, Rey melihat Lea ada di depan komputer, sepertinya sedang mengedit beberapa foto yang diambil tadi pagi. Namun objek foto Lea itu, membuat Rey merasa sedikit tidak senang,
"Lea, lo tadi pagi sama Nathan?"
"Kenapa memangnya?"
"Gue gak suka Lo deket-deket sama dia,"
Lea yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi terkejut dan tidak senang,
"Lah? Kenapa?"
"Pokoknya gak boleh,"
"Apa-apaan sih, kok kamu jadi gak jelas gini?"
Rey yang mendengar pertanyaan itu segera menjadi diam, tentu saja merasa gengsi untuk mengakuinya.
__ADS_1
"Udahlah, nurut aja kenapa?"
"Ya, ampun kenapa emangnya? Kamu cemburu?"