
Lea hanya sekedar mengatakannya, dan segera mengirimkan hasil foto kamera di ponselnya. Dan sesuai rencananya, setelah memilih foto yang menurutnya cocok untuk di Upload, Lea segera meng-upload foto itu.
Dan tidak lama sampai Lea mendapatkan balasan dari foto itu, orang yang membalas foto itu cukup mengejutkan. Itu adalah Kak Nathan.
'Wow, foto itu sangat bagus. Siapa yang mengambil foto itu untukmu? Apakah kamu baru saja mencoba kamera yang baru kamu beli?'
Ketika Lea membaca pesan itu dia cukup ragu untuk membalas. Namun sepertinya tidak ada gunanya juga untuk berbohong, jadi Lea membalas seadanya.
'Aku tidak sengaja bertemu Rey ketika di Toko Kamera, dan dia bilang ingin membantuku untuk mencoba mengecek kamera baru milikku, ini hanya beberapa percobaan foto yang dia ambil,'
Setelah mengirimkan pesan itu, tidak lama juga sampai balasan segera datang, ada emot terkejut dari sana.
'Hah? Rey memfoto seseorang secara khusus? Ini cukup mengejutkan biasanya dia jarang memfoto orang dan hanya menyukai foto pemandangan, dan aku merasa anak itu bukan tipe orang yang mau direpotkan dengan hal-hal semacam itu,'
Lea yang membaca pesan itu juga cukup terkejut, Lea juga merasa jika Rey itu bukan orang yang semacam itu yang mau direpotkan. Jadi kenapa Rey begitu repot-repot bahkan mau membantunya memilih kamera dari awal?
Bahkan mau membantu repot-repot untuk mencoba kamera itu?
Namun segera beberapa jawaban terbersit di pikiran Lea, dan mengirimkannya pada Nathan.
'Ah, dia mungkin benar-benar hanya ingin mencoba kamera baru milikku Bukankah dia sangat tergila-gila dengan kamera? Apalagi kamera baru, dan yang lebih parah lagi dia hanya memotret menggunakan kameraku bahkan tidak mengajariku Bagaimana caranya memotret dengan kamera ini tidak kah itu menyebalkan?'
Setelah mengirimkan pesan itu segera ada emot tertawa yang dibalas dari ujung telepon. Dan pesan yang mengikuti, dari Nathan.
'Kamu benar, dia memang orang semacam itu. Hmm, jadi kamu belum bisa mengunakan kamera baru itu? Jika kamu tidak keberatan aku bisa membantumu besok untuk mengajarimu, Tentu saja tidak seperti Rey,'
Lea yang mendengar pesan itu menjadi cukup terkejut, ya Lea tahu jika Kak Nathan cukup friendly, dia ramah dan baik mungkin tidak hanya kepada dirinya namun juga kepada semua orang.
Hanya, mereka baru kenal belum lama ini Apakah tidak apa-apa terlihat akrab seperti ini?
Bahkan saling berkirim pesan dan nanti akan saling membantu di ekstrakurikuler?
'Emm, Apakah itu tidak merepotkan Kak Nathan?'
'Tentu saja tidak masalah, Aku senang bisa membantumu,'
Membaca pesan itu, Lea menjadi tersenyum senang.
'Baik kalau begitu, Mari bertemu di ruangan tempat ekstrakurikuler besok sehabis pulang sekolah,'
__ADS_1
'Ya,'
Setelah bertukar pesan, merasa percakapan itu segera berakhir Lea segera berniat memasukkan ponselnya, Lea sempat melihat ada beberapa teman sekelas yang sepertinya membalas pesannya namun nanti saja. Baik, mari telepon supir dulu untuk menjemputnya, dan segera pulang.
####
Hari-hari segera berlalu dengan cepat, akhir pekanpun segera berakhir, dan Lea kembali mulai berada di sekolah. Tidak banyak hal yang Lea lakukan selama akhir pekan, hanya saja dia masih bertukar pesan dengan Alfa, yang saat itu terlihat antusias sedang mengirimkan berbagai macam rekomendasi kamera padanya. Lea jadi merasa tidak enak karena dirinya sudah membeli kamera, namun herannya dari semua rekomendasi kamera itu salah satunya adalah kamera yang dirinya sendiri dengan merek dan model yang sama, bahkan Alfa terlihat antusias dengan model itu.
'Itu kamera yang bagus, aku menyarankanmu membeli kamera model ini dari semua rekomendasiku aku yakin kamu tidak akan kecewa dengan hasilnya,'
Lea yang mendegar nada antusias di pesan, hanya mengirimkan ucapan terimakasih dan beberapa hal lainnya yang tiba-tiba membuat Lea kepikiran,
'Terimakasih atas rekomendasinya aku pasti akan membeli tipe itu, seandainya saja kamu cukup dekat dari tempatku aku pasti akan memintamu membantuku untuk mencoba kamera baruku setelah aku membelinya,'
Itu benar, dari pada dengan Rey, Lea tiba-tiba memiliki keinginan agar dirinya difoto oleh teman virtualnya ini, seseorang yang pernah mengubah hidupnya.
'Tentu, lain kali kita bertemu,'
Mereka tidak benar-benar pernah bertemu pula, namun setidaknya Lea harus bisa merasa cukup untuk bisa berkirim pesan dengannya.
Hari Senin tiba, Lea seperti biasanya mulai memasuki kelas, hanya saja ketika tiba di kelas, Rey ternyata sudah ada di kelas dan terlihat memainkan ponselnya. Lea tentu saja hanya menatapnya sekilas dan tidak menyapanya memilih untuk segera duduk di tempat duduknya dan menyapa teman sebangkunya Kirana. Kirana yang melihat Lea, segera bertanya dengan antusias setelah bertukar sapa.
"Ayo, katakan padaku Lea, apakah kamu memiliki seorang pacar?"
"Apaan sih, Kirana? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu,"
"Hey, aku melihat foto yang kamu upload kemarin dan juga foto profil baru di WA mu, itu benar-benar jepretan yang sangat bagus, kamu tidak menjawab ketika aku bertanya siapa yang memotretmu, ini membuatku begitu penasaran apakah jangan-jangan itu jepretan dari kekasihmu? Dia mengambilnya ketika kalian sedang bekencan?"
Rey disisi lainnya hampir saja menjatuhkan ponselnya, karena Rey juga tentu tanpa sengaja membuka pesan WA Grup dan melihat nomor Lea disana, yang memiliki foto profil hasil jepretannya kemarin.
Lea yang mendengarnya jelas menjadi terkejut dan merasa malu bagaimana bisa Kirana sampai memiliki kesimpulan semacam itu?
Pacar apa?
Itu hanya jepretan Rey, dan Rey jelas bukan Kekasihnya atau apa, mereka juga tidak berkencan kemarin.
"Hai jangan berbicara omong kosong lagian kenapa menurutmu bisa begitu?" tanya Lea sambil mecoba mengelak.
"Itu karena aku tahu tempat yang ada di foto itu, salah satu taman yang cukup terkenal sebagai tempat kencan yang romantis, beberapa pasangan sering pergi ke tempat itu berdua jadi aku pikir kamu juga bersama dengan kekasihmu, kalian pasti hanya pergi berdua melihat bagaimana tidak ada foto orang lain yang kamu pajang, Kekasihmu yang memfotomu?"
__ADS_1
Lea tentu baru tahu jika tempat yang dikunjunginya kemarin merupakan tempat kencan yang populer ini membuatnya bertanya-tanya kenapa Ray mengajaknya ke sana pula?
"Ini tidak seperti yang kamu kira dia bukanlah kekasihku,"
"Wow, apakah ini masa PDKT?"
Lea diam-diam menatap kearah samping dimana terlihat Rey, sepertinya mencoba untuk menahan tawanya terlihat menertawakan dirinya karena dikira kekasih Rey.
Sialan!!
"Lupakanlah itu tidak seperti itu kita hanya teman,"
"Haha, baik-baik, aku tidak akan lagi bertanya jika kamu merasa malu,"
Tidak banyak hal yang terjadi hari itu pula, dan siang itu ketika Kelas sudah berakhir Lea segera pergi ke ruangan ekstrakurikuler seperti yang direncanakan. Dan tentu saja, Lea tahu jika Rey masih di kelas dan belum tiba di ruangan itu. Dan untungnya, Nathan sudah tiba.
"Selamat Siang Kak Nathan,"
"Ya, Lea. Apakah kamu jadi membawa kamera barumu?"
Lea lalu segera mengeluarkan kamera yang ada di tasnya itu dan memberikannya kepada Nathan, Nathan menjadi cukup terkejut,
"Ini bukan seperti tipe kamera yang aku rekomendasikan kemarin? Apakah ini rekomendasi dari Rey?"
Lea yang ditanya itu segera merasa cukup malu dirinya sudah meminta rekomendasi Nathan namun ujung-ujungnya malah secara mendadak membeli hal-hal yang direkomendasikan oleh Rey.
"Dia hanya sangat cerewet dan memintaku untuk membelinya aku benar-benar terlalu malas untuk berdebat dengannya jadi aku memutuskan untuk menurun di permintaannya saja,"
"Haha, memang dia jangan keras kepala seperti itu sangat melelahkan hanya berdebat dengannya, jadi mari Aku akan mencobamu untuk menguji kamera ini, fungsi kamera ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan kamera sekolah jadi ini cukup aku mengerti, Mari kita ke taman belakang di sana pemandangannya cukup bagus untuk di foto,"
"Tentu," kata Lea menurut saja, lokasi itu adalah taman di mana mereka berdua pertama kali bertemu.
Dan sampai di lokasi, Nathan benar-benar mengajari Lea mengunakan kameranya, memandu Lea untuk mengatur lensanya.
Tanga mereka bahkan sampai bersentuhan dan jarak mereka begitu dekat. Ini bukan pertama kalinya pemuda yang ada di hadapannya ini mengajari Lea hal-hal seperti ini namun tetap saja berada di samping kakak kelasnya ini masih membuat Lea menjadi gugup.
Mungkin karena Lea gugup, dia hampir menjatuhkan kameranya, untungnya Nathan memegang kameran itu dengan aman. Tatapan mereka segera bertemu karena jarak kali ini lebih dekat dari yang sebelumnya.
Sayangnya, adegan itu ternyata dilihat oleh beberapa siswi yang kebetulan lewat di sana, siswi yang lewat itu mengintip ke arah mereka berdua dan menjadi terkejut melihat siapa salah satu siswa yang ada di sana.
__ADS_1
"Eh? Itu Kak Nathan? Dengan siapa dia? Seorang gadis? Sial, apakah itu gadis yang mencoba mendekati Kan Nathanku? Hal-hal ini jelas tidak bisa dibiarkan begitu saja, awas saja gadis itu!!"
Ada tatapan kebencian dari gadis yang mengintip itu yang sepertinya adalah salah satu penggemar Nathan.