Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 20: Bahaya Tersembunyi


__ADS_3

Siang itu, Lea benar-benar menikmati belajar menggunakan Kamera dengan bantuan dari Nathan. Nathan terlihat sangat baik ketika mulai menjelaskan cara menggunakan kamera itu, Lea udah mencoba mengambil beberapa objek foto di sana termasuk salah satunya dengan Nathan sebagai objek fotonya.


Ya, Lea juga mengakui jika Kak Nathan sangat tampan, jadi Lea juga menjadi terlalu malu untuk mengambil foto Kakak Kelasnya itu kecuali, kalau bukan orangnya yang minta.


"Lea? Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan bidikan yang tepat? Dan bisa memfokuskan lensa untuk memotret wajah?"


Lea yang sempat tenggelam dalam lamunan nya itu segera menjawab dengan canggung.


"Tentu saja sudah, pokoknya terima kasih banyak aku benar-benar banyak belajar dan sekarang aku bisa menggunakan kamera ini hanya butuh lebih banyak pengalaman dan aku rasa sudah cukup untuk hari ini,"


"Haha, tentu saja. mari kita kembali ke ruangan ekstrakurikuler dan mulai melihat hasil foto jepretan udi komputer nanti kita bisa mengedit edit sekalian di sana,"


"Tentu saja, Kak Nathan,"


Dua orang itu segera berjalan dengan akrab dan mulai mengobrol selama perjalanan menuju ke ruang Ekstrakurikuler. Dan ketika mereka berdua masuk ruangan itu, ternyata sudah ada Rey yang saat ini tengah berada di depan komputer terlihat sedang mengedit foto. Rey game menatap ketika ada dua orang masuk yang terlihat sedang haha hihi itu terlihat senang mengobrol dengan akrab.


Ekpersi Rey yang melihat itu entah kenapa menjadi buruk.


"Ngapain Loe berdua datang ke sini pakai acara bareng segala?"


Lea dengar pertanyaan itu jelas merasa kesal lalu menatap Rey dan berkata,


"Bukankah ini mulai seorang yang tidak mengajariku menggunakan kamera baruku kemarin? Jadi Aku meminta Bantuan Kak Nathan untuk mengunakan Kamera Baruku, Kak Nathan benar-benar orang yang sangat baik benar-benar berbeda dengan seseorang yang pelit dan kikir!"


Rey yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi cemberut benar-benar merasa tidak senang dirinya di singgung seperti itu.


"Siapa yang kamu bilang pelit dan kikir? Bukankah kemarin Gue udah bantu loe coba kamera baru? Bahkan Gue memberikan jasa gratis menjadi fotografer eklusif seharian, dan mendapatkan hasil-hasil jepretan yang sangat bagus, Gue udah repot-repot melakukan itu namun Loe masih manggil gue pelit?"


"Pokoknya yang namanya pelit ya pelit dasar nyebelin kayak gitu aja itung-itungan padahal jelas kamu yang diuntungkan bisa meminjam kamera Baruku!"


Rey yang mendengar itu, lalu segera berkata lagi,


"Ya udah lebih baik lo hapus semua foto yang gue ambil kemarin!"


"Eh? Apa-apaan itu! Enak aja!"


"Hah, lihat tuh pada gue udah ngasih foto-foto bagus masih aja dikatain pelit giliran mau dihapus loe malah marah, dasar cewek gak masuk akal!"


Lea yang mendapatkan kata-kata kasar itu,juga segera marah,

__ADS_1


"Loe itu cowok gila!!"


"Udahlah, Gue gak mau edit foto-foto Loe kemaren, Padahal niat hati mau gue edit segala biar hasilnya jadi lebih sempurna namun lihat kelakuan lo yang nyebelin gitu bikin mood gue jelek aja," kata Rey mulai berdiri dari kursinya di depan komputer.


Lea lalu menatap ke arah komputer gimana saat ini sedang menjalankan sebuah aplikasi edit foto di mana saat ini ada sebuah foto kemarin yang sedang diedit, dan tentu saja dengan beberapa pengeditan hasil dari foto itu benar-benar sempurna. Lea tiba-tiba merasa tidak enak.


"Udahlah, Rey jangan kayak gitu sama Lea, Bukankah kalian teman sekelas? Kalian setidaknya harus akrab," kata Nathan mencoba untuk menengahi mereka berdua.


"Berisik Loe!"


"Hey, Rey jangan kasar gitu sama Kak Nathan!"


Nathan yang melihat mereka berdua lagi-lagi berdebat dan bertengkar soal masalah edit foto Akhirnya angkat bicara.


"Ya, udah sih Rey Jika kamu nggak pengen ngedit foto-foto itu biar aku aja yang ngeditin Lea,"


"Eh? Kak Nathan serius?" Kata Lea terlihat sangat senang mendengar keputusan itu.


Namun kata-kata Nathan, Rey bukannya senang namun dirinya malah menjadi terprovokasi dan menjadi semakin marah dan akhirnya berkata,


"Udahlah biar gue aja yang ngedit lu berdua mendingan jauh-jauh dari gue, bikin gue nggak konsentrasi aja!"


Rey kali ini kembali menatap ke arah komputer, mulai melanjutkan sesi edit foto sebelumnya.


Lea yang melihat acungan jempol itu hanya segera tersenyum dan akhirnya mengikuti Nathan untuk duduk di sofa di ruangan itu. Dua orang itu, lalu segera mengecek langsung hasil jepretannya Lea di kameranya. Mereka sekali lagi berbisik-bisik dan asyik mengobrol.


Sedangkan, Rey hanya menatap kesal ke arah mereka berdua namun tidak tahu kenapa dirinya kesal. Hanya mencoba fokus untuk mengedit foto-foto itu.


Sayangnya kebersamaan itu, pada akhirnya berjalan dengan cepat, karena Nathan cukup sibuk, dan musti ada kelas tambahan nanti. Jadi sekarang di ruangan itu hanya mereka berdua, Rey dan Lea.


Ada kecanggungan di sana, Lea sedang terlalu malas membuka percakapan takut nanti ujung-ujungnya hanya membuat Rey ngambek.


Dan Rey setelah berkutat dengan komputer dari tadi, Akhirnya selesai dengan acara mengedit foto foto itu.


"Hey, Loe sini," kata Rey tiba-tiba.


Lea yang masih fokus mengunakan kameranya itu, menjadi kaget.


"Eh? Kamu memanggilku?"

__ADS_1


"Emangnya siapa lagi di ruangan ini selain loe? Dan lu ngapain sih dari tadi pegang-pegang jepret-jepret di sekitar sini pakai kamera nggak jelas banget,"


"Ih, apaan sih lo itu? Terserah Aku lah, Aku kan cuman pengen tes kamera, kata Kak Nathan semakin sering aku memfoto itu semakin bagus,"


"Halah, gak percaya,"


Lea yang mendengar itu segera menjadi marah lalu mulai menggunakan kameranya untuk mengambil foto Rey, ingin membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan yang bagus untuk mengambil foto.


Rey yang tiba-tiba diambil fotonya itu jelas merasa kesal, mencoba menutupi wajahnya.


"Siapa yang nyuruh lo bisa foto gue seenaknya?"


"Idih, gitu aja pelit!!"


"Sini hapus foto gue!"


Lea yang mendengar itu bukannya mendengarkan namun malah menjepret lebih banyak foto Rey, apalagi setelah menemukan salah satu jepretannya menunjukkan wajah konyol Rey.


"Bwahahaha... Foto ini benar-benar lucu!!"


Rey marah, mencoba untuk mengejar Lea, keduanya mulai berlarian keliling tempat itu, sampai akhirnya Rey merasa menyerah dan berkata,


"Dah lah, terserah loe aja, gue ini nggak suka difoto kayak gitu,"


"Udahlah, kemarin lu juga foto-foto gue kenapa sekarang lo jadi marah gini? Bukankah ini harusnya kita impas?"


Rey yang menjadi kesal itu segera mengambil Tasnya, dan segera berniat pergi dari sana.


"Dah lah, capek gue ngeliat wajah lo mendingan gue pergi aja, nanti kunci pintunya kalau udah selesai liat-liat hasil editan di komputer,"


Dan begitulah, Rey segera pergi dari sana sedangkan Lea mulai melihat hasil-hasil editan di komputer dan benar saja itu sangat bagus membuat Lea segera memindahkan foto-foto itu ke ponselnya lalu mengupload beberapa foto ke media sosial miliknya yang sudah lama tidak dia lihat. Lea benar-benar asik tenggelam dalam postingan-postingannya itu sampai hampir lupa waktu.


Dan, setelah merasa sepertinya waktu sudah cukup sore, Lea memutuskan untuk segera pergi dari Sekolah. sore hari semacam itu tentu saja sekolah sudah cukup sepi begitu juga jalanan menuju rumah Lea.


Sayangnya, Lea tidak menyadari Jika dia sedang diikuti oleh seseorang, beberapa orang mencurigakan terlihat sedang mengikutinya.


"Itu benar gadis yang ada di foto ini?"


"Ya, ya, walaupun pencahayaannya sedikit buruk Namun sepertinya itu memang benar gadis yang bersama Rey sebelumnya, Aku pernah melihatnya secara langsung bagaimana mereka berdua saling bergandeng tangan,"

__ADS_1


"Ini bagus kita jelas bisa memanfaatkan Gadis itu untuk menyerang Rey nanti,"


Lea tentu tidak menyadari bahaya yang saat ini sedang dimilikinya.


__ADS_2