
Lea yang mendengar kata-kata dari pemuda yang berada di hadapannya itu jelas saja merasa cukup terkejut. Ungkapan yang tiba-tiba, Lea sedikit binggung lalu kembali mengingat tentang ciuman mereka, Bagaimana Lea tidak mendorong pemuda itu dan malah menikmati ciuman itu diam-diam.
Apakah itu artinya dirinya juga menyukai Rey?
Jantung Lea, rasanya berdetak lebih kencang dan juga seperti ada kupu-kupu di perutnya, ada ledakan kebahagiaan tertentu di hatinya apalagi ketika tahu bahwa pemuda yang ada di hadapannya ini memiliki perasaan yang sama padanya.
"Ya, Aku mau,"
Rey sendiri, walaupun berani mengatakan hal-hal sebelumnya namun tetap saja cukup terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Lea.
"Kamu mungkin terlibat banyak masalah jika menjadi Kekasihku,"
"Tidak apa-apa aku yakin bisa melewatinya karena ada kamu di sisiku,"
"Kamu percaya padaku?"
"Tentu, Aku Percaya pada orang yang Aku sukai,"
Keduanya lalu saling menatap satu sama, sejujurnya, Lea merasa sangat malu ketika mengatakan hal-hal barusan, hal-hal soal menyukai Rey.
"Tapi sejujurnya aku tidak ingin kamu terlibat masalah jika berurusan denganku,"
Mendengar itu, Lea menjadi terdiam seolah memikirkan sesuatu namun segera Dia memiliki sebuah ide.
"Bagaimana jika ini menjadi rahasia antara kita berdua saja? Seharusnya hal-hal ini tidak masalah?"
Rey yang mendengar itu terdiam sebentar, dan akhirnya berkata,
"Kamu benar, asalkan tidak ada yang tahu tentang hal-hal ini harusnya tidak masalah?"
"Yups, ini Rahasia Cinta antara kita, oke?"
"Ya,"
Dua orang itu saling melingkarkan jari kelingking membuat janji itu sebuah hubungan rahasia Hanya mereka berdua yang tahu. Setelah itu, mereka berdua lanjut untuk mengambil beberapa foto lagi, dan terakhir mereka mengambil foto bersama-sama.
Untuk Lea, Itu adalah sebuah hari yang tidak terlupakan. awalnya dimulai dengan beberapa kejadian buruk namun akhir hari itu ditutup dengan hal-hal menyenangkan.
Rey berikutnya mengantarkan Lea ke Rumahnya naik sepedanya, karena sekarang mereka sudah jadian, Lea tidak segan-segan untuk mempererat pelukannya pada Rey yang menaiki sepeda itu, Terasa sangat nyaman memeluk pemuda itu seperti ini sambil menikmati hangatnya angin Sore yang segar.
__ADS_1
Pemandangan di sekitar pinggiran kota memang sangat menyenangkan, Lea tidak menyesal memilih tinggal bersama Neneknya di Pinggiran Kota, dari pada bersama salah satu dari Orang Tuanya yang ada di kota, mungkin saja hanya kenangan buruk yang ada jika Lea bersama mereka.
Dan yang paling penting dari semuanya,
"Rey, Aku merasa sangat beruntung bertemu denganmu," kata Lea tiba-tiba.
"Hal omong kosong apa yang lo omongin?"
Lea tidak menjawab hanya segera mencium pipi Rey dari belakang, membuat Rey terkejut dan sepeda hampir oleng.
"Hey, Hey, sekarang lo udah berani banget ya nakal?"
Lea yang menyadari tindakan impulsifnya itu segera memalingkan wajahnya dan menghindar.
"Itu karena jalan ini memang sedikit tidak rata jadi aku tidak sengaja,"
"Dasar tukang buat alasan,"
Keduanya lalu tertawa bersama-sama benar-benar menikmati sore itu. Sampai Lea tiba di depan gerbang Rumahnya, dan kebetulan Nenek Lea yang sepertinya sedang menyiram tanaman, melihat Lea datang.
Lea sendiri, yang melihat Neneknya tiba-tiba Muncul itu jelas saja menjadi kaget, untungnya Rey tadi menurunkannya di beberapa meter dari gerbang rumah, harusnya Neneknya tidak lihat?
"Benar Nenek,"
"Aku melihat sepertinya kamu memiliki mood yang baik hari ini? Apakah ada hal-hal baik yang terjadi padamu?"
Lea tidak begitu pandai berbohong jadi dia segera memalingkan wajahnya dari neneknya itu dan berkata,
"Yah... Beberapa Hal baik,"
"Apakah itu ada hubungannya dengan Siswa yang mengantarkanmu pulang tadi?"
"Ne.. Nenek lihat?"
"Essstt, ternyata Cucu Nenek ini sudah dewasa, sudah memikirkan hal-hal soal cinta," goda Nenek Lea, membuat Lea menjadi malu sendiri.
"Nenek Jangan berbicara yang aneh-aneh sudahlah aku ingin segera mandi dan beristirahat," kata Lea mencoba untuk menghindari pertanyaan dari neneknya.
"Lea seperti apa pemuda itu? kamu bisa mengajaknya mampir ke rumah kapan-kapan,"
__ADS_1
"Ne... Nenek apa-apa sih," kata Lea memiliki ekspresi wajah memerah karena merasa malu.
Tentu saja dia dan Rey baru saja memulai hubungan dan terlalu awal untuk mengajak pemuda itu ke rumahnya.
"Baik-baik, Nenek tidak akan memaksamu nanti jika sudah saatnya maukah kamu menceritakannya pada Nenek?"
"Ya, Nenek. Aku pasti akan menceritakan segalanya jika waktunya tepat,"
Setelah itu, Lea segera kembali ke kamarnya, mulai mandi, namun selama berendam di kamar mandi, Lea tidak bisa menghilangkan pikiran tentang Rey, seolah pikirannya hanya ada Rey, Pemuda tampan itu.
Dan bagaimana ketika mereka berdua berciuman...
Lea yang memikirkan hal-hal yang tidak tidak itu segera merasa malu sendiri dan menutupi wajahnya.
"Astaga ... "
Mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal aneh-aneh dan kembali mandi dengan tenang.
####
Ini adalah pagi yang baru, Lea masih diantar untuk pergi ke sekolah seperti sebelumnya, hari itu masih terasa sama seperti hari-hari sebelumnya, Lea juga sampai di kelas dan mulai menyapa teman-temannya seperti biasanya. Jika ada sedikit perbedaan itu adalah ketika Rey datang, pandagan mereka bertemu sekilas, ketika tidak ada yang memperhatikan, Rey akan diam-diam terseyum pada Lea. Lea yang melihat senyuman itu benar-benar merasa sangat senang, itu juga pertama kalinya dia menjalin hubungan jadi masih belum terlalu terbiasa.
Ketika jam pelajaran, Rey masih terlihat tidur seperti biasanya, jadi Lea yang melihatnya diam-diam melemparkan bola kertas padanya. Rey yang merasakan kena sesuatu itu segera terbangun lalu melihat Lea memberikan kode, Rey melihat kertas yang Lea lempar, lalu segera membacanya,
'Apakah tidak apa-apa kamu tidak memperhatikan pelajaran? Bukan apa-apa, Aku hanya sedikit khawatir padamu,'
Sisi perhatian yang gadis itu berikan membuat Rey merasa senang, sudah cukup lama ada seseorang yang memperhatikannya seperti itu. Perasaan yang hangat di dalam hatinya itu membuatnya sangat senang. Rey segera membalas kertas Lea dan memberikannya ke Lea dari bawah meja, toh karena mereka datang tidak ada yang memperhatikan.
Lea tidak mengira jika pesannya akan dibalas jadi dia segera membukanya dengan rasa penasaran.
'Hmm, Aku sebenarnya memamg tidak begitu pandai belajar apakah mengikuti pelajaran atau tidak nilaiku cukup begitulah,'
Lea sendiri tidak akan menuntut terlalu banyak lagi pula mereka baru bersama selama sehari, jadi Lea hanya memberikan beberapa dorongan kecil.
'Tidak apa-apa, aku sebenarnya juga tidak begitu pintar, mungkin juga kamu mau mencobanya kamu bisa. Tapi tidak apa-apa jika tidak, setelah semua kamu sangat pandai fotografi,'
Dua orang itu mulai bertukar beberapa pesan, namun tidak begitu banyak karena takut nanti akan ketahuan atau malah menjadi bisa perhatian dari orang-orang di kelas. Namun jujur, untuk Lea, ini juga merupakan sebuah pengalaman yang baru untuk menjalin hubungan diam-diam dan ternyata ini cukup menyenangkan.
Cinta rahasia yang mana hanya mereka berdua yang tahu.
__ADS_1