Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 11: Kebetulan


__ADS_3

Malam itu, Lea terlihat bersemangat mulai memasak terlihat bersemangat mulai memasak untuk bekal Rey besok. Berbeda dengan pagi itu yang memiliki waktu cukup terbatas, malam ini Lea memiliki banyak waktu luang sehingga bisa memilih menu dengan hati-hati.


Bahkan, Lea sudah repot-repot pergi belanja untuk masak kali ini. Masakan yang sedikit lebih rumit dengan masakan kemarin dan tentu saja masih menggunakan bahan utama daging. Ya, Lea entah bagaimana menikmati dan menyukai juga ketika seseorang memakan masakannya. Terlebih, Rey kelihatannya menyukai masakan yang Lea suka.


Sukacita menjadi semakin dalam ketika Lea memikirkannya, jadi Lea benar-benar tanpa sadar fokus memasak sesuatu yang enak, agar mendapatkan pujian dari Rey. Baru ketika Lea sudah menyelesaikan masakannya dia menjadi sadar tentang hal bodoh yang dirinya lakukan.


"Akkhhhh.... Bisa-bisanya Aku repot-repot memasak seperti ini!! Sial! Siapa yang peduli pendapat Rey sialan itu!"


Lea mulai menyesali tindakan implusif yang dia lakukan sekarang, namun setelah mencicipi hasil masakannya, Lea setidaknya merasa cukup puas, karena rasanya enak, lebih enak daripada masakan kemarin yang dibuat dengan buru-buru.


Besok pagi tinggal menghangatkan masakan ini ke dalam oven lalu memasukannya ke kotak makan. Ah, benar Rey juga sudah mengembalikan kotak makan pada Lea.


"Udahlah, mending tidur aja,"


Lea tidak ingin memikirkan soal hal hal ini karena sudah terlanjur juga jadi Lea memutuskan untuk segera tidur. Namun kemudian, ketika Lea sedang berbaring, Lea tiba-tiba menjadi teringat kejadian tadi siang, saat Rey menikmati masakan miliknya sambil tersenyum hangat.


Astaga....


Senyuman memukau itu!


Akkhhh... Lea langsung menutupi wajahnya dengan bantal, merasa terlalu malu untuk memikirkan hal-hal semacam itu dan sekali lagi mencoba untuk tidur. Kemudian, Lea teringat Kakak Kelas Tampan yang dia lihat di lapangan Basket, dan mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


"Hmm, Rey jelas tidak setampan itu, masih bagus Kakak tingkat itu,"


Setelah mulai memikirkan itu, Lea mulai tenggelam dalam tidurnya mungkin karena hari ini cukup melelahkan juga, besok pagi rencananya Lea akan melihat ekstrakurikuler yang akan dia ikuti.


####


Ini adalah pagi yang baru, kegiatan Lea di pagi hari sekarang menjadi bertambah untuk menyiapkan bekal untuk seseorang, rasanya aneh namun Lea cukup menikmati ini entah bagaimana. Mungkin karena Lea bangun terlalu pagi jadi dia benar-benar memiliki waktu luang setelah menyelesaikan bekal itu.


Merasa bosan di Rumah, Lea segera memutuskan untuk jalan-jalan, mungkin mencari udara segar di pagi hari terlihat cukup bagus, setelah memikirkan itu Lea segera bersiap-siap berangkat ke Sekolah.


"Nenek, Lea berangkat dulu,"


"Tumben sekali kamu berangkat cukup pagi?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa hanya ingin sekalian mencari udara segar,"


"Tentu, hati-hati dijalan,"


Setelah berpamitan, Lea segera pergi dari sana dan berangkat sekolah, dan sesuai dengan yang Lea duga, di pagi hari seperti itu suasana sekolah masih cukup sepi terlihat belum banyak orang yang datang. Memikirannya, Lea memutuskan untuk mencegah berkeliling sekolah itu lagipula dirinya belum sempat berkeliling pula, ini masih sekolah barunya.


Jadi, Lea mulai berjalan-jalan di sekitar sekolah masih dengan ransel yang dia bawa. Sampai Lea tiba disalah satu ujung Taman belakang, dimana di sana ternyata cukup indah dengan hamparan bunga dan pot pot yang ditata dengan rapi. Lea tidak tahu jika ada tempat semacam itu di sekolah.


Ketika menikmati pemandangan itu, Lea tiba-tiba melihat seseorang berada di sana terlihat juga sedang menikmati udara segar. Tidak, lebih tepatnya orang itu membawa sebuah kamera dan tengah memfoto beberapa bunga disana.


Lea menjadi cukup kaget tidak mengira ada seseorang yang memiliki hobi fotografer semacam itu. Ini mengigatkan Lea, pada teman chattingnya di Email, seseorang bernama Alfa.


Lea terus memandang kearah pemuda itu tanpa sadar, ya karena Lea penasaran tentang siapa itu. Sampai pemuda itu kemudian memalingkan wajahnya dan tatapannya segera bertemu dengan Lea tunjukkan sebuah keterkejutan, sama dengan Lea.


Ya, Lea tentu saja mengenali wajah itu setelah semua itu bukanlah wajah yang bisa dilupakan dengan mudah setelah bertemu dengannya. Dia adalah Nathan, Si Kakak Seolah Tampan sebelumnya.


Sekarang, Lea yang ketahuan menatap itu segera merasa malu ingin segera pergi dari sana seolah dirinya sedang ketahuan stalker.


Namun, hal-hal membuat Lea cemas, ketika Nathan mulai berjalan ke arahnya, ya karena keramahan, Nathan lalu mulai menyapa Lea.


Lea yang tiba-tiba ditanya itu hanya merasa cukup canggung lalu mulai segera berkata,


"Ya, ya, kebetulan sekali aku hanya tanggung terlalu pagi jadi aku segera datang ke sekolah. Tidak mengira akan bertemu Kak Nathan disini,"


Ekpersi pemuda itu, segera menunjukkan penasaran, dan bertanya,


"Jadi kamu tahu siapa Aku?"


Lea yang keceplosan untuk memanggil nama pemuda itu langsung segera menutup mulutnya karena merasa malu setelah semua 2 orang itu tidak pernah bertemu sebelumnya apalagi berkenalan, jadi untuk menyebut nama pemuda yang ada di depannya itu, hal-hal ini terlihat tidak sopan!


"Itu... Ya, bukankah Kak Nathan cukup popular? Aku kira di sekolah ini tidak ada yang tidak kenal dengan Kak Nathan,"


Nathan yang mendengar itu segera menjadi tertawa lalu berkata,


"Owh, ini cukup mengejutkan, Aku pikir kamu mengingatku karena kita pernah bertemu sebelumnya,"

__ADS_1


Lea segera menjadi bingung ketika mendengar kata-kata itu.


"Bertemu?"


Lea memang pernah melihat Nathan di lapangan basket, namun hal itu jelas hanya melihat secara sepihak mereka tidak benar-benar berhadapan secara langsung hal itu jelas tidak bisa dikatakan sebagai sebuah pertemuan?


"Ya, kemarin kamu gadis yang menabrakku ketika di lorong?"


Lea akhirnya ingat adegan di mana dia buru-buru berjalan ke kantin dia memang sempat menganggap seseorang namun tidak melihat wajahnya karena terlalu buru-buru. Tidak mengira itu Kak Nathan.


"Emm, Aku minta maaf sekali lagi soal kejadian itu aku hanya sedikit buru-buru,"


"Tidak masalah sama sekali aku tidak mempermasalahkan pula, aku membahas ini hanya ingin mengatakan bahwa kita pernah bertemu sebelumnya,"


"Emm, ah Ya, Ya,"


Lalu, Nathan mulai sekarang mengeluarkan tangannya,


"Hmm, karena kamu sudah tahu namaku siapa namamu? Yah, mari berkenalan saja?" Nathan tersenyum manis kearah Lea. Melihat senyuman itu, Lea jelas akhirnya paham kenapa Kakak tingkat ini menjadi populer.


Ya, dia sangat tampan terlebih sikapnya yang ramah dan friendly ini jelas membuat banyak gadis berdebar-debar.


"Aku, Azalea Stevanni sebenarnya masih baru di sekolah ini jadi aku tidak terlalu familiar," kata Lea sambil mengulurkan tangannya, menerima jabat tangan itu.


"Jadi kamu siswi pindahan? Pantas, aku terlihat tidak pernah melihatmu,"


"Ah, lagipula bukankah sekolah ini cukup lebar? Tidak mungkin kakak bisa mengenali setiap orang bukan?"


"Hmm, kamu benar. Jadi bagaimana aku memanggilmu? Azalea? Vanni?"


Ketika nama Vanni disebutkan, Lea tiba-tiba merasakan perasaan aneh. Hanya ada seseorang yang memanggil dirinya dengan nama ini.


Vanni...


Hanya, Alfa...

__ADS_1


Dia juga memiliki hobi fotografi yang sama...


__ADS_2