
Lea yang tiba-tiba ditanya apakah tertarik dengan cara ekstrakulikuler fotografi ini, menjadi terdiam seolah sedang memikirkannya jika ditanya dengan jujur memang dirinya ini sangat tertarik dengan dunia fotografi terutama karena teman virtualnya, Alfa sangat menyukai hal-hal seperti fotografi jika dirinya bergabung dengan ekstrakurikuler semacam ini, mungkin dirinya akan bisa memiliki lebih banyak topik pembicaraan dengannya.
Jadi, pada akhirnya Lea segera menjawab tanpa ragu,
"Ya, sebenarnya aku sudah lama tertarik dengan fotografi namun aku belum sempat untuk meluangkan waktunya untuk hal-hal ini, tidak memiliki kesempatan lagipula di sekolah lamaku tidak ada ekstrakurikuler semacam itu,"
"Jadi begitu, apakah kamu ingin mencoba mengambil foto? Kepala gunakan kamera itu,"
Lea yang tiba-tiba mendapatkan tawaran itu segera menjadi senang dan tidak segan-segan ingin mencobanya sekali lagi mencoba meminta bantuan kepada Nathan.
Ya, jarak antara mereka begitu dekat ketika Nathan lagi-lagi mulai memandu Lea untuk mengambil foto, objek yang akan mereka ambil adalah taman yang ada di sebelah mereka.
"Kamu tekan tombol ini untuk menjepret, yang ini untuk mengatur lensanya, dan ini untuk mengatur cahaya,"
Lea menatap bagaimana pemuda itu menjelaskan hal hal ini sangat antusias, ya membuat Lea sadar sepertinya Kakak tingkat ini benar-benar menyukai hal-hal seperti fotografi.
Lea tanpa sadar jadi menatap wajah tampan itu, sekarang Lea menjadi paham kenapa sebelumnya banyak gadis-gadis yang ingin memasuki ekstrakurikuler fotografi untuk mendekati Kak Nathan, jika Kak Nathan sedekat ini, bukankah para siswa-siswi itu jelas akan menjadi baper sendiri?
Lea saja, hanya bisa menahan nafasnya ketika Nathan menjelaskan, dirinya jelas merasa cukup gugup namun juga terpesona oleh wajah tampan itu.
Melihat Lea menatap kearahnya, Nathan mulai sekali lagi bertanya,
"Lea? Apakah kamu sudah mengerti?"
Lea gerak kembali ke kesadaran nya lalu mengangguk dengan pasti, tentu saja Lea kurang lebih mengerti bagaimana cara menggunakan kamera tidaknya coba saja mengambil foto.
"Aku mengerti,"
Nathan yang mendengar itu segera kembali tersenyum,
"Kalau begitu sekarang cobalah untuk mengambil beberapa foto?"
Sesuai instruksi Nathan, Lea mencoba untuk mengambil beberapa foto dengan kamera itu. Hasil bidikan foto Lea yang baru pertama kali memegang kamera itu jelas tidak terlalu buruk.
Ponsel sekarang memiliki kamera untuk men foto namun memang dengan kamera semacam ini jelas adalah hal-hal yang berbeda karena pengaturannya cukup rumit untuk mendapatkan hasil yang sangat bagus.
"Aku pikir kamu memiliki cukup bakat untuk hal-hal fotografi ini," kata Nathan merasa cukup puas dengan hasil jepretan Lea, walaupun ini baru pertama kalinya ganti itu memegang kamera namun tidak ada blur atau sejenisnya di foto itu benar-benar diambil dengan sudut yang tepat, jadi tidak ada getaran.
"Kak Nathan terlalu berlebihan, ini masih tidak sebanding dengan jepretan Kakak, apalagi dengan hasil Jepretan Ketua Ekstrakurikuler,"
"Hahaha, jika membandingkan jepretan kita dengan jepretan ketua jelek ini seperti bumi dan langit,"
Keduanya lalu segera tertawa memikirkan ini bahwa kemampuan mereka benar-benar masih jauh juga dibandingkan Ketua Ekstrakurikuler ini.
Sampai, waktu mungkin berlalu dengan cepat sampai mereka berdua tidak sadar jika sekolah semakin menjadi ramai. Lea yang akhirnya sadar, segera menatap kearah jam tangannya sepertinya ini sudah saatnya untuk menuju ke kelas lagipula tidak ada yang baik jika terlihat terlalu akrab dengan kakak tingkat yang populer.
"Sepertinya, aku akan kembali ke kelas,"
__ADS_1
Nathan lalu menatap kearah jam tangannya juga dan merasakan waktu benar-benar cukup cepat berlalu mungkin karena dirinya terlalu menikmati waktu bersama Lea.
"Kamu benar ini sudah saatnya untuk ke kelas,"
Lea pengingat untuk pamit namun sebelum dia pamit pergi, Nathan kembali memanggilnya karena Nathan baru teringat sesuatu.
"Tunggu, Lea,"
"Ada apa Kak?" Kata Lea sambil kembali memalingkan wajahnya menatap pemuda itu.
"Bagaimana jika kamu mampir ke Ekstrakulikuler Fotografi? Lokasinya ada di gedung lama, di mana di sana ada berbagai macam ruangan ekstrakurikuler, ada di ujung,"
Lea yang tiba-tiba mendapatkan tawaran itu jelas cukup terkejut.
"Eh? apakah tidak apa-apa bukankah kata kakak tempat itu tidak menerima anggota baru?"
"Kamu bilang saja nanti, jika ini adalah Rekomendasi dariku,"
Lea terlihat berpikir sejenak namun jelas merasa tidak bisa menghilangkan kesempatan bagus ini.
"Baiklah kalau begitu apakah nanti kakak akan kesana juga?"
"Aku mungkin akan sedikit terlambat, tapi pasti aku akan menyusul,"
"Tentu saja,"
Tatapan Lea segera bertemu dengan tatapan Rey, yang menunjukkan ekspresi malas. Melihat wajah males itu Lea memilih untuk tidak berbicara, mari menyerahkan bekal ketika makan siang.
Hari ini, Lea jelas saja sangat senang karena nanti akan bisa bergabung dengan ekstrakurikuler fotografi, dan Kak Nathan bilang, hal-hal ini harus dirahasiakan jadi jelas Lea tidak bisa cerita ini kepada orang lain juga.
Lea benar-benar penasaran seperti apa Ketua Ekstrakurikuler itu?
Hasil jepretan yang dia ambil, benar-benar terlihat sangat bagus apa lagi lihat juga dengar bagaimana orang itu sempat memenangkan beberapa kompetisi Fotografi. Orang itu benar-benar sangat berbakat dalam hal itu, Lea yakin sekali, dan Lea benar-benar menantikan pertemuan nya dengan orang itu.
Waktu benar-benar berlalu dengan cukup cepat sampai siang hari dimana, Lea memberikan bekal makan siang pada Rey saat kelas kosong.
Rey yang membuka kotak makanan itu segera menjadi protes,
"Kenapa menunya berbeda dari kemarin?"
Lea yang mendengar protes itu segera berkata dengan tidak senang,
"Apaan sih? Tentu saja terserah aku akan membawakan mu apa! Bagus aku membawakan mu bekal!"
Rey yang mendengar jawaban dining itu segera menunjukkan ekspresi tidak senang, lalu segera berkata,
"Awas aja jika ini tidak enak,"
__ADS_1
Ekpersi Lea segera menunjukkan wajah cemberut, bekal kali ini benar-benar disiapkan lebih hati-hati daripada bekal kemarin jadi tentu saja lia merasa cukup percaya diri dengan bekal ini.
"Tentu saja ini sangat enak aku yah ini aku membuatnya dengan baik lebih dari sebelumnya,"
Lea benar-benar keceplosan soal masakan buatannya itu.
Rey yang mendengar bahwa ternyata bekal yang kemarin di makannya dan juga bekal hari ini adalah buatan Lea, segera mengangkat alisnya karena merasa penasaran,
"Heh? Itu Loe yang buat? Apakah sebegitunya Loe suka sama gue?"
Mendengar ledekan itu, Lea segera merasa malu sekaligus marah, malu karena dirinya baru saja keceplosan dan malah karena pemuda itu baru saja mengejek nya.
"Udahlah sebaiknya makan aja kenapa musti banyak tanya segala," kata Lea lalu segera melarikan diri dari tempat itu, lari dari Rey, wajahnya benar-benar sangat merah saking malunya.
Kirana yang kebetulan baru saja keluar dari kamar mandi dan melewati kelas tidak sengaja melihat Lea dengan wajah merahnya.
"Lea? Ada apa denganmu? Apakah kamu deman? Kenapa wajahmu begitu merah?"
Lea yang mendengar suara itu segera jelas mengelak.
"Tidak apa-apa hanya cuaca begitu panas,"
"Kamu benar saat ini memang begitu panas, mari kita segera ke kantin saja dan membeli es,"
"Ya,"
Siang itu berjalan cukup normal, bahkan ketika Lea kembali ke kelas dan bertemu dengan Rey, Rey tidak memiliki begitu banyak komentar, dan kotak bekal juga sudah di letakan kelaci meja Lea.
Lea setidaknya merasa lega karena Rey tidak membahas bahan lagi bekal buatannya itu, tidak ada kertas bertuliskan ejekan atau sesuatu.
Dan begitulah sekolah itu berlalu dengan cepat dan akhirnya tiba waktu sepulang sekolah di mana, Lea harus pergi ke Ruang Ekstrakulikuler.
Cukup lama, ketika Lea menemukan ruangan itu, itu benar-benar di tempat yang terpencil dan sulit ditemukan, dengan mengumpulkan keberanian Lea akhirnya mulai mengantuk tempat itu, karena tidak ada respon Lea memutuskan untuk segera masuk saja dan ternyata ruangan itu kosong.
Cukup wajar karena setelah semua tempat itu hanya memiliki satu anggota?
Lea lalu mulai melihat-lihat ruangan itu di mana di sana ada beberapa piagam penghargaan, jika ada beberapa hasil foto dari sebuah kompetisi dan benar saja hasil foto-foto itu sangat bagus.
Sampai kemudian pintu ruangan itu dibuka, dan tatapan Lea bertemu dengan wajah yang familiar yang sekarang menunjukkan ekspresi kemarahan dan tidak senang.
"Apa-apaan sih Loe ada disana? Siapa yang nyuruh Loe pakai acara masuk ke ruangan ini segala ha? Ini adalah ruangan milik Gue!"
Lea menatap Rey dengan ekspresi yang begitu kaget, cari sini saja lia akhirnya mengerti siapa ketua ekstrakurikuler yang disebut galak itu.
Itu adalah Reyhan dari semua orang.
Sial, kenapa harus Rey pula?
__ADS_1