Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 27: Diam-diam


__ADS_3

Siang itu, Lea masih pergi ke Ruang Ekstrakulikuler karena dia memiliki janji dengan Nathan, sejujurnya Lea benar-benar malas untuk pergi ke sana karena harus melihat wajah Rey lagi. Namun untungnya ketika Lea sampai di ruangan itu orang yang tidak ingin dilihatnya itu tidak ada di sana.


Jadi Lea memutuskan untuk segera mengambil kameranya dan mulai melihat-lihat hasil jepretannya lagi, jepretan yang ada foto Rey disana, Lea ingin mencoba menghapus foto yang ada di kameranya itu namun jarinya tiba-tiba ragu-ragu.


"Sial, apa pula yang bagus dari foto ini?"


Lea pada akhirnya tidak tega untuk memencet tombol hapus di kamera itu dan segera meletakkan kamera itu di sana menunggu seseorang yang berjanji dengannya itu dan tidak lama sampai Nathan datang.


"Kamu sudah di sini dari tadi?"


Mendegar suara itu, Lea merasa cukup senang karena setidaknya dirinya tidak lagi merasa bosan harus menunggu sendirian apalagi nanti jika ada Rey datang duluan, itu akan menjadi hal yang menyebalkan dan menjadi canggung jika berada di ruangan yang sama.


"Tidak juga aku baru tiba di sini,"


"Ah, begitu. Rey juga belum datang pula, aku kira kalian akan ke sini bersama karena kalian satu kelas,"


"Mana mungkin? Aku dan dia tidak sedekat itu sampai kita bisa pergi kesini bersama,"


Nathan yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi sedikit terkejut dan segera berkata dengan sedikit reflek,


"Tapi saat itu dia...."


Nathan menghentikan ucapannya tepat waktu, Lea yang mendengar ucapan yang terputus itu segera menjadi bingung dan bertanya dengan penasaran,

__ADS_1


"Dia apa?"


Nathan lalu segera berkata dengan canggung,


"Dia kan teman sekelasmu,"


Nathan tentu saja tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya yang terjadi hari itu karena sudah diminta untuk merahasiakan ini dari Lea oleh Rey, Nathan ingat hari itu ketika Rey yang tidak pernah menghubunginya sekalipun itu meneleponnya dalam keadaan panik dan cemas, dan bahkan Rey memanggil dirinya dengan cukup sopan.


'Kak Nathan... Bagaimana ini.... Lea di culik... Aku benar-benar takut terjadi sesuatu padanya ini semua benar-benar salahku kenapa dia terlibat semua ini....'


Nathan yang saat itu menerima telepon tiba-tiba itu jelas saja menjadi kaget dan mencoba menenangkan Rey, ya Rey yang biasanya memiliki ekspresi tenang dan seolah tidak peduli pada apapun itu meneleponnya dengan keadaan takut dan khawatiran bahkan terlihat nada putus asa di sana terlihat sekali bagaimana pria itu sangat memperdulikan Lea. Dan setelah Rey tenang, dia segera mulai menjelaskan situasinya tentang menerima foto Lea di culik dan sebuah ancaman, lalu juga mengatakan hal-hal tidak terduga.


'Kak Nathan, Bolehkan Aku minta tolong padamu? Tolong selamatkan Lea, tolonglah kamu yang datang ke sana,'


'Aku sebenarnya ingin sekali ke sana, tidak masalah jika mereka nantinya akan memukuliku atau melakukan apapun padaku, namun aku hanya takut di masa depan Lea akan masuk dalam hal berbahaya lagi karena memiliki hubungan denganku, jika mereka mengagap Lea adalah orang yang penting untukku mereka pasti akan mengincarnya lagi dan lagi aku hanya tidak ingin itu terjadi, jadi kumohon kesana dan bawa Lea, mereka tidak akan membuat masalah jika kamu yang datang,'


'Tapi bagaimana aku menjelaskannya pada Lea nanti? Jika kamu tidak datang Lea nanti pasti akan marah padamu,'


'Tidak apa-apa jika Lea marah atau membenciku nantinya, yang paling penting untukku adalah keselamatan dan keamanan Lea,'


Kata-kata penuh ketulusan yang Nathan dengar hari itu, benar-benar membuat dirinya tertegur karena dirinya tidak pernah melihat Rey bersikap seperti itu pada siapapun menunjukkan sisi lemah semacam itu, sisi yang tidak berdaya karena seorang gadis. Jadi wajar jika dirinya kira mereka memiliki semacam hubungan.


"Ya, Aku dan Rey hanya kebetulan berada di kelas yang sama hanya teman sekelas tidak lebih dan tidak kurang bukan berarti kami cukup dekat atau sesuatu sampai-sampai pergi ke ruangan ini bersama, aku benar-benar tidak memiliki macam-macam itu dengan Rey menyebalkan itu,"

__ADS_1


Lea mengatakan itu dengan ekspresi cemberut.


"Apakah itu karena kejadian kemarin?"


"Dari awal aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengannya,"


Nathan yang melihat Lea marah itu, akhirnya tidak mengatakan apapun yang membahas Rey. Dan mencoba mencari topik pembicaraan lain.


"Lalu bagaimana nanti saat kamu pulang? Kamu pasti cukup takut setelah kejadian kemarin,"


"Tenang saja, untuk beberapa hari kedepan aku akan diantar oleh supir, jadi seharusnya tidak akan ada masalah yang terjadi,"


Siang itu, mereka berdua mulai mengobrol lalu Nathan mulai mengajari Lea hal-hal dasar tentang mengedit foto. Ya pada akhirnya siang itu, Rey tidak datang ke ruang Ekstrakulikuler, mungkin dia sedang memfoto pemandangan di luar sana karena kamera yang ada di ruangan memang tidak ada.


Setelah sudah saatnya Nathan pergi Les, Lea juga segera memutuskan untuk pulang setelah meneleponsupir untuk menjemputnya.


Lea hari itu masih benar-benar memiliki mood yang buruk gara-gara kata-kata Rey yang meminta untuk menjauhinya, permintaan yang benar-benar egois dan menyebalkan. Lea yang menunggu mobil jemputan itu hanya melamun sambil menatap ke arah ponselnya tanpa menyadari jika diam-diam dari arah jauh ada seseorang yang menatapnya.


Ya, itu adalah Rey yang sebenarnya khawatir tentang keselamatan Lea, jadi ketika melihat gadis itu keluar dari ruang ekstrakurikuler dia berniat untuk mengikutinya setidaknya memastikan Lea pulang ke rumah dengan selamat, agar tidak lagi ada kejadian seperti kemarin.


Namun Rey merasa tindakannya sepertinya tidak perlu?


Lea sepertinya diantar jemput dengan sopir, namun tidak apa-apa setidaknya Rey ingin memastikan keamanan Lea sampai sopir benar-benar sudah datang.

__ADS_1


Rey juga tidak tahu kenapa melakukan hal-hal tidak masuk akal ini mungkin ini hanya karena rasa bersalah karena insiden kemarin?


__ADS_2