
Rey yang mendengar jawaban gadis yang ada di hadapannya itu hanya segera tertawa lalu Mulai mengambil kotak bekal yang ada di mejanya itu terlihat penasaran dengan isinya, lalu segera membukanya cukup terkejut dengan hiasan yang ada di bekal itu, yang terlihat sedikit lucu.
Gambar wajah tersenyum di nasi mengunakan potongan daging dan sosis?
"Loe ternyata cukup rajin juga, dari mana Loe beli bekal Ini? bekal ini terlihat lucu?"
Lea tentu saja merasa malu untuk mengakui jika bekal itu buatannya jadi dia segera membuat alasan.
"Apakah itu penting aku membeli di mana Yang penting, aku sudah membawakannya untukmu jadi segera makan saja,"
Rey yang mendengar jawaban sinis itu segera menggunakan sendok untuk mulai mencicipi lauk di bekal itu. Lea disisi lainnya, menatap kearah Rey, seolah merasa tidak sabar agar pemuda itu segera memakan bekal yang dia buat.
Sebelum Rey memasukkan satu suap kemulutnnya, tentu Rey merasa terganggu tentang bagaimana Lea berdiri di depannya dan menata dirinya saat makan itu. Rey benar-benar tidak habis pikir kenapa pula Gadis itu sangat menantikan dirinya memakan bekal ini?
Jangan bilang ada semacam jebakan disini?
Dirinya jelas akan marah jika Lea menaruh hal-hal Aneh di makanannya.
Lea yang melihat bagaimana pemuda itu menjadi diam dan tidak jadi memasukkan makanan ke mulutnya jelas merasa terganggu.
"Kenapa tidak kamu makan?"
"Apa? Lagian ngapain sih lu ngeliatin orang makan dari tadi?"
Lea yang mendapatkan teguran itu tiba-tiba segera merasa malu itu benar kenapa pula dirinya menunggu Rey makan segala?
Apa urusannya dan pentingnya pula menunggu Pemuda gila itu makan?
Lea jelas segera mengalihkan tatapannya dan berkata,
"Siapa yang ngeliatin kamu makan? Nggak penting juga sih, udahlah, Aku mau pergi ke kantin aja, mau kamu makan tuh bekal atau enggak itu terserah kamu, hpmh,"
Lea lalu segera melarikan diri dari ruangan itu merasa dirinya malu sendiri namun begitu dia keluar dari kelas diam-diam mengintip ke dalam kelas, ke tempat dimana Rey berada.
Ya, saat ini Rey sudah benar-benar mulai makan, setelah suapan pertama dan tidak menemukan keanehan Rey jelas segera memakan bekal itu dengan penuh semangat tentu saja karena di pagi hari dia tidak sempat sarapan, dan lagi bekal itu sangat enak, jadi Rey terlihat sangat lahap memakan bekal itu.
Lea yang berada di luar sambil mengintip ke arah dalam merasa lega karena sepertinya pemuda itu menyukai bekal yang dirinya buat. Lea merasa sangat senang juga, melihat orang lain memakan dan menyukai bekal buatannya.
Disana, Lea menatap juga bagaimana Rey benar-benar menikmati bekal itu bahkan memakannya sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat senyuman Rey tiba-tiba itu, hati Lea tiba-tiba berbedar.
'Astaga Lea!! Sebenarnya apa sih Aku lakukan? Kenapa aku malah terlihat seperti seorang Striker seperti ini?'
Menyadari tindakannya yang konyol dengan mengintip Rey, Lea segera mulai melarikan diri dan segera menuju ke kantin ke tempat Kirana berada.
Mungkin karena Lea buru-buru, di tengah jalan Lea tidak sengaja menabrak seseorang, itu hanya sedikit senggolan di pundak.
"Ma... Maafkan Aku..." Kata Lea sambil menunduk.
"Tidak apa-apa ini bukan masalah besar," kata seseorang yang di tabrak Lea, dia adalah seorang siswa yang berpakaian cukup rapi.
Lea yang buru-buru itu segera menunduk sopan sekali lagi dan melarikan diri dari sana, tidak terlalu memperhatikan tentang seseorang yang dia tabrak karena dirinya sudah membuang-buang begitu banyak waktu menatap Rey diam-diam, takut Kirana jadi marah karena menunggu terlau lama.
Pemuda itu menatap kepergian Lea dengan ekpersi aneh, ini adalah pertama kalinya ada seorang gadis yang mengabaikannya seperti ini.
####
Jam Istirahat segera berlalu dengan cepat, untungnya Kirana tidak marah pada Lea, dan mereka berdua masih sempat untuk makan siang di kantin dengan tenang.
"Lea, Lea, aku memperhatikan sepertinya sejak kemarin kamu diam-diam menatap ke Rey itu?"
Hanya, Lea dari kemarin merasa penasaran dengan Rey, memang diam-diam sedikit menatap ke arahnya namun tidak mengira jika Kirana akan sadar!
Ini benar-benar terlihat sangat memalukan!
Padahal, Lea yakin sudah menyembunyikan hal ini cukup rapat dan hanya menatap sedikit tidak banyak, dan tidak sesering itu.
"Apa yang kamu katakan, Kirana? Aku tidak menatap ke arahnya kamu hanya salah lihat,"
"Owh begitukah? Ah, Mungkin memang perasaanku saja sih, hanya Aku sedikit khawatir padamu,"
Lea yang tiba-tiba mendengar itu jelas merasa bingung.
"Apa maksudmu?"
"Yah, kamu pasti sadar jika Reyhan itu cukup Tampan bukan?"
Lea yang mendengar itu wajahnya menjadi sedikit merah karena merasa malu tidak mungkin mengakui jika Reyhan tampan.
__ADS_1
"Apa... Tampan apa sih?"
"Lea, tidak perlu diungkiri lagi dan kamu tidak perlu mengelak, semua orang di kelas juga mengakui jika Reyhan itu tampan, dulu ketika masih kelas 1, dia sebenarnya cukup populer dikalangan gadis-gadis, namun beberapa Insiden membuat orang-orang jadi takut padanya,"
"Insiden apa?"
Ya, Lea jelas merasa penasaran dengan hal ini dan merasa ingin tahu.
"Seorang Siswi pernah mengaku padanya, lalu apakah kamu tahu? Siswi itu di permalukan oleh Reyhan, bahkan hadiah yang dia bawa di buang, Reyhan bilang Jika dia tidak memiliki waktu untuk cinta monyet membosankan semacam itu,"
Lea yang baru saja mendengar cerita itu jelas merasa kaget.
"Itu... Apakah itu kenapa dia menjadi di takuti?"
"Itu hanya salah satunya Namun sebenarnya, itu karena Reyhan sempat berkelahi hebat dengan beberapa Kakak Tingkat, dan membuat Kakak tingkat masuk Rumah Sakit. Sejak dua kejadian itu, tidak ada lagi yang mencoba dekat-dekat dengan Reyhan atau mencoba berurusan dengannya, yah mungkin beberapa siswi perempuan diam-diam masih menyimpan beberapa perasaan padanya, namun lebih memilih menyimpan ini rapat-rapat, karena semua orang tahu, Reyhan memiliki sifat seperti apa,"
Lea yang mendengar itu sekali lagi menunjukkan ekspresi terkejut karena tidak mengira akan ada kejadian semacam itu ketika Rey masih kesal satu. Itu kejadian satu tahun lalu, namun sepertinya memberikan kesan mendalam kepada setiap orang.
"Astaga itu benar-benar mengejutkan,"
Kirana lalu segera menghela nafas dan mencoba memberikan nasehat pada Lea.
"Jadi Lea, aku memberikan saran padamu, Kamu jangan jatuh cinta pada Reyhan atau naksir padanya, tidak ada hal baik jika kamu suka padanya, belum tentu dia menerimamu, Dan lagi Reyhan itu memiliki banyak musuh, dia terkenal suka membuat masalah dan berkelahi kemanapun dia pergi,"
"Si... Siapa yang akan jatuh cinta padanya? Kamu jangan ngawur deh Kirana,"
Kirana yang melihat sikap malu-malu Lea, segera tersenyum,
"Astaga, aku hanya memberikan sebuah nasehat tidak lebih. Yah, Aku harap memang begitu kamu tidak jatuh cinta padanya. Tapi yah, memang itu pasti cukup sulit? Setelah semua Reyhan memang sangat tampan, dia menjadi salah satu Most Wanted di Sekolah ini, sayangnya tidak ada yang berani mendekatinya karena dia sangat galak,"
"Ya, ya Tentu saja aku juga tidak ingin menyukainya ataupun berurusan dengan siswa bermasalah seperti dia kamu tenang saja,"
Kirana yang mendengar itu hanya segera tertawa dan berkata,
"Ya, ya tentu saja, Aku hadap begitu,"
Lea sendiri, sudah benar-benar bertekad tidak akan terpesona pada Rey, namun wajah itu...
Astaga...
__ADS_1